
Setelah 20 menit perjalanan, Mereka sampai di depan basecamp Rama. Basecamp itu ternyata besar, mempunyai halaman yang lumayan luas, kolam di depan teras, serta taman kecil yang menghiasi nya.
Terlihat juga ada mobil terparkir dan dua penjaga berbadan besar di depan gerbang yang sedang berjaga.
Tak heran, Rama memang orang kaya, melihat Orang tua nya yang memiliki beberapa perusahaan besar di jakarta.
Kedua gadis cantik itu menatap rumah besar yang kini ada di sebrang nya, "Ini basecamp Rama? gede nya kayak rumah gue, gak cocok buat di sebut basecamp" Gumam Karin.
"Iya ya, gue kira basecamp tuh kecil"
"Yaudah ayo kesana" Kata Karin dan Rara menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
Mereka melangkahkan kaki nya menuju gerbang.
Dan terlihat dua orang penjaga itu menatap ke arah Rara dan Karin, "Permisi pak, apa Rama nya ada?" Tanya Rara ke penjaga itu yang bernama Alex dan Peter karena terlihat dari bordiran nama yang tercetak di baju nya.
Alex dan Peter menatap asing mereka, "Kalian siapa?" Tanya Alex dengan wajah sangar nya.
"Saya Rara, temen sekolah nya Rama pak, udah janji mau ketemu di sini" Jelas Rara.
"Baik, tunggu sebentar, saya akan hubungi tuan Rama dulu" Kata Alex seraya mengeluarkan HT atau Walkie Talkie.
Karin melihat nya heran, "Segininya ya Ra" Bisik Karin.
"Ssttt" Ucap Rara.
Alex terlihat berbicara dengan seseorang dari HT nya, "Itu sahabat saya, suruh mereka masuk" Ucap seseorang dari sambungan HT itu.
"Baik tuan" Kata Alex.
Alex menyimpan HT itu di saku nya dan mulai membuka gerbang, "Silahkan masuk" Ucap Alex tersenyum.
"Terimakasih" Kata Rara membalas senyuman itu.
Mereka mulai masuk ke rumah besar yang di sebut basecamp oleh Rama.
Dan kini mereka sudah berada tepat di depan pintu basecamp, "Rama... Rama" Panggil Rara dan Karin.
"Masuk aja, gak di kunci" Sahut seseorang dari dalam yang terdengar ke luar.
Rara dan Karin mulai masuk lewat pintu utama. Dan di dalam mereka di perlihatkan desain klasik nan elegan dari rumah itu.
Mereka di buat kagum dengan desain interior itu, "Wah bagus banget ya Ra" Gumam Karin.
"Iya ya, wah parah sih" Ucap Rara.
"Kalian ngapain?" Ucap seseorang saat Rara dan Karin tengah melihat lihat isi ruangan.
Mereka berdua menoleh ke arah sumber suara dan ternyata itu Rama yang berdiri di tepi tangga, "Ayo naik, Drey udah nungguin" Kata Rama sambil menaiki tangga.
Rara dan Karin mengikuti Rama, mereka naik ke atas dan terus di buat kagum oleh isi ruangan itu.
Sesampainya di atas, Rara dan Karin melihat Drey sedang fokus bermain game, sedangkan Rama yang sedang sibuk mengutak ngatik kamera nya.
__ADS_1
"Huh lama amat sih" Ucap Rama.
Rara menghampiri mereka, "Tadi di jalan macet," Ucap Rara.
"Lagian kalo gak mau macet, lo jemput kita pake pesawat" Timpal Karin.
"yee sewot amat"
"bodo"
Rama melihat Drey sedang asik bermain game seperti tak menyadari kedatangan mereka, "Drey udahan dulu, ini Rara sama Karin udah dateng" Kata Rama.
"hm"
Kini mereka semua sudah berkumpul di basecamp untuk merencanakan perjalanan nanti malam.
Karena di sekolah mereka sudah setuju akan melakukan Vlog pertama mereka dengan berkunjung ke tempat angker yang ada di jakarta.
Rama terlihat membawa nampan berisi empat gelas jus dan mendudukan diri nya di antara mereka, "Jadi malem ini kita mau kemana?" Tanya Rama antusias.
"Bebas" Jawab Drey.
"gue mah ikut aja" Ucap Karin.
Rara yang melihat tak ada usulan pun berkata, "gimana kalo ke sekolah **** aja? sekolah yang udah terbengkalai gitu"
"Lo tau dari mana kalo itu terbengkalai Ra?" Tanya Karin.
Rama menanggapi nya, "wah boleh tuh, pasti lumayan juga buat ngetes mental kita, apalagi kan ini bakal jadi video pertama kita" Kata Rama.
"Terus ke sana nya naik apa?" Tanya Karin.
"Mobil gue" Jawab Rama enteng.
Karin menatap sinis Rama seolah tak percaya, "Lo bisa bawa mobil? sejak kapan?" Tanya Karin.
"Pas liburan panjang, gue sempetin buat belajar" Jawab Rama.
Rara yang merasa mereka bertiga sudah setuju pun kembali memastikan, "Berarti fiks ya kita ke sana" Mereka hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
Malam ini mereka akan melakukan perjalanan ke salah satu sekolah terbengkalai yang ada di jakarta.
Sekolah yang di bangun pada tahun 2003 itu resmi di tutup pada tahun 2006.
Konon kata nya, sekolah itu terbengkalai karena banyak nya murid yang kerasukan dan bunuh diri.
*****
Dan malam kini sudah tiba, jam sudah menunjukkan pukul 21:30. Mereka yang sudah bersiap siap pun kini mulai merasakan tegang karena ini akan menjadi awal perjalanan mereka.
Rama menyalakan kamera dan mengarahkan kepada dirinya, "Oke guys, ini video pertama kita, dan malem ini kita bakal menuju sekolah terbengkalai yang ada di kota jakarta, dan kita akan mencari tau seluk beluk kisah sekolah itu kenapa sampai di tutup, jadi stay tune terus ya" Ucap Rama.
Karin menatap sinis ke Rama, "Alay" Gumam nya.
__ADS_1
Rama melihat kembali teman nya dan memastikan, "gimana? udah siap?" Tanya Rama dan di susul anggukan oleh yang lain sebagai jawaban.
Mereka melangkahkan kaki menuju mobil terparkir di halaman basecamp.
Setelah semua masuk, Rama mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan standar. Perjalanan yang membelah ramai nya kota jakarta dengan deretan lampu jalanan yang menghiasi.
Setelah 30 menit perjalanan, mereka sampai di tempat tujuan. Bangunan yang di sebut sekolah itu sepi, gelap, banyak rumput liar tumbuh tinggi menghiasi tiap sudut bangunan dengan pohon pohon yang menjulang.
Jam pun sudah menunjukkan pukul 22:00, malam sunyi dengan bunyi hewan malam yang menyambut kedatangan mereka.
Rara, Karin, Rama dan Drey mulai turun dari mobil. Mereka mulai mendekat ke arah gerbang. Semilir dingin angin malam menusuk lewat celah pakaian mereka.
Karin merasakan hawa yang berbeda, "pengap banget ya ra" Kata Karin sambil mengelus tengkuk leher nya.
Rara yang mendengar perkataan Karin menanggapi nya seolah ia merasakan hal yang sama, "iya, banyak banget yang ngeliatin" Ujar Rara.
Rama kembali menyalakan kamera dan mengarahkan kepada dirinya, "Oke guys... kita sudah sampai di sekolah yang kata nya angker ini. Dan sekarang kita akan coba masuk ke dalam" Ucap Rama.
Mereka membuka gerbang yang tak terkunci dan mulai masuk ke sekolah itu.
Terlihat dari luar jendela, kelas yang begitu berantakan, kursi dan meja terletak tak tersusun. Cahaya senter menyorot ke beberapa sudut ruangan gelap.
Rama mencoba mengarahkan kamera nya ke dalam kelas lewat luar jendela. "Guys, kalian liat deh, di dalem kursi sama meja nya acak acakan banget... eh bentar, kok kayak ada yang duduk ya" Kata nya saat menangkap penampakan sosok yang sedang duduk di salah satu kursi sudut ruangan.
Rara, Karin dan Drey menoleh dan mengarahkan cahaya senter nya ke arah yang di maksud Rama. Namun sesaat, sosok yang di lihat Rama itu menghilang.
Mereka mulai mencoba untuk masuk ke kelas, tapi hasil nya nihil, semua pintu terkunci.
Mereka terus berjalan menyusuri lorong itu dan mencari kelas yang pintu nya terbuka.
*KRIET* Suara pintu terbuka tiba tiba yang membuat mereka berjengit kaget.
Karin yang sudah ketakutan dari awal pun berteriak, "AAA"
"Ssttt, jangan teriak Rin" Kata Rara.
"Kaget Ra" ucap Karin merengek.
"Udah ayo kita masuk" Ujar Rama.
Mereka mulai memasuki kelas lewat pintu yang terbuka sendiri.
Karin gemetar saat kaki nya mulai memasuki ruangan itu, "permisi, maaf kita gak ganggu" Ucap Karin.
Di tengah keheningan mereka, tiba tiba Drey tertawa dengan keras nya hingga membuat mereka bertiga teriak kaget, "HAHAHA" Tawa Drey.
"AAA"
Wajah Drey terlihat pucat dan bola mata nya perlahan memutih, Rama mulai mendekat dan menangkup wajah nya, "Drey lo kenapa?" Tanya Rama panik.
Rara melihat bahwa teman nya itu sedang di rasuki, "itu bukan Drey" Kata Rara.
Rama dan Karin yang mendengar perkataan Rara hanya bisa mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban karena mereka mulai mengerti bahwa Drey sedang di kendalikan oleh sosok makhluk halus.
__ADS_1