VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Mencari Petunjuk


__ADS_3

Mereka bertiga yang mendengar cerita Drey terdiam tak percaya.


Karin bertanya, "Drey? l-lo s-serius?"


"Muka gue keliatan bercanda?"


"Ini bener ada yang gak beres" Ujar Rama menautkan alis nya.


"Kita harus cari tau" Sambung Rama.


"Lo yakin? kita cuma berempat, sedangkan orang yang di ceritain Drey tuh bawa senjata dan kita gak tau di dalem sekolah itu ada berapa orang" Ujar Karin.


Rama terlihat berfikir sejenak.


Rama berkata, "Gue bakal bawa Peter sama Alex"


Rara menanggapi spontan, "Rama jangan gegabah! Peter sama Alex gak ada kaitan nya sama ginian"


"Iya betul kata Rara, kalo dia kayak mayat kemarin gimana?" Ujar Karin.


Saat sedang fokus membahas sekolah itu, tiba tiba seseorang masuk ke dalam percakapan mereka.


"Wih, ada apa nih, kayak nya serius amat sampe bahas bahas mayat gitu?"


Mereka berempat menoleh ke sumber suara.


"Kak Gery... Kak Adam" Gumam Rara.


"Eh.. engga kak, k-kemarin ada berita mayat di tv, kita jadi takut" Ujar Karin berbohong.


"Kita boleh duduk di sini?" Ucap Gery, mereka berempat menganggukan kepala nya ragu.


Gery dan Adam duduk di antara mereka. Rara dan Karin menatap satu sama lain seolah bertanya kenapa dua kakak kelas nya harus di sini.


Mereka terlihat diam saat Gery dan Adam berada di antara mereka.


"Hm... Eh kita liat liat, kalian punya Youtube Channel ya?" Ujar Gery memecah keheningan mereka.


Rara dan Karin menatap Rama dan ia hanya menganggukan kepala nya. Artinya Rama sudah memposting video mereka di sekolah terbengkalai.


"Terus gimana kak? seru gak video kita?" Tanya Karin antusias.


"Seru banget, apalagi pas liat Drey kesurupan, beh itu kita ngerasain juga deg degan nya. Kalian juga gak pernah skip skip video nya, jadi kita pikir itu bener bener real" Ujar Gery.


"Bagus lah kalo gitu, gue jadi semangat buat eksplore ke tempat angker yang lain" Ucap Rama.


"Gue sama Adam boleh gabung gak?" Tanya Gery ke Rama.


Rama hanya menatap Rara dan Karin seolah meminta pendapat.


"Emang kakak berani sama gituan?" Tanya Karin.


"Berani lah, cuma jalan jalan doang ke tempat angker ya kan?" Jawab Gery percaya diri.


"Bukan sekedar jalan jalan kak" Gumam Rara dalam hati.


"Jadi gimana? kita boleh gabung gak?" Tanya Gery memastikan.


"Emm.. nanti kita kabarin lagi ya kak" Jawab Rara.


"Oke, mina kontak kalian dong"

__ADS_1


Karin dan Rama menatap Rara, Ia yang di tatap seperti itu hanya menghelas nafas nya dan terpaksa Rara memberikan kontak nya kepada Gery.


"Yaudah kita mau ke kelas dulu, nanti kabarin ya Ra"


"Iya kak"


*****


Kini mereka sudah berada di basecamp. Mereka berempat di buat bingung oleh permintaan Gery untuk bergabung.


Rara bertanya, "Lo kapan posting video kita?"


"Kemarin malem" Jawab Rama.


"Kok lo gak ngasih tau kita?" Tanya Karin.


"Sengaja. Emang kenapa?" Jawab Rama.


"Ih bukan gitu, lo kalo mau posting harus liat muka gue cantik apa engga di video, kalo jelek jangan di posting, gue malu" Ujar Karin melipat tangan nya.


"Stres! bisa bisa nya ngomong kayak gitu." Kata Rama.


"Gue pengen kasih kejutan buat kalian" Ucap Rama.


"Apa?"


Rama mengambil laptop dan menunjukkan nya di depan mereka bertiga.


"Wah... ini beneran channel kita Ram?" Tanya Rara tak percaya.


"Anjir cepet banget naik nya, udah 500 ribu subscriber aja, padahal baru satu video loh" Ujar Rara.


Setelah di beri kejutan, Rara kembali menanyakan perihal Gery dan Adam yang ingin bergabung.


"Terus masalah Kak Gery sama Kak Adam gimana?" Tanya Rara.


"Ajak aja" Jawab Rama.


"Lo yakin Ram?" Karin memastikan.


"Ya, hitung hitung buat nambah anggota, kita gak tau ke depan nya bakalan kayak gimana"


"Iya juga ya biar berguna juga buat megangin Drey kalo kesurupan, haha"


Drey hanya memutar bola mata nya jengah.


*****


Malam kini sudah tiba, setelah mereka mempertimbang kan semua nya, akhirnya Gery dan Adam resmi bergabung dengan mereka. Gery dan Adam juga sudah di perlihat video saat Drey menghilang dan menemukan sebuah mayat di sana.


Dan kini mereka semua bersiap menuju sekolah terbengkalai itu lagi malam ini.


"Gimana? udah siap?" Rama memastikan.


Gery bertanya, "Kalian beneran nemuin mayat di sana?"


"Video yang kakak liat kurang jelas emang?" Timpal Karin dan Gery hanya terdiam.


Rama melajukan mobil nya dengan kecepatan standar. Burung gagak bersahut sahutan mengiringi perjalanan mereka dari atas mobil.


Saat di perjalanan Rama di kagetkan dengan sesosok pocong yang tiba tiba terbang dari sebrang jalan.

__ADS_1


*CKIT*


"Haaght" Rama kaget.


"Aduh, lo bisa bawa mobil gak si Ram" Ujar Karin.


Rama menatap Rara yang duduk di belakang nya dari kaca. Rara yang mengerti arti tatapan itu hanya mengangguk pelan.


Sosok pocong itu seperti memberi tahu mereka bahwa jangan datang ke sana. Tapi dengan tekad dan ingin menguak misteri, mereka tetap melanjutkan perjalanan nya.


.


Di lain tempat, orang misterius melihat mereka dari cermin.


"Sudah ku duga kalian akan datang lagi, mari kita mulai hiburan nya" Ujar orang misterius itu dengan menyungging kan bibir nya.


.


Kini mereka sudah sampai di depan sekolah, mereka turun dan melangkahkan kaki nya menuju gerbang.


"Eh ini tempat nya?" Tanya Gery.


"Iya kak" Jawab Rara.


"Ayo masuk" Ajak Rama.


Kini mereka harus hati hati dengan keadaan di dalam karena ada mayat saat itu. Rama bersama Drey berada di posisi depan, Rara dan Karin berada di posisi tengah sedangkan Gery dan Adam berada di posisi belakang.


Mereka mulai menyusuri tiap kelas untuk mencari petunjuk dari sekolah terbengkalai ini.


Saat berjalan di salah satu lorong, mereka melihat ada sosok berpakaian jubah hitam dari kejauhan.


"Kalian liat itu gak?" Bisik Gery.


Yang lain menatap ke arah Gery.


"Itu" Gery menunjuk ke arah pohon.


"Nah itu dia orang nya" Ujar Rama.


Mereka berjalan mengikuti sosok misterius itu, namun sosok jubah hitam itu menghilang dalam kegelapan.


"Gak ada" Ujar Karin.


Gery bertanya, "Tapi kalian liat kan?" mereka menganggukan kepala nya.


Di sebuah pohon Rara menemukan secarik kertas yang menempel di sana.


"Eh ini apaan dah" Ujar Rara.


Mereka mengarahkan senter nya ke kertas tersebut.


"Aku menyimpan peralatan sekolah yang tidak di pakai, terkunci." Ujar Rama membaca isi dari kertas itu.


"Maksud nya?" Rara dan Karin belum mengerti apa maksud dari isi kertas itu.


"Ini petunjuk" Ujar Rama.


"Menyimpan peralatan sekolah... Gudang?" Ujar Gery.


"Kita kesana" Ucap Rama.

__ADS_1


__ADS_2