VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Peringatan


__ADS_3

Keadaan mereka kini berubah menjadi ketegangan, karena Drey yang tiba tiba kerasukan.


Rara sendiri sebenarnya sudah pernah membantu Drey yang kesurupan waktu itu, jadi rasa takut dalam diri nya sedikit hilang.


Kemudian, Rara mencoba berkomunikasi dengan sosok yang ada di dalam tubuh Drey, "Maaf, Kamu siapa?" Tanya Rara.


Drey dengan bola mata yang sudah memutih menatap tajam ke arah mereka bertiga, "PERGI KALIAN DARI TEMPAT INI!!" Ucap Drey dengan suara berat dan menggema hingga memenuhi ruangan.


"Kenapa? kami hanya berkunjung, dan tak berniat untuk menganggu"


"DENGAN DATANG NYA KALIAN ITU SUDAH MENGGANGGU KU!"


"Kami hanya ingin mencari tau kenapa sekolah ini di tutup"


"JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN KAMI!!"


Rara, Karin, dan Rama saling menatap satu sama lain seolah mengatakan bahwa sosok itu tak bisa di ajak kompromi.


"Baiklah, kalau begitu, kamu keluar dari tubuh itu"


"TIDAK!"


"Kenapa kamu tak ingin keluar?"


"KALIAN SUDAH BERANI MASUK KE WILAYAH KU, DAN AKU TAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN PERGI BEGITU SAJA!"


"Baiklah kalo kamu tak mau keluar, maaf ya kalo sedikit panas"


Rara mulai membaca ayat suci dan memegang beberapa titik di tubuh Drey agar sosok itu keluar, "AARRGGHH PANAS!!! LEPAS... AAA..." Teriak Drey yang sedang di rasuki itu.


*WOSH*


Sosok itu keluar bersamaan dengan ambruk nya Drey.


Rama membantu menopang tubuh Drey di pangkuan nya, "Drey lo gapapa?" Tanya Rama, dan Drey yang pucat hanya menggelengkan kepala nya lemah seolah berkata tidak apa apa.


Rama membantu Drey bangun dan mulai melanjutkan perjalanan mereka, "tadi sosok apa Ra?" Tanya Rama.


"Genduruwo" Jawab Rara.


Karin yang mendengar perkataan Rara pun mulai merengek, "hmm... kita pulang aja yuk" Ucap Karin.


Rama yang melihat Karin ketakutan hanya bisa menenangkan nya, "tenang, semua baru di mulai" Kata Rama.


Rama kembali mengarahkan kamera ke dirinya dan berkata, "Oke guys, tadi ada kendala sedikit karena temen kita di rasuki sama sosok yang ada di sini... Tapi itu gak bikin kita nyerah gitu aja, kita bakal lanjut liat liat ke lantai atas"


Setelah kejadian itu, mereka kembali melanjutkan menyusuri tiap ruangan. Mereka mulai menaiki tangga untuk menuju kelas yang berada di atas.


Sesampainya di atas ...

__ADS_1


*BRAK* Pintu terbuka sendiri tepat di depan mereka dan menghantam dinding dengan sangat keras hingga membuat mereka terjingkat.


Karin kembali teriak, "AAA"


Karin terlihat sangat ketakutan, hingga kedua tangan nya gemetar hebat, "Aduh heee kita pulang aja yuk... Gue takut" Kata Karin merengek.


"Tenang, lo di belakang gue aja" Ucap Rama.


Mereka tetap melanjutkan berjalan meskipun banyak gangguan dari makhluk halus.


Saat berjalan, Rara mendengar suara melintas di telinga nya, "To..loong" suara itu sangat lirih seperti kesakitan.


Rara yang mendengar itu bertanya ke yang lain, "Kalian denger gak?"


"Denger apa Ra?" Tanya Karin.


Rara yang merasa mereka tak mendengar pun memberitahu nya, "Ada yang minta tolong dari arah situ" Jawab Rara menunjuk ke dalam ruangan.


Rama dan yang lain langsung menuju ke ruangan yang Rara maksud untuk mencari sumber suara itu.


*CKLEK*


"Astaghfirullah" Ucap Rara saat melihat di dalam ruangan itu banyak sekali sosok menyeramkan.


Mulai dari Pocong dengan wajah yang sudah menghitam, Sosok manusia kepala buntung, Sosok dengan wajah yang terkelupas dari kepala hingga ke tulang pipi, dan masih banyak lagi.


Rara yang mulai ketakutan kini menutup kedua mata nya dan bersembunyi di balik punggung Rama.


Rara melihat ada sosok perempuan tengah menatap nya dengan baju seragam SMA yang ia temui di sekolah tadi pagi.


Sosok itu berkata dengan terbata bata, "t-ol-ong a-ku" dan Rara bertanya, "apa yang bisa aku bantu?"


Namun saat sosok itu ingin menjawab, ia hilang begitu saja dari pandangan Rara.


*BRAK* *PRANG*


Mereka terjingkat saat kursi yang ada di ruangan itu terlempar ke jendela hingga membuat kaca itu pecah.


Di tengah kaget nya mereka, Drey terdengar bersuara, "To-lo-ngg" Ucap Drey dengan suara lirih.


Mereka bertiga spontan menoleh ke arah Drey. "Drey?" Panggil Rama dan Rara hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban bahwa itu bukan Drey.


Rara kembali berkomunikasi dengan sosok yang ada di tubuh Drey, "Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Rara.


Namun sosok yang ada di dalam tubuh Drey itu tak menjawab dan hanya membuka mulut tanpa suara.


Karin takut melihat Drey yang hanya membuka mulut tanpa suara, "Itu kenapa Ra?" Tanya Karin.


Rara menjelaskan, "Leher nya bolong, jadi gak bisa ngomong, kalo pengen ngomong itu rasa nya sakit."

__ADS_1


Sosok yang masuk ke dalam tubuh Drey itu ternyata sosok wanita yang tadi Rara lihat, "Terus gimana?" Tanya Karin.


Rara yang mengetahui Karin mempunyai kemampuan pun menyuruh nya untuk memegang tangan Drey, "Coba pegang tangan Drey" Ucap Rara dan Karin menganggukan kepala nya sebagai jawaban.


Karin mulai memejamkan mata nya dan memegang tangan Drey untuk melihat masalalu dari sosok itu.


Setelah kurang lebih satu menit, Karin melepaskan genggaman nya dan membuka mata, "Lo liat apa Rin?" Tanya Rama.


Karin yang membuka mata dan terlihat gemetar dengan nafas yang tak beraturan, "Kesedihan.. Dendam.. dia seorang siswi di sekolah ini, dia di bunuh secara brutal sama orang yang gak bertanggung jawab" Jelas Karin.


Setelah Karin menjelaskan, Sosok itu tiba tiba keluar dengan sendiri nya dari tubuh Drey.


Drey kembali ambruk tapi untung nya Rama dengan sigap menopang tubuh nya yang sudah melemah itu, "Drey? gapapa?" Tanya Rara ke Drey kini sudah makin pucat.


Drey hanya tersenyum lemas, "Gapapa" Jawab Drey.


Karin yang melihat Drey seperti itu langsung mengajak mereka untuk menyudahi perjalanan malam ini, "Mending kita pulang aja yuk, kasian Drey udah pucet gitu" Ucap Karin dan di susul anggukan oleh Rara dan Rama.


Mereka memutuskan untuk keluar dari sekolah angker itu dan pulang menuju basecamp.


Mereka membantu memapah Drey yang mungkin energi nya sudah habis karena di rasuki oleh 'mereka'.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 23:30, mereka sudah keluar dari bangunan itu.


Namun saat mereka ingin menuju mobil yang terparkir, tiba tiba terdengar seorang pria yang memanggil mereka.


"Hei" Rara dan yang lain spontan menoleh ke arah sumber suara.


Mereka melihat seorang pria paruh baya berlari kecil menghampiri mereka berempat.


"Iya kek, ada apa ya?" Tanya Rara.


Pria paruh baya itu terlihat marah dan menatap tajam mereka berempat, "Kalian abis ngapain di dalam sana?!" Tanya pria itu.


Rama yang melihat pria paruh baya itu sedang marah, mulai menjelaskan apa ada nya, "Maaf sebelumnya kek, kita cuma mau eksplore ke dalam untuk konten youtube kita"


Pria paruh baya itu bertanya lagi, "Apa kalian sudah dapat izin?!" sedangkan mereka hanya menggelengkan kepala nya pelan.


Pria paruh baya itu mulai menarik nafas nya dan berkata, "Kalo belum dapat izin, sebaiknya jangan berani masuk ke dalam! Lihat lah teman kalian, ini adalah sebuah peringatan untuk kalian karena berani masuk tanpa izin!" Kata pria paruh baya itu sambil menunjuk Drey yang lemas.


Rama kembali meminta maaf, "Maaf kek, kita salah udah masuk tanpa izin, untuk lain kali kita bakal izin kalo mau masuk ke dalam" Namun pria paruh baya itu tak menjawab dan langsung pergi berlalu meninggalkan mereka


Pria paruh baya itu sudah pergi meninggalkan mereka, "Itu siapa?" Tanya Karin ketakutan.


"Udah gak usah di pikirin, ayo masuk ke mobil, kita balik ke basecamp." Kata Rama.


Mereka masuk ke dalam mobil dan menuju ke basecamp.


Tanpa mereka sadari, ada orang misterius menatap kepergian mereka dari balik pohon besar di dekat sekolah itu.

__ADS_1


"Sial! kedatangan mereka, mungkin saja akan membuat rencana ku hancur! Aku harus segera bertindak!" Ucap orang misterius itu dengan rahang yang sudah mengeras dan tangan yang mengepal.


__ADS_2