
Mereka kini sudah berada di dalam rumah besar milik Rama dengan kondisi Drey yang masih terbaring lemas.
Rara dan Karin memutuskan untuk menginap di basecamp Rama karena sudah larut malam. Seragam sekolah sudah mereka bawa dari rumah karena Rara dan Karin sudah izin untuk menginap di rumah Rama.
Kini mereka sedang berkumpul di ruang tamu dengan keadaan Drey yang terbaring lemah dan pucat.
"Drey gak bakalan kenapa napa kan?" Tanya Rama khawatir menatap teman nya itu.
Rara yang melihat khawatir nya Rama hanya bisa menenangkan nya, "Gapapa, tenang aja, semua bakal baik baik aja" Ucap Rara tersenyum.
Mereka semua terdiam sambil menatap Drey yang terbaring lemah di sofa.
Setelah tak ada percakapan selama lima menit antara mereka, Rara tiba tiba memecah keheningan mereka, "Gue kayak pernah ngeliat sosok yang tadi masuk ke tubuh Drey deh" Ucap Rara.
Karin dan Rama yang sedang menatap khawatir Drey, pandangan nya kini beralih menatap Rara, "Yang mana Ra?" Tanya Karin.
"Yang pas di lantai atas" Jawab Rara.
Rama memasang wajah tak percaya, "Serius?" Tanya Rama.
Rara yang di tatap oleh Karin dan Rama merasa harus menjelaskan semua nya, ia mulai menarik nafas dan berkata, "Iya, waktu gue sama Karin jalan ke kantin pas di sekolah, sosok itu muncul ngeliatin gue, kayak mau ngomong tapi gak bisa karena leher nya bolong, yang gue liat, sosok itu punya pengalaman menyedihkan terus kayak punya rasa balas dendam yang dalem banget" Jelas Rara.
"Tapi aneh nya sosok itu juga ada di sekolah yang tadi kita kunjungin" Sambung nya.
Rama terlihat berfikir, "Apa sosok itu ada kaitan nya sama tutup nya sekolah itu?" Tanya Rama menerka nerka.
"Emm gue juga gak tau pasti sih"
Karin menanggapi, "Pantesan aja pas Drey kesurupan di lantai atas, gue kan sempet liat masalalu sosok itu, kayak yang sedih banget, padahal dia murid cantik di sekolah itu, tapi dia di bunuh, tapi aneh nya gue gak bisa liat kejadian itu" Kata Karin.
Saat Rama ingin bertanya lagi, Drey tiba tiba sadar dengan batuk yang mengeluarkan darah. Mereka bertiga langsung menatap Drey.
*UHUK UHUK*
"Drey!"
Rara melihat banyak darah segar keluar dari mulut Drey, "Rama ambilin air sama tisu cepet" Kata Rara khawatir.
Rama yang mendapat perkataan seperti itu segera menuju dapur untuk mengambil air dan tisu.
Rara mulai memangku kepala Drey di paha nya, "Drey lo gapapa?" Tanya Rara.
Drey membuka mata, "Jangan di lanjut ya" Ucap Drey terdengar lemah.
Rara dan Karin menatap satu sama lain seolah bertanya "Kenapa" Namun saat mereka ingin bertanya, Rama datang membawa segelas air hangat dan tisu.
"Drey lo gapapa?" Tanya Rama dan Drey hanya menggelengkan lemah kepala nya.
Karin yang melihat Drey sudah sadar mengajak mereka semua untuk beristirahat, "Mending kita tidur aja, besok juga kita kan sekolah, nanti kita omongin lagi masalah ini" Ucap Karin dan di susul anggukan oleh yang lain sebagai jawaban.
Basecamp itu mempunyai tiga ruangan kamar, dimana Rara menempati kamar bersama Karin, dan Rama bersama Drey. Kini mereka semua sudah berada di dalam kamar nya masing masing.
"Eh Ra, maksud Drey apa ya?" Tanya Karin.
"Iya, gue juga penasaran, maksud nya apa coba, padahal kita juga baru mulai kan" Jawab Rara.
"kayak nya ada yang gak beres deh"
__ADS_1
"Udah mendingan tidur aja, kita bahas lagi besok"
Jam sudah menunjukkan pukul 1:00, kedua gadis cantik itu memutuskan untuk menjemput alam mimpi nya karena besok harus ke sekolah.
*****
Bulan sudah turun di gantikan Matahari dengan sinar nya. Malam mencekam kini sudah berganti menjadi Pagi yang tenang.
Kejadian semalam yang mengerikan adalah pertama kali nya bagi mereka.
Drey yang semalam pucat dan lemas kini sudah kembali pulih dan membaik.
Keempat remaja itu sudah bangun dan siap untuk memulai kembali aktivitas nya sebagai murid di SMA Pelita Harapan.
Kaki di langkahkan menuju sekolah dengan penuh senyum yang tercetak di bibir mereka.
"Semalem seru juga ya, ngeri tapi menantang" Ucap Rama.
"Huh, rasa nya gue pengen lari aja ninggalin kalian semalem" Tanggap Karin.
"Yaudah lain kali lari aja kalo berani" Kata Rara meledek.
Karin menatap Drey yang tak menanggapi percakapan mereka, "Drey, lo gapapa kan?" Tanya Karin.
"Gapapa" Jawab Drey sambil tersenyum.
Saat sudah sampai di sekolah, Keempat Remaja itu melangkahkan kaki nya menuju kelas masing masing. Dan berjanji akan bertemu di kantin saat istirahat nanti.
"Eh nanti ketemu lagi ya di kantin" Ucap Rama.
"Oke" Kata Rara.
*KRING KRING*
"Rara Audi Denata" Ucap guru itu memanggil nama nya, namun Rara masih melamun.
Guru itu memanggil nama nya untuk kedua kali, "Rara Audi, hadir gak?" Kata guru itu.
Karin yang mendengar nama Rara di panggil pun menyenggol lengan nya, "Ra" Gumam Karin.
Rara yang di senggol mulai tersadar, "Eh... iya bu saya, hadir" Kata Rara sambil mengangkat tangan nya.
"Lo kenapa Ra?" Tanya Karin.
"Gapapa" Jawab Rara tersenyum.
Saat pelajaran di mulai, Rara melihat sosok wanita semalam muncul menampakkan dirinya di luar jendela. "Kamu" Gumam batin Rara menatap nya.
Namun sosok itu hanya melambaikan tangan seolah ingin memberi pesan dan menghilang begitu saja dari pandangan Rara.
*****
*KRING KRING*
Setelah pelajaran pertama dan kedua selesai, Kini kedua gadis itu keluar kelas dan melangkahkan kaki nya menuju kantin untuk bertemu dengan Rama dan Drey.
Namun saat berjalan ke kantin, ada kelas yang terlihat ramai dengan banyak nya murid yang berkumpul, Rara dan Karin langsung menghampiri nya.
__ADS_1
"Ini kenapa ya kak?" Tanya Karin.
Murid itu terlihat panik, "Kesurupan" Jawab nya.
Terlihat beberapa Kakak kelas sedang berusaha memegang murid wanita yang mengamuk karena kerasukan itu.
Rara dan Karin langsung menerobos ke kerumunan itu untuk membantu nya.
"Permisi, maaf, maaf" Ucap Rara menerobos masuk.
Kini Rara dan Karin sudah berada di hadapan murid wanita yang kerasukan itu, "Kak, bisa lepasin tangan nya?" Kata Rara saat melihat tangan wanita yang kerasukan itu di pegang kuat oleh kakak kelas.
Kakak kelas itu menatap ke arah mereka, "Jangan nanti dia ngamuk" Ucap Kakak kelas itu.
Rara melihat kekhawatiran raut wajah kakak kelas nya itu, tapi sosok yang berada di tubuh wanita itu, tak suka bila di pegang seperti itu.
"Lepas aja kak, biar kita bantu" Kata Rara tersenyum.
Kakak kelas menatap ragu saat Rara berkata seperti itu, "Kalian bisa?" Tanya kakak kelas, Sedangkan Rara dan Karin hanya menganggukan kepala nya sambil tersenyum manis.
Setelah mendapat jawaban Rara dan Karin, kakak kelas itu langsung melepas cengkraman nya terhadap murid wanita yang sedang kerasukan itu.
Rara mulai melipat kaki nya dan duduk di hadapan wanita itu, "Permisi, kamu siapa?" Tanya Rara.
Wanita itu memegang kedua tangan Rara dan berkata, "K-ka-mu... T-ol-oo-ng" Jawab wanita itu terbata bata.
Rara membalas genggaman nya, "Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Rara tersenyum.
Karin menatap heran kepada sosok yang ada di tubuh wanita itu, "Itu sosok apa Ra?" Bisik Karin.
Rara menjawab, "Sosok wanita yang semalem masuk ke Drey"
"Serius?" Tanya Karin dan Rara hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
Wanita itu membuka mulut nya kesakitan dan berkata, "T-olo-ng d-atan-g la-gi"
Saat Rara ingin bertanya lagi, Sosok itu keluar bersamaan dengan ambruk nya murid itu.
Murid itu ambruk di pelukan Rara, "Kak tolong bantu bawa ke uks" Ucap Rara dan kakak kelas itu langsung menggedong tubuh wanita itu dan membawa nya ke uks.
Setelah di uks, Rara dan Karin menunggu sampai murid itu sadar. Terlihat kakak kelas yang membawa murid itu juga belum pergi dari uks. Tak ada percakapan antara mereka. Suasana nya menjadi canggung.
Kakak kelas itu menatap asing ke mereka yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya, "Kalian murid baru ya?" Tanya kakak kelas itu mencairkan suasana.
Rara yang mendengar pertanyaan itu langsung menyimpan ponsel nya di saku, "Iya kak" Jawab Rara tersenyum manis.
"Pantes kayak baru liat, kenalin nama kakak Gery, yang ini Adam" Ucap kakak kelas itu yang bernama Gery dan Adam.
Rara juga memperkenalkan dirinya dan juga Karin, "Oh saya Rara dan ini Karin" Ucap Rara.
"Ini temen kakak?" Tanya Karin.
"Iya nama nya Mia, udah tiga hari ini dia kesurupan" Ucap Gery.
Rara terlihat heran, "tiga hari?" Tanya Rara.
"Iya" Jawab Gery.
__ADS_1
Ternyata, Murid yang bernama Mia itu sudah mengalami kerasukan sejak tiga hari terakhir ini. Dan ini pertama kali nya Rara melihat sosok wanita SMA itu merasuki kakak kelas nya.