VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Manusia Atau Bukan?


__ADS_3

Setelah satu jam, murid yang bernama Mia itu sadar, Dan Rara berniat untuk pergi ke kantin menemui Rama dan Drey, "Yaudah kak, kita ke kantin dulu ya, temen kita udah nungguin di sana"


Gery yang sedang memainkan ponsel nya, langsung menyimpan nya saat Rara berkata seperti itu, "Eh.. iya makasih ya udah bantuin" Rara dan Karin hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya sebagai jawaban.


Mereka keluar uks dan melangkah kan kaki nya menuju kantin. Sesampainya di kantin, mereka melihat Rama dan Drey yang sedang duduk di sana sambil memainkan kamera nya.


Rara dan Karin pun menghampiri mereka berdua, "Oyy sibuk amat" Ucap Rara.


Rama terlihat sedang fokus dengan kamera nya, "Kalian kemana aja baru dateng?" Tanya Rama tak menatap mereka.


"Tadi ada kakak kelas yang kesurupan, jadi kita bantuin dulu" Jelas Rara.


Rama menanggapi nya, "Oh iya gue juga liat, untung udah gue videoin, lumayan buat di upload ke channel kita, hehe"


"Jangan woi, nanti kalo kakak kelas nya ngeliat gimana? malu pasti tuh, haha" Kata Karin.


"Biarin haha" Timpal Rama.


"Oiya, btw gimana video semalem? udah lo edit Ram?" Tanya Karin.


"Belum, mungkin pulang sekolah ini gue edit sekalian di upload"


"Hm" Gumam Karin.


Disaat Rama sedang fokus dengan kamera nya, ia tiba tiba berkata, "Eh kalian tau gak? pas semalem kita di lantai atas, gue kayak ngeliat di bawah ada manusia lari ke arah belakang sekolah" Ucap Rama.


Rara yang belum mengerti perkataan Rama itu memasang raut wajah kebingungan "Hah? manusia? maksud nya?"


.


*FLASHBACK ON*


(RAMA POV)


Setelah Drey mengalami kerasukan di lantai bawah, kini dirinya bersama yang lain menuju ke atas untuk melihat ruangan kelas di sana.


Saat sudah di atas, Rama sempat melihat ke arah lapangan yang ada di bawah, terlihat gelap, sunyi, dan mencekam.


Tapi dalam kegelapan itu, mata nya menangkap sosok hitam yang sedang berlari dari lorong menuju belakang sekolah.


Ia kebingungan, "What? itu siapa? ngapain lari malem malem di tempat kayak gini?" Tanya Rama pada diri sendiri.


Lalu ia mulai menyipitkan mata nya untuk melihat lebih jelas, "itu manusia apa bukan ya? mau bilang setan, tapi kok lari lari, emang ada ya setan lari lari?" Gumam nya dalam hati.


"Kalo bener itu manusia, berarti... Wah ada yang gak beres nih"


Rama sempat mengarahkan kamera nya ke sosok yang berlari itu untuk melihat ulang nanti nya saat sudah kembali ke basecamp.


Saat melanjutkan perjalanan ke ruangan yang lain, Ia terus menerka nerka siapa sosok itu.


Entah manusia atau makhluk halus. Jika itu manusia, sungguh aneh melihat nya masuk malam malam sendirian ke sekolah terbengkalai yang di kenal angker ini.

__ADS_1


*FLASHBACK OFF*


.


"Lo serius?" Tanya Karin dengan mata membulat.


Rama menjawab keraguan Karin tanpa mengalihkan pandangan nya dari kamera nya itu, "Buat apa gue boong? Cuma gue gak bilang aja, karena gue tau, kalian itu penakut, terutama lo" Kata Rama dan beralih pandang sambil menunjuk Karin.


Karin yang di tunjuk seperti itu langsung memalingkan wajah dan melipat kedua tangan nya, "Yeee siapa bilang gue penakut!" Ucap Karin.


"Nyenye"


Rara menanggapi, "Apa jangan jangan, Pria tua yang negur kita itu?" Ucap Rara menerka.


"Gue gak tau pasti, soalnya gue kan ngeliat nya dari atas, lagian gue juga kan gak tau itu manusia apa bukan"


"Tapi pas semalem gue liat ulang rekaman nya di kamar, sosok yang sempet gue rekam dari atas itu bener ketangkep, kalo itu emang makhlus halus, mungkin 20% aja bakal keliatan, itu pun samar samar, tapi ini jelas banget kayak orang lagi lari. Dan bisa jadi 20% Makhluk halus, 80% manusia" Jelas nya dengan wajah meyakinkan.


Karin yang melihat raut wajah teman nya sudah tegang pun mencoba mencairkan suasana, "Mungkin mau numpang tenar kali haha" Sahut Karin.


"Mata mu cok"


Selain sosok wanita SMA, kini Rara kembali di buat penasaran dengan sosok yang di ceritakan Rama.


Pasal nya, selama Rara berteman dengan nya. Ia belum pernah menyaksikan Rama melihat makhlus halus.


Itu alasan Rama yang membuat nya tak takut dengan apapun. Mungkin jika Rama mau di buka mata batin nya, ia akan kaget melihat sosok menyeramkan yang selama ini Rara lihat.


"Rara.." Panggil orang itu.


Rara yang di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara, "Kak Gery" Gumam nya dan terlihat Gery menghampiri nya sambil berlari.


"Ra.. ikut.. ikut kakak ke uks sebentar yuk" Ucap Gery dengan nafas yang tak beraturan.


Rara menatap Gery kebingungan, "Ada apa kak di uks?" Tanya Rara.


"Mia.. Mia kerasukan lagi" Ucap Gery.


Rara dan Karin pun menatap satu sama lain dan menganggukan kepala nya, "Ayo kak" Kata Rara dan Karin yang beranjak dari duduk dan melangkahkan kaki nya ke uks.


Rama dan Drey yang melihat mereka berdua pergi, langsung menyusul nya, "Ra tunggu"


Rara berlari dari kantin menuju uks untuk segera membantu Kakak kelas nya yang bernama Mia itu.


Saat sampai di uks, Rara yang sedang di ambang pintu melihat Mia yang berontak saat kedua tangan dan kaki nya di pegang oleh Adam dan satu murid lain nya.


Guru agama juga terlihat sedang membacakan ayat suci sambil memegang kening Mia yang sedang di rasuki itu, "HAHAHA, AYAT SUCI YANG KAU BACA TAK AKAN MEMPAN UNTUK KU, KARENA KAU ADALAH SESEORANG YANG MUNAFIK! HAHAHA" Kata Mia dengan suara berat sambil menatap tajam ke guru agama itu.


Gery yang melihat itu segera menyuruh Rara untuk menolong nya, "Buruan tolongin Ra" Ucap Gery.


Rara yang mendapat perkataan itu langsung menghampiri Mia

__ADS_1


Rara langsung mendudukan diri di hadapan Mia, "Kalian ngapain di sini? cepat masuk kelas" Ucap guru agama itu.


"Maaf pak, biar saya bantu"


Guru agama itu terlihat ragu, "Kalian emang bisa? saya aja gak bisa" Ucap guru itu.


"Percaya aja sama mereka pak" Sahut Gery dari ambang pintu.


Guru agama itu pun mundur dengan wajah ragu dan mempersilahkan Rara untuk menolong Mia.


Rara mulai berkomunikasi dengan sosok yang ada di tubuh Mia, "Permisi..." Kata Rara, namun Mia terus berontak.


"Gimana Ra?" Bisik Karin.


"Dia gak suka di pegangin kayak gitu"


Rara menatap Adam dan satu murid lain nya yang sedang memegang erat Mia, "Emm kak, gak usah di pegangin, biarin lepasin aja" Kata Rara.


Adam dan murid itu tampak ragu, tapi saat Rara meyakinkan nya, mereka mulai melepaskan genggaman nya.


Setelah di lepas, Rara kembali berkomunikasi dengan sosok itu, "Permisi..." Ucap Rara.


Mia menatap tajam ke arah Rara seraya meraung, "HMM"


Rara yang di tatap Mia dengan bola mata yang sudah memutih pun, tak merasakan takut. I kembali menatap mata nya, "Maaf, apa bisa keluar dari tubuh wanita ini?" Ucap Rara.


"TIDAK! SEBELUM KALIAN BERHENTI MENGGANGGU TEMPAT KU!" Bentak sosok itu.


"Kami tidak pernah merasa mengganggu tempat kalian, bagaimana bisa kamu bilang seperti itu?"


"JANGAN PERNAH DATANG KE TEMPAT ITU LAGI, ATAU TUAN KU AKAN MEMBUNUH KALIAN!"


Rara kebingungan, "Tuan?" Gumam Rara dalam hati.


Karin juga ikut menanggapi ucapan sosok itu, "Maaf, Tempat mana yang sudah kami ganggu?" Tanya Karin.


"Sekolah ****" Jawab sosok itu.


Sementara Rara dan Karin langsung menatap satu sama lain seolah banyak pertanyaan dalam benak mereka.


Namun pertanyaan mereka harus di simpan terlebih dahulu karena ini bukan waktu yang tepat.


Rara melihat kalau Mia sudah tak punya banyak energi lagi, "Baiklah, apakah sekarang bisa kamu keluar dari tubuh wanita ini?" Ucap Rara.


Sosok itu menggelengkan kepala nya, "TIDAK!"


Karin yang melihat itu menjadi kesal sendiri, "Ngeyel banget sih" Kata Karin.


Rara merasa bahwa sosok ini adalah sosok yang keras kepala dan tak mau di ajak kompromi, "Baiklah, maaf ya kalau sedikit panas" Ucap Rara tersenyum dan mulai memegang tangan Mia sambil membaca ayat suci.


"AAAA LEPAS, KAU PANAS SEKALI!!! LEP-ASSS"

__ADS_1


*WOSH*


__ADS_2