VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Telat


__ADS_3

Malam yang tenang kini berganti pagi yang cerah dengan matahari yang bersinar, burung berkicau dan bunga mekar menyambut pagi itu.


Di kamar, memperlihatkan dua gadis cantik yang masih terlelap di alam mimpi nya. Karin datang ke rumah Rara kemarin sore karena orang tua nya sedang pergi ke luar kota.


Ia takut bila harus sendirian di rumah dan dirinya memutuskan untuk menginap di rumah Rara. Beberapa pakaian juga sudah di bawa dari rumah nya.


.


*KRING KRING*


Alarm ponsel berbunyi tepat di sebelah telinga gadis cantik itu yang sedang tertidur, hingga membuat nya terganggu dan membuka mata nya.


Ia mengambil dan melihat jam di layar ponsel nya, "Nggh.. jam 6:40" Gumam nya sambil memejamkan mata nya lagi.


Berselang tiga detik, gadis itu membuka mata nya lagi.


"JAM 6:40!!!" Ucap nya.


"Mati gue, bisa bisa telat ke sekolah" Gumam Rara.


Rara melihat Karin di sebelah nya yang masih tertidur, "Karin... Rin bangun woi sekolah... Karin!" Ucap nya seraya mengguncangkan tubuh Karin.


Karin merasa terganggu, "Ngghh Rara apaan sih, ganggu deh ah emm" Gumam nya sambil menutup kepala nya dengan bantal.


Rara beranjak dari ranjang nya dan mengambil handuk, "Ihhh udah jam delapan... telat ke sekolah woi" Ucap Rara.


Mendengar itu Karin terduduk dari tidur nya dan teriak, "JAM DELAPAN?!"


*BUGH* Sebuah handuk tepat mendarat di wajah Karin yang di lempar dari ambang pintu oleh Rara.


"Aduh RARA!"


"Tuh handuk nya, lo mandi di kamar gue, biar gue mandi di kamar mamah" Kata Rara menuju kamar Linda untuk mandi.


Setelah 10 menit, mereka sudah siap dengan keadaan yang masih sedikit berantakan.


.


_____


Saat menuju sekolah, Rara dan Karin terlihat terburu buru berjalan, karena bus yang mereka tumpangi tak mengantar hingga ke depan sekolah.


"Duh Ra, kok mamah lo gak bangunin sih" Ucap Karin.


"Mamah udah berangkat, buru buru kata nya"

__ADS_1


"Bi Asri kemana" Tanya Karin.


"Beli sayur ke pasar, stok di dapur abis" Jawab Rara.


.


Saat sudah sampai di dekat sekolah, terlihat gerbang nya sudah di tutup, dan mereka berhenti di sebelah warung karena takut terlihat oleh guru yang berjaga di depan.


"Aduh gimana nih Ra"


"Gue mana tau, baru kali ini telat"


Di tengah kebingungan mereka, tiba tiba seseorang datang dari belakang dan berkata, "Kalian kenapa?" Ucap orang itu. Rara dan Karin yang mendengar nya spontan menoleh ke belakang.


"Kak Adam... Kak Gery" Gumam Rara yang melihat orang itu ternyata Gery dan Adam.


"Kalian telat juga?" Ucap Gery, sedangkan mereka hanya menganggukan kepala nya.


"Nah bagus ayo ikut kita" Ajak Gery.


Mendengar perkataan Gery, mereka menatap nya kebingungan.


"Ikut kemana kak?" Tanya Karin.


Terlihat Adam menyenggol lengan Gery seperti memberi kode dengan wajah yang sulit di artikan.


.


Gery dan Adam mengajak mereka ke sebelah gedung sekolah. Dan terlihat ada dinding yang tinggi dengan tangga di sana. Mereka menghampiri nya.


Rara dan Karin terlihat masih kebingungan, "Ngapain ke sini kak?" Tanya Karin.


"Mau ke sekolah kan?" Ucap Rama dan di susul anggukan mereka berdua.


Kata Rama, "Yaudah lewat sini"


"Gue duluan" Ucap Adam.


Adam terlebih dulu menaiki tangga itu dan melompat dari dinding itu masuk ke dalam.


"Kakak duluan, nanti kakak diem dulu di atas bantu kalian buat naik sama turun nya" Ucap Gery sedangkan Rara dan Karin hanya melongo melihat nya.


Gery mulai naik dan duduk diam di atas dinding itu menunggu Rara dan Karin naik.


Gery yang sudah duduk di atas dinding itu melihat Rara dan Karin yang masih diam, "Buruan naik" Ucap Gery. Dan Karin naik lebih dulu.

__ADS_1


Saat Karin sudah berada di dalam, Rara mulai menaiki tangga. Gery mengulurkan tangan nya agar Rara meraih nya. Saat sudah di atas Rara melihat Karin dan Adam di bawah.


"Turun Ra, kakak pegangain" Ucap Gery.


"Gak mau, takut kak"


"Gapapa, Karin aja bisa, ayo"


Rara mulai memegang tangan Gery dengan erat dan mulai turun perlahan, tapi rok nya tersangkut oleh kayu hingga Rara kehilangan keseimbangan dan terjatuh "Aaaa"


Tapi Adam dengan sigap langsung mendekat ke arah nya dan menangkap tubuh mungil gadis cantik itu. Rara menutup mata nya dan merasakan tubuh nya tak menyentuh tanah.


Lalu ia membuka mata dan Rara di perlihatkan mata coklat indah yang sedang menatap nya dengan teduh. Tatapan itu membuat nya jatuh, indah dan menenangkan.


Gery masih duduk di atas dinding, "Ekhem... awas woi, gue mau loncat" Ucap Gery yang melihat adegan itu.


Pandangan Rara dan Adam langsung membuyar saat mendengar perkataan itu. Saat Gery ingin loncat tiba tiba seorang guru datang.


"Kalian ngapain di sini?"


"Ehhh ibu... sejak kapan di sini bu?"


Guru melihat Gery yang sedang duduk di atas dinding, "Kamu ngapain di atas? turun!" Dan Gery loncat dari situ. Adam masih belum sadar bahwa dirinya sedang menggendong Rara.


"Ini lagi kalian, ngapain pake gendong gendongan segala"


Mendengar itu Adam langsung sadar dan menurunkan nya, sedangkan Rara hanya tersenyum memalingkan wajah nya dengan pipi yang sudah memerah.


"Kalian ikut ibu ke ruangan!" Ucap guru itu berlalu pergi dan di susul mereka berempat.


Adam hanya menatap Gery dengan tatapan memburu. Sedangkan Gery yang tau arti tatapan itu langsung menyusul Rara dan Karin yang sudah mengikuti guru itu lebih dulu.


.


Setelah dari ruang guru, mereka di hukum untuk membersihkan toilet selama jam pelajaran pertama. Rara dan Karin membersihkan toilet wanita sedangkan Gery dan Adam toilet pria.


Rara dan Karin terlihat sedang menyikat lantai, "Tau gini mending gue pulang aja" Gumam Karin kesal.


Di tengah membersihkan toilet, Karin melihat rok belakang Rara berwarna merah, "Ra? lo lagi dapet ya?" Tanya Karin.


Rara yang mendapat perkataan itu langsung melihat belakang rok ya, "Yah tembus, gue gak bawa pembalut lagi Rin"


"Yaudah, lo tunggu sini, gue beli pembalut dulu" Kata Karin.


Karin meninggalkan Rara untuk membelikan nya pembalut, sedangkan Rara melanjutkan membersihkan toilet.

__ADS_1


Di tengah membersihkan toilet, Rara melihat dari pantulan kaca kalau di belakang nya ada sosok mengerikan sedang menatap nya.


Sosok dengan wajah yang terkelupas dari kepala sampai dagu hingga memperlihatkan tulang nya, mata nya keluar, tangan dan kaki nya patah, dan darah nya berwarna pekat kehitaman. Sosok itu datang karena mencium bau darah.


__ADS_2