VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Pengakuan Drey


__ADS_3

(Sosok itu mendekat ke arah Rara yang sedang ketakutan sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya. Ia perlahan berjalan mundur hingga tersudut ke dinding.


"Pergi... pergi"


*DEG*


"AAAA" Rara berteriak saat pundak nya di sentuh.


"Rara! lo kenapa woi?" Tanya Karin.


Rara masih belum membuka wajah nya, "Pergi! pergi!" Teriak Rara.


"Pergi kemana woi, ini pembalut lo" Hardik Karin.


Mendengar itu, Rara membuka wajah nya, "Karin..." Ucap Rara dan memeluk nya sambil menangis.


"Lo kenapa woi, kayak anak kecil deh, baru di tinggal sebentar udah kayak gini" Heran Karin.


Rara melepas pelukan nya, "Udah cepetan pake pembalut nya" Suruh Karin.


"Tungguin di situ" Rengek Rara.


"Iya, buruan sana" Ucap Karin.


Setelah selesai memakai pembalut, mereka kembali membersihkan toilet.


Di lain tempat, terlihat Gery dan Adam yang sedang membersihkan toilet pria. Adam hanya berdiri santai memperhatikan Gery yang sedang menyikat lantai toilet.


"Dam, bantuin gue kek, udah 45 menit lo diem aja" Ucap Gery.


Adam hanya menatap nya tajam. Gery mengerti arti tatapan Adam bahwa dialah penyebab mereka di hukum seperti ini.


"Iye iye ah, salah gue" Gerutu Gery.


"Kak Adam... itu bantuin Kak Gery, masa diem aja, kasian loh Kak Gery" Ucap Rara yang muncul tiba tiba dari belakang Adam.


"Biarin aja Ra, lagian ini salah kakak" Sahut Gery yang masih menyikat lantai.


Rara menghampiri Gery dan mengambil satu sikat lantai, "Tapi kan kita di hukum nya bareng bareng" Ucap Rara.


Rara membantu Gery membersihkan toilet. Sedangkan Adam masih diam melihat Gery dan Rara yang kini membersihkan toilet.

__ADS_1


Rara menyikat lantai sedangkan Gery membersihkan kloset. Adam yang melihat itu langsung menghampiri Rara.


"Biar kakak aja" Ucap Adam.


"Gak usah kak, ini kan salah Rara juga, kalo Rara gak ikut kalian, mana mungkin Rara bisa masuk ke sekolah" Ucap Rara tanpa melihat Adam.


Adam yang mendengar itu langsung mengambil sikat yang di pegang nya.


"Udah biar kakak aja"


Rara menatap Adam dan lagi lagi ia melihat mata coklat yang indah itu. Adam menatap nya dengan tatapan teduh, sungguh menenangkan.


"Woi ini toilet masih bisa liat liatan kayak gitu" Sahut Gery.


Mereka berdua mengalihkan pandangan saat mendengar Gery berkata seperti itu.


"Tunggu luar aja" Ucap Adam di susul anggukan pelan oleh Rara.


Setelah jam pelajaran pertama selesai, mereka kembali ke kelas karena hukuman sudah berakhir.


****


Jam pelajaran kedua sudah berakhir dan sekarang waktu istirahat. Rara dan Karin pergi menuju kantin untuk bertemu Rama dan Drey.


"Eh dua hari lagi kita berangkat tur, soal sekolah terbengkalai itu gimana?" Tanya Rama.


"Mending kita lupain dulu, abis dari tur, baru kita lanjut eksplore lagi" Jawab Rara.


Karin menanggapi, "Iya meskipun gue penakut, tapi sebenernya gue juga penasaran sama sekolah itu, tapi... karena ada tur, mending gue fokus refreshing dulu, lagian udah lama gue gak jalan jalan"


"Yaudah berarti abis dari tur, kita ke sekolah itu lagi ya, gue masih penasaran sama sekolah itu, kayak nya ada yang masih gunain sekolah itu deh" Ujar Rama.


"Iya gue juga mikir nya kayak gitu, apalagi pas kita nemuin sajen yang masih baru. Gue yakin bukan cuma kita aja yang dateng ke sekolah itu, pasti ada sesuatu yang kita gak tau" Ucap Rara.


Di tengah membahas sekolah itu, Drey yang sedang memainkan ponsel nya tiba tiba menanggapi percakapan mereka.


"Kalian tetep mau lanjut?" Tanya Drey.


Mereka bertiga yang mendapat pertanyaan itu hanya diam dan menatap satu sama lain.


Drey menyimpan ponsel nya, "Gue cuma ingetin aja, hati hati" Ucap Drey pelan tapi menusuk.

__ADS_1


Rama berkata, "Kalo lo gak mau ikut gapapa Drey, gue ngerti kok"


Drey tersenyum, "Lo tau kenapa gue hilang pas malem itu?" Tanya Drey.


Lagi lagi pertanyaan Drey mampu membuat mulut mereka bungkam.


Drey mulai menarik nafas panjang...


*FLASHBACK ON*


Saat mereka menemukan Sajen, perasaan Drey semakin tak enak. Ia merasa ada yang mengawasi nya dari belakang saat yang lain sedang fokus ke Sajen tersebut. Drey memincing kan mata nya ke segala arah dan dia melihat sosok berpakaian jubah hitam di balik pohon.


Sosok itu mengintip dan hanya memperlihatkan setengah tubuh nya saja. Sosok itu terlihat sedang mengawasi mereka dari balik pohon.


Saat Drey ingin memberitahu yang lain, Rama sudah lebih dulu menimpal niat Drey, "Ayo lanjut ke sana" Ucap Rama.


Drey mengurunkan niat nya untuk memberitahu dan mengikuti yang lain melanjutkan eksplore. Sebelum lanjut, ia sempat melihat lagi ke arah sosok yang berdiri di balik pohon tapi sosok itu sudah menghilang.


Saat melanjutkan, mereka mendengar teriakan dari arah lapangan. Mereka menatap satu sama lain sebelum akhirnya berlari menuju lapangan untuk mengecek sumber suara itu.


Drey yang berada di posisi belakang dengan Rara, Karin dan Rama di depan nya. Ia berlari menyesuaikan kecepatan mereka.


Namun saat berlari, tiba tiba Drey di tarik oleh seseorang. Mata nya di tutup, mulut nya di bekap, tangan dan kaki nya juga di ikat.


Setelah seseorang yang menarik Drey membuka tutup mata nya, Ia melihat di hadapan nya sudah ada seorang pria bersimpuh dengan posisi sama seperti Drey. Tangan dan kaki nya di ikat, namun tanpa busana.


Tak hanya itu, ada sosok berpakaian jubah hitam berdiri tepat di sebelah pria yang berhadapan dengan Drey. Sosok itu memegang sebuah pisau. Drey mencoba melihat wajah sosok itu tapi yang terlihat hanyalah hidung dan bibir nya saja.


Sosok itu bertanya, "Apa kau ingin hiburan?" Terdengar suara nya bahwa ia adalah seorang wanita. Namun Drey hanya diam dan mata nya mulai berkaca kaca.


Sosok itu menjambak rambut pria itu dengan kasar hingga mendongak ke belakang. Drey melihat tatapan mata pria itu memohon tapi ia tak bisa bicara karena mulut nya di sumpal dengan sesuatu.


Sampai akhir nya, sosok itu mengayunkan pisau nya ke arah leher pria itu dan menggesek nya dengan brutal hingga darah segar muncrat mengenai Drey. Seperti menyembelih hewan.


Drey tak bisa berbuat banyak karena posisi ia juga sama seperti itu, atau mungkin ini adalah malam terakhir bagi diri nya.


Ia terus menangis tanpa suara melihat kejadian itu, sampai akhirnya padangan nya menggelap dan ia pingsan karena di pukul keras seseorang dari belakang.


*BUGH*


"Gimana? sudah aman?" Tanya seseorang.

__ADS_1


"Bawa anak dan mayat ini ke toilet dan kunci pintu toilet itu" Jelas wanita itu yang memakai jubah hitam.


*FLASHBACK OFF*


__ADS_2