Wanita Masa Lalu Suamiku

Wanita Masa Lalu Suamiku
Episode 1 Badai


__ADS_3

Karya R. Fardhany. S



Angin laut berbisik merdu. Deburan ombak pantai Teluk Penyu terdengar sampai sini. Malam ini begitu dingin.


Aku melihat ke jendela. Hujan rintik-rintik mulai turun. Kunikmati rintik hujan yang turun berloncat-loncatan mesra di atas Genteng rumahku. Malam ini tubuhku menggigil hebat kedinginan. Kuambil selimut dari samping suamiku yang sedang tertidur pulas.


Aku melihat smartphoneku, rupanya jam 20.00 WIB ini suhu ruangan 21 derajat Celcius. Tapi kenapa ya aku merasakan hawa sangat dingin. Seperti firasat sesuatu yang tak enak akan terjadi padaku.


Bau harum tanah guyuran air hujan mengundangku melihat jendela. Pemandangan ombak bergulung-gulung dan lampu-lampu perahu nelayan terlihat dari jendela kamarku yang berada di lantai tiga.


Aku duduk terpekur mengingat kembali perkataan Dhea padaku tadi.


"Li, kemarin aku melihat suamimu di acara reuni kampus loh. Kok suamimu duduk menempel dekat sekali dengan seorang wanita ya?! Aku sampe risih lihatnya loh Li. Aku nggak sengaja melihat mereka saling bertatapan mata begitu berbinar-binar penuh nafsu. Aku juga melihat sesekali tangan suamimu mencubit wajah wanita itu. Wanita itu justru semakin menempelkan diri pada bahu suamimu. Mereka tertawa-tawa. Entah apa yang mereka bicarakan. Saat itu aku hanya melihat mereka dari jauh. Aku kaget Li lihatnya. Kenapa kamu nggak ikut acara reuni kampus suamimu?! Pernikahan kalian baik-baik saja kan?!" Ujar Dhea sambil sesekali nafasnya naik turun menahan amarah.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum menimpali pertanyaan sahabat baikku. Aku tahu belakangan ini suamiku agak berbeda. Dia lebih sering asyik dengan smartphone daripada bercengkrama denganku, sepulang dari kantor. Aku tak mau berpikir negatif, mungkin memang ada urusan dengan orang lain, hingga perlu memakai smartphone. Aku tak suka ambil pusing.


Aku mengambil nafas dalam-dalam mencoba mencerna kata-kata Dhea. Aku lihat suamiku dari tempatku duduk.


Suamiku tampak begitu pulas. Aku melihat wajahnya yang amat lelah. Gurat-gurat urat di pipinya menunjukkan seharian ini banyak hal berat yang telah dilaluinya.


Hingga tak sengaja bola mataku melihat smartphone suamiku. Dia tertidur sambil menggenggamnya. Kebiasaan buruk. Dia selalu saja begitu. Selalu tidur sambil menggenggam smartphone.


Aku sudah berkali-kali mengingatkan dia, untuk menjauhkan smartphone saat tidur. Tentu saja ia yang cerdas tahu bahwa gelombang elektromagnetik smartphone itu bisa merusak otaknya.


Smartphone digenggamnya aku ambil. Seperti biasanya aku hendak mengaktifkan mode pesawat agar tidak ada gelombang elektromagnetik dari smartphone yang memancar.


Saat kubuka smartphone, tak sengaja terbuka aplikasi WhatsApp. Aku melihat chat di WhatsApp. Aku baca chat itu. Aku seolah disambar petir ketika membaca isi chat. Suamiku chat dengan seorang wanita. Suamiku mengirimkan pesan pada wanita itu.


Aku baca chat itu scroll ke atas dari mulai mereka chating. Pesan yang dikirimkan suamiku begitu membakar jiwaku. Hatiku bergemuruh hebat. Percik-percik api dalam hatiku mulai berkobar-kobar seperti api milik Portgas D Ace dalam anime One Piece. Gigi-gigiku saling beradu bergelemletuk seiring desir-desir darah panas bergejolak dalam jiwaku. Air mataku terus menetes.

__ADS_1


***


#ShareBoleh


#NoCopas


Silahkan tinggalkan jejak komentar kritik saran dan vote untuk mendukung keberlangsungan karya ini.


Salam cinta Allah


Fardhany


***


__ADS_1


Ingin meminang bajunya hubungi WhatsApp 081227298941


__ADS_2