Wanita Masa Lalu Suamiku

Wanita Masa Lalu Suamiku
Episode 20 Serba Putih


__ADS_3

Aku memperhatikan ke sekelilingku semuanya serba putih. Aku melihat ada seorang wanita yang sedang tidur dengan selang oksigen dipasang di hidungnya. Aku melangkahkan kaki untuk melihatnya.


Jantungku mencelos. Seorang wanita itu adalah diriku sendiri. Apakah aku sudah mati? Apakah ini berarti arwahku sudah keluar dari jasadku. Apa aku sedang mengalami NDE (Near Death Experience) seperti pengalaman spiritual Anita Moorjani yang pernah aku lihat di sebuah video? Entahlah aku tak tahu.


Aku melihat seseorang memasuki ruangan serba putih. Ya Allah, ternyata itu bapakku datang menjengukku. Aku coba mendekati bapak dan menyentuhnya. Sekali lagi jantungku mencelos. Tangangku tembus tak bisa menyentuh tubuh bapakku. Air mataku mengalir deras. Inginku berteriak sekencang-kencangnya bahwa yang menusuk perutku adalah Bram.


"Ah dimana Bram ya?!" Batinku bergejolak.


Tak lama bapak keluar ruangan serba putih kemudian nampak seseorang masuk.


"Bram kah itu?!" Aku memekik tercekat.


"Liana teruslah kamu tertidur selamanya. Jangan harap ada pangeran tampan yang akan membangunkanmu seperti dongeng putri tidur." Bram terkekeh-kekeh.


"Sial benar kau Bram!" Aku meninjunya berkali-kali namun, hanya udara yang aku tinju.


Bram keluar dari ruangan serba putih. Aku kembali sendirian menatap seorang wanita yang tak lain diriku sendiri.


"Hai Liana ternyata penampakanmu seperti ini ya. Kau benar-benar malang karena kebodohanmu sendiri. Seharusnya Bram kau tendang saja dari perusahaan sejak awal. Ah sudahlah nasi sudah menjadi bubur." Aku berkata pada ragaku yang sedang koma.


"Aku ingin bertemu bapak. Aku sangat merindukan bapak. Lebih baik aku menemuinya di luar ruangan ini." Aku melangkah menembus pintu ruangan serba putih.

__ADS_1


Kudapati bapak sedang duduk sambil menengadah ke langit berdoa tak henti-hentinya. Sesekali bulir-bulir bening air mata jatuh dari dagunya yang mengkriput.


"Oh bapak, baru kusadari sayangmu amatlah besar." Air mataku ikut meleleh deras.


Aku dekati bapak dan bersimpuh di bawah telapak kaki bapak.


"Maafkan anakmu ini pak yang belum bisa berbakti. Maafkan aku pak...." Isakku hanya bisa kudengarkan sendiri.


Lama sekali aku bersimpuh di kaki bapak sambil memejamkan mata. Hingga sebuah suara yang aku kenal mengagetkanku.


"Liana sayang ini sudah menjadi suratan takdir Allah." Suara itu berbisik halus dan lembut di telingaku.


Perlahan-lahan aku membuka kedua kelopak mataku yang bulat.


"Iya Liana sayang, ini ibumu." Suara lembut itu dari sosok bersinar terang di sampingku.


Aku bergegas memeluk ibu. Aneh. Aku bisa memeluk ibu, tapi kenapa bapak enggak bisa aku peluk?! Aku memeluk ibu sangat erat sambil berpikir keanehan ini. Aku baru menyadari ibu sudah meninggal. Aku bisa memeluk ibu, apa berarti alamku dan alam ibu sama? Apa aku benar sudah mati?


"Nak, tidak usah menyesali apa yang sudah terjadi. Semua ini sudah suratan takdir Allah. Semuanya ada hikmahnya, sayang. Tak usah menghukum dirimu dengan melontarkan kata-kata negatif pada dirimu sendiri." Ibu berbisik di telingaku seraya mengelus-elus punggungku.


Air mataku mengalir lebih deras. Rasa rindu yang membuncah hebat kepada ibu seolah terobati. Jika nanti akhir hidupku seperti ini matiku, aku sudah ikhlas. Aku hanya berharap Bram mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatannya.

__ADS_1


Melihat ragaku di ruangan serba putih dan diperlihatkan semua kesalahanku hingga aku mengalami kejadian ini adalah suatu proses untuk belajar ikhlas. Proses dimana aku belajar mencintai diriku sendiri seutuhnya. Aku hanya bisa pasrah saja pada Allah, bagaimana akhir hidupku.


***


Hai reader :)


Episode 1-20 adalah preview dari novel Wanita Masalalu yang aku post di Wp dan Noveltoon. Alhamdulillah novelnya sudah masuk penerbit dan proses editing. Jadi untuk yang tertarik kelanjutannya, silahkan dipinang novelnya nanti yang sudah terbit.


Insya Allah nanti ada info dibuka pre-order novelnya.


Terimakasih untuk semua pembaca. Maaf sudah tidak bisa next lagi ya. Tadinya preview hanya kuberikan 7 episode, tapi karena aku sayang sama pembacaku jadinya aku bonus sampai 20 episode. Semoga suka.


Salam cinta Allah


Fardhany


17:35 WIB


Ahad, 03 Mei 2020


Cigaru Bersyukur

__ADS_1


Untuk Waiting list (daftar tunggu) pembelian novel hubungi WhatsApp 081227298941



__ADS_2