
Teriakan Liana yang sangat keras terdengar oleh para tetangganya. Sembilan orang tetangga terdekat pun berlarian menuju rumahnya.
"Bu Liana kenapa pak?!" tanya para tetangga ke pak satpam.
Saat melihat ada pisau yang menancap di dalam perut Liana. Tetangga pun terkejut.
"Ada maling kah pak?!" tanya para tetangga lagi sambil melihat ke sekeliling rumah dengan kaca pecah berhamburan.
"Sepertinya iya." jawab pak satpam sambil menyisir wilayah mencari-cari apakah ada jejak maling yang bersembunyi di pepohonan rindang yang ditanam di depan rumah majikannya.
Liana masih tergeletak pingsan di lantai samping pintu ruang tamu. Bersyukurnya saat pintu didobrak pak satpam, pintu itu tak mengenai badannya yang berada dekat dengan pintu.
Beberapa menit kemudian ambulan berwarna putih pun datang. Petugas ambulan berbaju warna putih segera turun dari ambulans sambil membawa tandu. Liana dibawa ke dalam ambulans oleh petugas. Bram ikut masuk ke dalam ambulans.
Ambulans melaju ke jalan raya menuju rumah sakit terdekat. Petugas ambulan melakukan pertolongan pertama pada luka di perut Liana. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, ia masih tak sadarkan diri.
Berbagai peralatan medis dipasang di tubuh Liana. Mulai dari infus dipasangkan ke tangan kiri. Denyut nadinya sangat lemah. Petugas bahkan perlu melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Resusitasi jantung paru (RJP) merupakan langkah pertolongan medis untuk mengembalikan fungsi napas atau sirkulasi darah di dalam tubuh yang terhenti. Resusitasi jantung paru bertujuan menjaga darah dan oksigen tetap beredar ke seluruh tubuh.
__ADS_1
RJP atau yang dalam Bahasa Inggrisnya CPR, biasanya dilakukan kepada orang-orang yang mengalami henti jantung serta tidak mampu bernapas secara normal. Tandanya bisa terlihat dari tiba-tiba pingsan dan tidak merespons ketika dipanggil. RJP perlu dilakukan pada mereka yang tidak bernapas atau denyut nadinya terhenti setelah mengalami kecelakaan, tenggelam, atau serangan jantung.
Selain itu, RJP juga wajib diberikan jika orang yang mengalami kecelakaan tidak bergerak atau tidak merespons tindakan penyadaran yang diberikan orang lain.
***
Petugas ambulans mengecek lagi denyut nadi dan denyut jantung. Namun, tak terdeteksi. Dia langsung melakukan tindakan kompresi dada. Tindakan ini dilakukan apabila tidak ditemukan denyut nadi atau detak jantung pada orang yang tidak sadarkan diri. Dia melakukan pertolongan pertama dengan teknik RJP dimulai dengan melakukan kompresi dada.
Dia meletakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada Liana kemudian tangan yang lainnya ditaruh di atas tangan yang pertama. Kemudian dia mengeratkan jari-jari kedua tangan dan melakukan penekanan dada sedalam 5-6 cm, kemudian dilepaskan. Dia mengulangi pemberian tekanan di dada sebanyak 100-120 kali tekanan tiap menit hingga Liana menunjukkan respons.
Selanjutnya dia melakukan tindakan RJP yang kedua dengan cara mengupayakan membuka jalur pernapasan Liana. Dia mendongakkan kepalanya, lalu kedua tangan diletakkan di dahinya. Setelah itu, ia mengangkat dagunya dengan lembut untuk membuka dan mengamankan saluran pernapasannya.
Kompresi dada terus dia lakukan hingga perangkat gawat darurat yang disebut AED (Automated External Defibrillator) siap digunakan.
Ketika hendak memasangkan AED, dia memastikan tubuh Liana dan kondisi disekitarnya sudah benar-benar kering. Dia melepaskan pakaian dan benda lain yang menempel pada tubuh Liana.
Setelah itu, dia menyalakan alat AED. Alat AED akan memberikan panduan dalam bentuk suara mengenai langkah demi langkah yang harus dilakukan.
Terdapat dua lempeng elektroda AED yang harus ditempelkan ke dada penderita sesuai posisi yang tampak pada gambar di AED.
__ADS_1
Dia menyambungkan kabel lempeng elektroda agar tersambung langsung ke AED.
Setelah elektroda terpasang, dia menghentikan RJP dan menekan tombol ”analisis". Dia memastikan tidak ada yang menyentuh tubuh penderita selama AED menganalisis denyut jantungnya. Hal ini untuk mencegah kesalahan analisis AED.
Setelah analisis selesai, AED akan menginformasikan kepada penolong apakah penderita perlu diberi kejutan listrik atau tidak. Jika alat AED menyebutkan bahwa penderita perlu diberi kejut listrik, pastikan bahwa sudah tidak ada penolong yang menyentuh tubuh penderita sama sekali, lalu tekan tombol "shock" di AED untuk memberikan kejutan listrik.
Setelah memberikan kejut listrik, alat AED akan memberikan arahan kepada penolong untuk memeriksa pernapasan dan denyut nadi penderita. Jika belum kembali, AED akan meminta penolong untuk melanjutkan RJP. Setelah dua menit, AED akan kembali menganalisis denyut jantung penderita dan menentukan apakah dibutuhkan kejutan listrik lagi.
"Shock!" Petugas memberikan kejutan listrik di dada Liana berkali-kali. Denyut Jantung Liana belum kembali.
***
Referensi:
https://www.alodokter.com/pengetahuan\-resusitasi\-jantung\-paru\-harus\-menjadi\-bekal\-tiap\-orang didownload jam 10.00 hari Minggu tanggal 15 September 2019
https://www.alodokter.com/begini\-cara\-menggunakan\-alat\-aed\-yang\-benar didownload jam 10.05 hari Minggu tanggal 15 September 2019
__ADS_1
Pembaca bisa dukung penulis dengan beli jualan saya di https://www.azraproperti.net/?agen\=397
Info lengkap hubungi 081227298941