Wanita Masa Lalu Suamiku

Wanita Masa Lalu Suamiku
Episode 11 Penusukan


__ADS_3

"Aaah!" Aku merintih kesakitan. Sementara perutku mengeluarkan darah segar membasahi tubuhku.


"Enak bukan rasanya?! Itu akibatnya jika kamu merendahkan aku!" Ucap suamiku berbisik tepat di telingaku.


"Bram kau jahat!" Desisku menggelepar di lantai menahan rasa sakit yang mulai menjalar ke seluruh tubuhku.


"Tentu saja aku jahat. Aku menikmati berbuat jahat padamu. Apa kamu baru sadar?" Suamiku berbisik sambil menghapus air mata yang menetes di pipiku.


"Kenapa kau lakukan ini Bram? Aku tulus mencintaimu." Tanyaku sementara air mataku terus menetes membasahi pipiku dan darah di perutku terus merembas di bajuku.


"Kenapa ya? Tentu saja karena kau merendahkan aku di kantor. Kau tak pernah tahu kan rasanya dicampakkan dan semua orang mencibirku karena ulahmu di kantor." Desis suamiku menunjuk telunjuknya padaku dengan nada suaranya yang mulai meninggi.


"Kau memang pantas mendapatkan itu!" Jawabku dingin. Aku tak peduli lagi apakah aku akan mati di tangannya. Namun, rasa sakit yang kurasakan karena perutku ditusuk pisau oleh suamiku, bukan lah apa-apa. Hatiku yang terdalam jauh lebih sakit atas penghianatan suamiku.


"Kau juga pantas mendapatkan ini. Liana kau sebentar lagi akan menuju ke gerbang kematian. Aku juga sudah lelah berpura-pura mencintaimu. Sebenarnya, mencium bau badanmu saja, aku ingin muntah. Sudah cukup lima tahun lamanya aku berpura-pura menjadi suami terbaikmu agar aku bisa menguasai hartamu. Apa kamu pikir, aku benar-benar mencintaimu?! Kau bodoh! Karena kebodohanmu juga, sekarang kamu akan mencicipi liang lahat." Bisik suamiku di telingaku sambil tersenyum jahat.

__ADS_1


"Kau tidak akan pernah mendapatkan apa yang kau inginkan! Kau akan mendapatkan petaka karena melakukan ini Bram!" Desisku menatapnya dengan tatapan dingin.


"Silahkan saja menyumpahiku. Apa kamu lupa? Sertifikat hak milik rumah ini sudah menjadi atas namaku. Bukankah kamu sendiri yang menuliskannya? Setelah kamu mati tentu semua hartamu, perusahaanmu akan menjadi milikku. Bodoh!" Bisik suamiku sambil menatapku sadis seperti Elang melihat buruannya menikmati rasa sakit yang sedang kurasakan.


"Tolong!" teriakku.


"Hustttt!" Tangan suamiku tiba-tiba menutup mulutku.


"Apa kamu takut mati Liana?!" Tanya suamiku dingin. Hawa iblis haus darah mengalir di tubuhnya dan terasa dalam tubuhku. Tubuhku merinding. Ini pertama kalinya aku melihat sosok suamiku seperti drakula yang hendak mengigit mangsanya.


"Bram tolong aku. Apa kau tidak kasihan Ara kehilangan ibunya?" Aku mencoba bernegosiasi menenangkan kemarahan suamiku.


"Aku bisa mencarikan ibu baru untuk Ara. Kau ini sudah tidak ada gunanya buatku. Buat apa kamu hidup?" Desis suamiku sambil tersenyum.


"Lihat saja Bram, kau akan membusuk di penjara karena melakukan ini!" Desisku kesal sementara badanku mulai lemas karena kehabisan darah.

__ADS_1


"Lihat saja alam baka akan segera menyapamu." Suamiku mendekatkan wajahnya ke wajahku sambil tersenyum mengerikan.


Suamiku berjalan meninggalkan aku yang terkapar di lantai. Aku meringis kesakitan. Tiba-tiba dia kembali dengan sebotol alkohol 70% dan kapas. Apa yang akan suamiku lakukan?


"Setidaknya jejak di pisau ini harus aku hapus." Ujarnya sambil suamiku mengelap menghapus jejak di pisau yang masih menancap di perutku menggunakan kapas yang dibasahi alkohol 70%.


***


Buku Strong and Happy In the Time of Crisis  (Kuat dan Bahagia di Saat Krisis) salah satu referensi dari novel ini.


Mau meminang bukunya dan dapatkan 11 bonus luar biasa bermanfaat hubungi WA 081227298941



__ADS_1


__ADS_2