WANITA YANG KAU SIA-SIA

WANITA YANG KAU SIA-SIA
Chapter 10


__ADS_3

Brak!


Andra menggebrak meja makan, saat Rara sedang menikmati makan malam yang ia bungkus saat bertemu kakak iparnya tadi sewaktu di restoran.


Rara tak menoleh juga tak bergeming sedikitpun, rasa hatinya sudah hampa dan terbiasa menerima perlakuan buruk dari sang suami sedari dulu namun ia masih berfikir positif sampai akhirnya ia benar benar mengetahui sendiri jika sang suami telah bermain dengan wanita lain di belakangnya.


"Kamu apa apaan sih Ra? Maksud kamu apa bilang ke ibu kalo ibuku dan Lili hanya numpang di rumah ini." ucap Andra dengan nada tinggi, wajahnya merah padam akibat menahan amarah.


Rara masih diam tak menjawab ucapan Andra, ia menikmati setiap kunyahan ayam yang masuk ke dalam mulutnya.


"Kalo makin lama makin nglunjak ya sekarang, udah nggak bisa di biarin lagi kamu. Dasar istri sampah, gak guna, gak tau diri!" bentak Andra sembari melempar piring kaca yang Rara gunakan untuk makan.


PYAR!


Suara piring pecah yang di banting oleh Andra.


Nasi berserta ayam dan juga lauk pauk lainnya berserakan di lantai, Rara masih diam duduk manis di kursi sembari tangan kanannya memegang sebuah sendok.


"Andra! Kamu apa apaan sih banting banting piring." ucap bu Sarah yang baru keluar dari kamar karena mendengar keributan di meja makan.


"Ibu nggak usah ikut campur, lebih baik ibu masuk ke dalam kamar lagi aja." ucap Andra pada sang ibu.

__ADS_1


"Oh lagi ngadepin istri kamu yang nggak becus ngrawat suami dan gak tau diri itu yah? Bagus deh, kalo perlu usir dia sekarang dari rumah ini biar jadi gembel di jalanan sama anaknya yang suka berisik banget kalo nangis." ucap bu Sarah dengan senyum jahatnya, lalu berbalik badan bergegas menuju kamarnya.


"Kamu punya mulut tuh buat ngejawab, jangan buat makan aja. Pantes tubuh udah kaya gajah duduk, kerjaan kamu cuman makan tidur makan tidur terus. Suami mana yang nafsu punya istri kaya kamu, liatnya aja udah enek banget." ucap Andra.


Hati Rara seperti teriris mendengar ucapan laki laki di sampingnya yang telah menghiati rumah tangga mereka, namun sebisa mungkin Rara menahan air matanya agar tak menetes dan terlihat lemah di hadapan orang orang yang ada di rumah ini karena ia sudah tak mau di injak injak lagi.


"Kenapa? Karena aku gak secantik selingkuhan kamu? Apa karena aku gak seseksi selingkuhan kamu?" ucap Rara meletakan sendoknya di atas meja.


Mata Andra membelalak mendengar penuturan dari Rara, karena ternyata benar apa kata Jihan jika Rara telah mengetahui bahwa dirinya telah menghianati pernikahan mereka.


"Kamu ngomong apaan sih, ngaco banget!" ketus Andra.


"Hem... Ngaco? Oh iya, tadi ibu kamu bilang, nyuruh kamu buat ngusir aku dari rumah ini biar aku sama Vio jadi gelandangan. Enggak salah tuh?" ucap Rara sedikit meledek.


"Kamu jangan nuduh sembarangan dong! Aku emang gak nafsu sama kamu karena tubuh kamu udah kaya gajah, tapi bukan berati aku udah selingkuh." ucap Andra menunjuk wajah Rara.


Rara tersenyum sinis.


"Kok bisa ya dulu aku jatuh cinta sama orang kaya kamu? Udah gitu satu keluarga pada nggak punya hati semua." ucap Rara.


"Udah deh kamu nggak usah ngaco dan nggak usah mulai ngomong yang nglantur! aku tegesin sekali lagi sama kamu, jangan pernah ninggalin tugas kamu beres beres rumah, masak, nyapu, ngepel, apapun itu yang kamu lakuin kaya biasanya. Toh uang udah aku kasih, enak banget kamu udah di kasih uang buat masak sama belanja keperluan rumah malah ongkang ongkang aja gak mau masak buat keluarga aku." ucap Andra.

__ADS_1


"Oh, uang yang kamu kasih satu juta itu?" tanya Rara menoleh mentap Andra.


"Ya iya lah, pakek nanya lagi." ucap Andra.


Tanpa menjawab lagi, Rara langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Heh! Bener bener udah kurang ajar ya kamu!" teriak Andra saat Rara tak memperdulikannya yang sedang berbicara.


Beberapa menit kemudian, Rara datang ke kamar Andra membawa beberapa lembar uang pecahan seratus ribu.


Ceklek!


Rara membuka pintu kamar Andra yang tidak terkunci, lalu melempar beberapa lembar uang ke arah Andra.


"Tuh, dua juta. Suruh ibu sama adik kamu yang manja itu buat ngurus keperluan rumah buat mereka sendiri, bilangin sama mereka kalo numpang di rumah orang harus tau diri. Dan satu lagi, jangan pernah nyuruh nyuruh aku lagi karena aku bukan babu kalian. Aku bebas kemana kemari sesuka hati aku, dan kalo kamu mau cerai silahkan keluar dari rumah ini karena rumah ini adalah milikku. Surat perceraiannya biar aku urus kalo kamu mau."


"Ups, jangan lupa beresin pecahan piring sama sisa makanan yang berserakan di lantai meja makan. Kamu yang ngebuang, kamu juga yang harus berani mungutin." ucap Rara tersenyum lalu berjalan pergi meninggalkan kamar Andra.


Andra melongo memdengar ucapan Rara yang tak pernah ia sangka, jika wanita yang selama ini patuh padanya bisa memberontak karena sakit hati setelah mengetahui hubungannya dengan Jihan.


Baru keluar dari kamar lelaki yang masih menjadi suaminya itu, air matanya mulai menetes membasahi pipi chubby miliknya.

__ADS_1


Hatinya benar benar hancur dan terluka, pria yang selama ini ia puji puji dan ia banggakam di depan keluarganya justru perselingkuhanlah yang ia dapatkan.


__ADS_2