WANITA YANG KAU SIA-SIA

WANITA YANG KAU SIA-SIA
Chapter 15


__ADS_3

"Sayang, itu jusnya Rara kan udah selesai. Mas mau ke kamar mandi bentar ya, lagi pengen boker nih. Kamu anter ke kamar Rara sendiri nggak apa apa ya? Kamar Rara di atas, dari tangga ini kamu liat pintu pertama itu udah kamar Rara." ucap Amdra mengacak rambut Jihan lembut.


"Iya mas, kamu ke kamar mamdi aja dulu. Aku berani kok." ucap Jihan tersenyum.


"Oke sayang, bentar ya." ucap Andra berlalu keluar dapur menuju ke kamar mandi.


Jihan tersenyum licik, ia melihat ke arah rak yang tersusun rapi tempat Rara biasa menyimpan bumbu dapur. Kemudian ide gilanya muncul, ia mengambil wadah kaca berbentuk bulat yang terdapat tulisan GARAM di bagian depannya.


"Mampus lu, emamg enak." ucap Jihan menuangkan dua sendok makan garam ke dalam jus jeruk yang baru saja ia buat, ia mengaduk jus jeruk itu lebih cepat agar garam yang baru ia masukan segera larut dengan cepat.


Jihan segera meletakan segelas jus jeruk itu di atas nampan kecil, lalu membawanya ke luar dapur menaiki anak tangga menuju ke kamar Rara.


Di dalam kamar, Rara menangis sejadi jadinya. Entalah lah, ia tak bisa menggambarkan perasaan hatinya saat ini. Saat ia mati matian memperjuangkan cintanya untuk Andra agar sang ayah merestui mereka untuk menikah dengan janji akan hidup bahagia setelah menikah, namun sekarang semuanya berubah seratus delapan puluh derajat tak seperti harapan Rara dahulu. Namun siapa yang tau takdir ke depannya, ia hanya bisa berencana saja namun Tuhan lebih bisa memutar roda kehidupan rumah tangganya.


"Sayang, mama sayang Vio nak. Terima kasih sudah hadir di hidup mama, semoga kelak kamu tidak menyesal telah lahir dari rahim mama nak." ucap Rara mencium lembut dahi putri kecilnya.


Sedangkan putri kecilnya masih fokus menyusun puzzel, meski potongan puzzel puzzel itu salah tempat saat Viona menyusunnya.


Tok Tok Tok.


Jihan mengetuk pintu kamar Rara dengan keras, hatinya benar benar dongkol karena Rara telah menganggapnya babu terlebih Andra tak bisa membela dirinya saat harga dirinya di injak injak oleh Rara secara langsung.

__ADS_1


Tok Tok Tok.


Ketuk Jihan lagi saat Rara tak kunjung membuka pintu kamarnya.


"Dia tuli apa gimana sih, udah ketuk ketuk dari tadi juga nggak di buka. Uh! nyebelin." ucap Jihan sembari kakinya ingin menendang pintu kamar Rara.


Tapi tiba tiba Rara membuka pintu.


"Kamu ngapain mbak?" tanya Rara menyipitkan matanya curiga.


"Oh, enggak bu Rara. Ini, kaki saya pegel jadi saya gerak gerakin terus." ucap Jihan terpaksa tersenyum.


"Oh, ya udah kalo gitu. Jusnya aku ini kan?" ucap Rara sudah tak ingin berbicara sopan lagi pada Jihan, rasanya muak menatap wajah Jihan yang memakai lipstik merah cabai pada bibirnya yang terlihat sangat menor.


Rara mengambil segelas jus jeruk itu dari nampan yang Jihan bawa, tapi dengan sengaja Rara merenggangkan jarinya agar segelas jus itu jatuh.


PYAR!!


Mata Jihan seketika membulat sempurna ketika gelas yang berisi jus jeruk rasa asin yang ia bawa itu jatuh, bahkan jus jeruk itu mengalir membasahi high hills miliknya.


'Sial, bener bener kurang ajar banget nih anak raksasa. Nambah nambahin kerjaan gue aja deh.'

__ADS_1


Batin Jihan kesal, raut wajahnya berubah marah namun hanya bisa diam menahan amarahnya.


"Yaaahh, maaf ya mbak. Tangan saya basah jadi licin pegang gelas, jadi jatoh deh kenek sepatu kamu lagi." ucap Rara berekspresi cemberut.


"Em, iya udah bu nggak apa apa." ucap Jihan yang langsung menghentak hentakan kakinya pelan supaya percikan jus jeruk yang masuk ke dalam hillsnya bisa keluar.


"Rara!" Teriak Andra yang baru saja menaiki anak tangga.


"Kenapa mas? Maaf ya, aku ngejatohin jusnya. Aku gak sengaja." ucap Rara dengan wajah memelas.


"Huuuuuuffftt..." Andara menghembuskan nafasnya pelan, malam ini kesabarannya benar benar di uji oleh Rara.


Rasanya ia ingin memaki maki Rara atau bahkan menampar pipinya agar istrinya itu tak bersikap berlebihan pada kekasih hatinya, namun apa boleh buat Rara berkuasa akan semuanya. Ia harus memikirkan ide dahulu agar bisa menguasai aset aset Rara, setelah itu baru akan menceraikan Rara.


"Ya udah, biar aku bantu bersihan ya Han." ucap Andra.


"Loh, kenapa kamu bantuin dia mas? Itu kan emang udah tugas dia sebagai asisten rumah tangga, kenapa kamu bantuin?" tanya Rara menatap suaminya tajam.


"Ya enggak papa, kan kasian Jihan ini masih baru kerja di rumah ini. Masa kamu tega sih?" ucap Andra mengelak.


"Ya aneh aja mas, tumben banget kamu mau turun tangan sendiri biasanya juga gak mau ngapa ngapain. Ya udah kalo gitu, aku mau istirahat dulu ya mas udah ngantuk banget soalnya" ledek Rara yang kemudian menutup pintu kamarnya, tapi ia masih bisa melihat dengan jelas suaminya itu membantu Jihan membersihkan serpihan gelas dan mengepel lantai dari cctv.

__ADS_1


Rara tersenyum melihat ekspresi dua sejoli yang sedang di mabuk cinta ini harus membersihkan bersama minuman yang tumpah di depan pintu kamarnya.


__ADS_2