WANITA YANG KAU SIA-SIA

WANITA YANG KAU SIA-SIA
Chapter 23


__ADS_3

Ceklek!


Rara masuk ke dalam rumah, namun sendirian tidak dengan Viona putri semata wayangnya. Sang Ayah mengajak cucunya untuk menginap di rumahnya, toh Viona sangat dekat dengan pak Sigit.


"Ra, buatin mie kuah atau mie goreng dong." ucap Lili yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Emang pembantu baru itu ke mana?" Rara menghentikan langkah tepat di samping sofa tempat Lili duduk.


"Gak tau juga gue, kayaknya sih lagi keluar sama ibu sama mas Andra. Tau, bangun bangun udah gak ada orang di rumah." jawabnya.


"Emang kamu belom makan?" tanya Rara menatap Lili iba.


Lili mengangguk.


"Iya, baru sarapan tadi pagi doang." ucap Lili.


"Ya udah, ke meja makan aja. Aku bawa makanan, tapi tunggu aku ganti baju dulu." ucap Rara tanpa ekspresi.

__ADS_1


Sebenarnya ia merasa jengkel dengan Lili yang suka seenaknya menyuruh dirinya karena sikapnya yang selalu di manjakan oleh ibu mertuanya itu, membuat anak yang baru lulus Sekolah Menengah Atas itu hanya bisa bersantai santai saja di rumah tanpa bisa berfikir dirinya akan bekerja atau melanjutkan kuliah.


"Beneran?" Lili bangun dari duduknya dengan mata berbunga bunga, pasalnya Rara membawa kantung plastik putih berlogo KFC.


"Iya." Rara mengangguk, meletakan bungkusan makanan di meja makan lalu melanglahkan kakinya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Lili menuju ruang makan, mengambil posisi duduk yang enak untuknya.


Tak lama kemudian, Rara turun mengenakan daster yang biasa ia pakai namun sekarang daster itu sudah agak kebesaran di tubuhnya.


Rara langsung menuju ke dapur untuk mengambil dua piring, kemudian membuka rice cooker untuk mengambil nasi di sana. Namun na'as, rice cooker itu kosong melompong tak ada sisa nasi sedikitpun.


"Enggaaaakk, kan udah gue bilang Ra. Kalo nggak ada makanan sedikitpun yang mereka sisain buat gue." jawab Lili sedikit berteriak, namun masih tetap duduk diam di meja makan tanpa menyentuh kamtung plastik yang Rara letakkan tadi.


"Emang di dalem plastik yang kamu bawa gak ada nasinya? ucap Lili lagi.


"Ada sih tapi cuman satu doang, kalo nasi itu di bagi dua ntar kamu gak kenyang. Ya udah deh, aku buatin mie goreng dulu aja, ntar di bagi dua sama nasinya itu dikit dikit aja yang penting ada karbonya." ucap Rara mengambil mie instant goreng.

__ADS_1


"Ra.." ucap Lili yang tiba tiba ikut masuk ke dalam dapur.


"Kenapa?" sahut Rara tanpa menoleh.


"Lu makam duluan makanan lo aja deh, biar gue masak mie gue sendiri. Nasinya lo makan aja, ntar gue minta ayamnya satu potong." ucap Lili.


"Engga usah, tungguin aja di meja makan. Ini udah mateng kok." jawab Rara menyaring mie lalu meletakan pada sebuah piring yang sudah terisi bumbu.


Tanpa menjawab lagi, Lili kembali menuju meja makan.


"Nih." Rara meletakan sebuah piring di depan meja Lili.


Kemudian, Rara membuka bingkisan plastik putih itu. Mengeluarkan satu buah nasi yang terbalut kertas nasi, lalu membaginya dua ke dalam piring miliknya dan milik Lili. Serta mengeluarkan sekotak ayam yang berisi lima potomg ayam di dalamnya, lalu mengambil satu potong dan meletakannya pada piring miliknya sendiri.


"Lah gue?" tanya Lili.


"Ya kamu ambil sendiri dong Li, kan ada di depan kamu." ketus Rara.

__ADS_1


"He he.. Ma'aciih kakak ipar." sahut Lili.


Rara hanya diam tak bergeming, sembari menyendok makanan ke dalam mulutnya.


__ADS_2