
mayya dan gilang menoleh, mereka mendapati sosok tubuh tinggi milik david. wajah david terlihat cemberut melihat mayya.
"kenapa dav?". tanya mayya. david diam tak menjawab, dia kemudian duduk disamping mayya.
"idihhh.... cemburu mungkin sidavid, liat kita berdua aja". kata gilang menebak nebak.
"ngga tuh, gw cuma heran aja kenapa mayya masih belom pulang". kata david sambil melihat layar laptop mayya yg masih menyala.
mayya terkekeh mendengarnya, dia tidak mengira bahwa david akan seperti itu.
"emang lo mau ngantar gw pulang dav?". tanya mayya sambil memegang tangan david.
"ya iyalah may". kata david sambil memeluk bahu mayya.
mayya terkekeh lagi melihat tingkah david yg sedang cemburu itu. memang mereka tidak saling tertarik, tpi jika ada diantara mereka yg pergi bersama orang lain pasti mereka cemburu.
"udahlah dav gw pulang dulu, dadah ganteng". kata mayya sambil melangkah pergi meninggalkan david dan gilang.
"gw juga cabut dulu dav, mau belajar". kata gilang sambil menyandang tasnya.
"oi, jangan nyamperin mayya lo. jangan ngajak dia jalan". kata david memperingatkan.
gilang hanya membalasnya dengan senyuman.
dia mengerti maksud temannya itu.
"hmm..... cemburu gih". kata gilang dalam hati.
gilang terus berjalan menuju mobilnya, dia kemudian pulang ke kontarkannya.
.........
david terus memperhatikan penjelasan pak salim.
dia ingin mendapatkan gelar "cumlaude" saat wisuda nanti.
kemudian david tersenyum sendiri, dia mengingat masalalu indah bersama mayya.
david dan mayya sejak SD sudah menjadi sahabat dan rival, mereka bertanding untuk meraih juara kelas setiap tahunnya.
dan apa boleh buat, mayya memang lebih pintar darinya. siapa sangka ikatan persahabatan mereka semakin erat akibat peristiwa itu setiap tahunnya.
"klo sekelas sama mayya seru nih". kata david dalam hati.
...........
david menuju kantin setelah kelas selesai.
dia duduk di pojok dan mulai membuka hp nya.
"huhh.... klo ada mayya enak nih, bisa ganggu dia ngerjain tugas". kata david sambil terkekeh.
tiba2 ada suara yg membuyarkan lamunannya.
"lagi bayangin mayya dav, senyum2 aja lo".
kata radit tiba2.
"hadehh.... sae ae lo rad". kata david sambil meletakkan hp nya kedalam tas.
radit kemudian duduk didepan david dan meletakkan tasnya diatas meja.
"lo emangnya ada rasa sama mayya rad?". tanya david kepada radit.
radit tertawa mendengar pertanyaan david.
"hmmm.... gw sih ngga ada rasa apa2, tapi klo bicara sama mayya tuh bikin nyaman aja". jawab radit sambil mengerling ke arah jam tangannya.
"mayya emang orangnya kayak gitu, dia berusaha buat orang nyaman dideketnya.
dari itu gw terus berusaha ngejaga mayya".
kata david menjelaskan.
dia kemudian mengerling ke arah jam tangannya, dia memasukkan laptopnya kedalam tas.
"gw pulang dulu, ada janji sama mayya". kata david sambil berdiri dan meninggalkan radit di meja.
radit tiba2 berdiri dan mengejar david.
"dav, lo pasti berhasil". kata radit sambil menepuk bahu david.
david terkekeh melihat aksi radit yg peduli itu.
"sae ae lo. udah kayak drama aja nih". kata david tertawa.
"jadi lo tadi cuma bercanda?". tanya radit tak mengerti.
"ngga lah, tadi misi gw tu beneran. makasih buat yg tadi". kata david sambil menepuk bahu radit.
"yaudah dav, klo bisa makcomblangin gw sama si mayya". jawab radit sambil meringis.
__ADS_1
"mimpi dulu lo". kata david sambil berjalan menuju motornya.
kemudian dia pulang menuju kosan, david berencana mengajak mayya makan malam di luar.
..........
david menuju kamar mayya, dia mengetuk pintu kamar mayya.
"may, makan diluar yok". ajak david.
mayya membuka pintu kamarnya. dia keluar dengan wajah yg cemberut.
"kenapa may, kok sedih gitu". tanya david.
mayya memeluk david dengan erat, dia menangis tersedu.
"ehh... kenapa may?, cerita sama gw". kata david.
dia menuntun mayya masuk kekamarnya.
"kenapa may?". tanya david sekali lagi.
mayya yg nangis tersedu berusaha untuk berbicara.
"dav... kakak gw.... dia kecelakaan dav". kata mayya terus tersedu.
david sontak kaget mendengar hal itu.
kakak mayya yg sedang kuliah S1 di universitas gajah mada, yogyakarta. dia begitu terpisah jauh dengan mayya, wajar jika mayya sangat menghawatirkannya.
"udah may, kak jendra ngga napa2 kan". kata david memastikan.
"kakak ngga kenapa2, tpi dia belum siuman". jawab mayya sambil masih terus terisak.
"udahlah, nanti klo udah sadar kita telfon aja may. di yogya kan ada pakde lo sama kak friski sepupu lo". kata david mencoba menenangkan.
mayya mengangguk, tangisannya terus mereda sampai tidak ada suara tangisan.
"udah baikan, makan diluar yuk". ajak david sambil terus menenangkan mayya.
"ya maulah, lo kan niatnya mau ngajakin gw makan diluar tadi. malah dengerin gw nangis lo". kata mayya sambil meringis.
"yaudah lah cepet pake jaket lo, lo kan pake kaos tipis gitu". kata david sambil membuang tatapannya.
"lo ngeliat ya dav". kata mayya sambil menatap david.
"ngga kok, ngga ngeliat sumpah dah". jawab david sambil meringis.
mayya tidak mengubris jawaban david, dia lalu mengambil jaketnya dan memakai bedak.
"cabut yok dav". ajak mayya sambil memakai sepatunya.
kemudian mereka berdua berangkat mencari makan malam.
"makan itu aja dav". kata mayya sambil menunjuk warung ayam penyet.
"pesen apa lo dav?". tanya mayya sambil berjalan ke arah penjual.
"ayam penyet may, banyakin sambelnya ya". jawab david, dia pun mencari tempat duduk.
"bu, pesen ayam penyet 1, ayam bakar 1, pake nasi, terus es tehnya 2 ya". kata mayya kepada penjual.
"iya dek ditunggu ya". jawab penjual.
mayya mengangguk dan pergi menuju meja yg diduduki david.
"udah enakan may?". tanya david sambil memegang hp nya.
mayya tersenyum dan mengangguk.
"sini dav, foto dulu". kata mayya sambil mengeluarkan hp nya.
ckrik....
mayya dan david melihat hasih fotonya.
"kok ada wajahnya jordan sama riko ya dav". kata mayya keheranan.
kemudian mayya dan david menoleh ke meja sebelah. ternyata ada 2 sosok cogan di meja itu.
jordan dan riko tersenyum kepadanya.
"yo... napa malam2 kesini may, dav". tanya jordan dengan wajah menggoda.
"ya makanlah jor, gimana sih" jawab mayya dengan wajah sebal.
riko dan jordan terkekeh mendengar jawaban mayya. mereka memang berniat untuk menggodanya.
"lo juga mau makam ko, gabung sini aja". ajak david.
"gpp nih, ngga ganggu kencan kalian?". tanya riko sambil nyengir.
__ADS_1
"woi, kita ngga kencan. kita cuma mau makan tau". kata mayya sambil menjewer telinga riko.
"ampun ketua, ampuni hamba ini". kata riki sambil memegangi telinganya yg di jewer.
mayya tidak mengubrisnya, dia kembali duduk di tempatnya lagi.
"jadi gabung ngga?". tanya mayya sedikit kesal.
kemudian jordan dan riko langsung bergabung dengan mayya dan david.
"hei my girl". sapa jordan yg duduk disamping mayya.
mayya tidak menanggapinya dan sibuk dengan hp nya.
tak lama kemudian pesanan mereka datang, mereka mulai memakannya.
"coba nih may, enak lo". kata riko sambil menyodorkan sendok kepada mayya.
"apaan sih, dilihat orang itu lo". jawab mayya sambil menoleh.
"dari david diterima, dari gw ngga". kata riko sambil meringis.
"kok jadi bawa2 gw sih?". tanya david heran.
"yaudah sini makanannya". kata mayya sambil memakan apa yg disodorkan riko.
riko tersenyum, mereka akhirnya melanjutkan makan.
..........
"gw aja yg bayar, kalian langsung keluar aja". kata jordan sambil berdiri dan berjalan menuju kasir.
mayya mengikutinya, "ngga apa2 kayak gini jor, kita bukannya mau manfaatin lo terus". kata mayya sambil memegang jaket jordan.
"ya ngga lah may, gw tau sifat semua temen gw kok, apalagi lo my girl". kata jordan sambil tersenyum kearah mayya.
mayya juga ikut tersenyum. "bener nih jor". kata mayya memastikan.
jordan tersenyum dengan menganggukkan kepalanya.
......... (di perjalanan pulang)
"enak may makannya?". tanya david.
"enak aja, apalagi klo ada lo". kata mayya sambil memeluk punggung david.
"idihhh... may, sae ae lo". kata david.
mayya tertawa, dia membenamkan wajahnya ke punggung david. "lebar ya punggungnya david, hangat rasanya. pantas aja waktu gw dipeluk langsung tenang". kata mayya dalam hati.
.........
mayya dan david akhirnya sampai di kosan.
"met malem dav". kata mayya sambil melambaikan tangan dari depan kamarnya.
david mengangguk, dia melepas sepatunya dan juga masuk kamar.
"huhh... capeknya gw nih". kata david.
dia kemudian melepas jaketnya dan pergi ke kamar mandi.
dia kemudian merebahkan tubuhnya ke kasur.
"gimana ya keadaan mayya".
...........
mayya duduk dipinggir kasurnya, dia terus menatap layar hp nya.
dia menunggu kabar dari kak friski kakak sepupunya itu.
"semoga aja kak jendra ngga kenapa2". kata mayya sambil merebahkan tubuhnya.
david dan mayya akhirnya tidur di kamar masing2.
mereka diliputi oleh masalah mereka sendiri.
meskipun mereka memang saling terbuka satu sama lain, tpi ada juga privasi yg harus mereka jaga.
.............
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung....... ->