We Are Comeback

We Are Comeback
furious friski......


__ADS_3

setelah sampai, mayya keluar dari mobil dan berjalan menuju kamarnya.


"nanti malam lo ada acara ngga?". tanya david.


"gw mau ke kantor". jawab mayya sambil tersenyum.


"ohh... yaudah". kata david.


"gw juga mau kekantor bokap, dadah david". kata bagas terkekeh.


david hanya mencibir dan berjalan melewati mayya menuju kamarnya.


"kasian anaknya TNI". kata bagas.


"iya sih, tapi ada enaknya juga jadi TNI. ngga usah ngurus perusahaan". kata mayya sambil terkekeh.


bagas hanya mengangkat bahunya dan melangkah menuju kamar.


mayya juga mengikuti langkah bagas.


...........


jam 16.30 wib.


mayya memakai baju biasa, dia sengaja tidak memakai baju yg biasa dia pakai ke kantor.


"huhh... semoga kerjaannya ngga banyak". gumam mayya sembari berjalan menuju mobilnya.


brrmm.......


mayya berangkat menuju kantor dengan perasaan senang.


"semoga aja ada pakde". gumam mayya.


............


mayya keluar dari mobil dan segera melangkah menuju kantor.


"selamat sore nona". sapa salah satu kariawan.


mayya menjawab dengan senyuman.


dia terus berjalan menuju lift.


ting....


mayya melangkah keluar dari lift dan menuju kantor pak randi.


cklek...


mayya membuka pintu kantor dan berjalan masuk.


"pakde". sapa mayya sambil melangkah menuju ke arah pak randi.


"kok ngga bilang kalo mau kesini". kata pak randi sambil mencium dahi mayya.


mayya tersenyum dan melihat ke arah ruang sebelah.


matanya terbelalak katika melihat 4 orang yg sedang duduk di ruang tersebut.


"siapa itu ran, setahuku anakmu laki2". kata salah satu orang yg sebaya dengan pak randi.


orang itu sangat mirip dengan orang yg disebelahnya, mayya kemudian tersenyum.


"itu pasti ayahnya peter". kata mayya dalam hati.


"ini keponakan saya, memang jarang datang kesini". jawab pak randi.


mayya bersalaman dengan keempat orang itu.

__ADS_1


"yg 2 ini siapa ya, waktu di pesta juga ngga ada". kata mayya dalam hati.


"pakde, adek ke ruangan kak friski dulu ya". kata mayya sambil tersenyum.


"iya, kakakmu dari tadi nyari adek terus" kata pak randi sambil terkekeh.


mayya pun ikut tersenyum dan melangkah keluar.


"kok cantik pak". kata orang yg yg duduk di seberang peter.


"husssh, ngomong apa kamu sih". kata ayahnya.


"semua orang juga bilang begitu". jawab pak randi terkekeh.


"not with me, i already knew mayya at the party. mayya is a very cheerful person". kata peter sambil mengangkat alisnya.


"ternyata kau sudah kenal ya, mungkin kau hampir mirip dengan salah satu teman karibnya". kata pak randi sambil meneguk kopinya.


"siapa, apakah dia juga keturunan jerman?". tanya peter.


"dia keturunan belanda, namanya gilang". jawab pak randi sembari duduk di kursinya.


............


mayya membuka pintu ruangan friski dan langsung melangkah masuk.


"kakak..." sapa mayya sambil berjalan cepat guna memeluk friski.


"eh... adek kok ngga pakai baju kerja?". tanya friski sembari mencium pipi mayya.


"males ah... lagian adek kan masih muda, ngga cocok kalo udah kerja". jawab mayya.


"terserah adek deh". kata friski pasrah.


"yaudah ini kerjain, kirim berkas ini ke ruang papa". kata friski sambil memberikan berkas kepada mayya.


..........


cklek...


"ini ada berkas dari kakak". kata mayya sembari berjalan guna memberikan berkas yg dia pegang.


"yaudah sini, mana kakakmu". kata pak randi sembari megangkat alisnya.


"friski disini, ngapain papa nyari2". kata friski sembari berjalan menuju ke arah pak randi.


"kakak itu loh, kok ngga nyamperin papa dulu". kata pak randi sambil meringis.


"ngga ah, bikin capek aja". jawab friski sambil berjalan menuju mesin kopi.


pak randi hanya mendengus dan kembali duduk di samping para tamunya.


mayya dan friski berjalan menuju komputer dan mulai mengutak atiknya.


"jangan komputer disini kak, yg di sana aja". kata mayya sembari menunjuk ruang disebelah yg hanya dibatasi oleh kaca.


"iya deh". kata friski sambil berdiri dan berjalan menuju ruang yg ditunjuk adeknya.


tanpa sadar, orang yg duduk di seberang peter terus melihati mayya yg sedang duduk di depan komputer.


...........


cklekk..... pintu kantor terbuka dan gilang masuk ke dalam ruangan.


"om... mayya nya ada?". tanya gilang sambil tersenyum.


"oh ada itu di ruang sebelah". kata pak randi sembari menunjuk ke arah ruangan yg mayya dan friski tempati.


kemudian gilang melangkah melewati para tamu pak randi sambil tersenyum, dia berjalan menuju ruang sebelah.

__ADS_1


"may". sapa gilang sambil menghampiri mayya.


"kenapa lang?". tanya mayya sambil mengernyitkan dahinya.


"lo ngga mau gabung sama kita di cafe barunya jordan, anak2 yg lain udah disana loh". kata gilang sambil meringis.


"oh... iya, gw ikut. kak adek mau keluar, kakak selesei sendiri ya". kata mayya.


friski kemudian mengangguk dan tersenyum.


mayya kemudian melangkah cepat menuju pak randi.


"adek pamit dulu, mau dateng ke cafe barunya jordan, anaknya pak ali". kata mayya.


"gilang, jagain mayya ya". kata pak randi kepada gilang.


"iya om, pasti". jawab gilang sambil meringis.


"ohh... itu yg namanya gilang, tinggian dia sama gw tuh". kata peter dalam hati.


kemudian mayya dan gilang melangkah keluar kantor.


pak randi tersenyum dan kembali duduk dgn para tamunya.


"maaf, anak2 saya memang suka meramaikan kantor, teman2 keponakan saya juga banyak, jadi mereka sering keluar masuk kantor saya". kata pak randi.


"tidak apa2 pak, anak saya juga sering seperti itu. maklum anak muda". kata pak archer.


cowok yg duduk diseberang peter hanya tersenyum.


"pak randi, saya ijin ngelamar keponakan bapak". kata orang itu.


friski yg mendengarnya langsung melangkah keluar.


"gila lo mau ngelamar adek gw, kenal aja ngga". bentak friski.


"friski sabar kak". kata pak randi sambil memegang bahu friski.


"sampai mati pun kakak ngga akan ngelepas adek ke cowok br*ng*ek itu". kata friski sembari keluar dari ruangan.


"kamu ini ya, berani2 nya bilang kayak gitu". bentak pak firman.


"are you crazy fatan". kata peter sembari menatap wajah fatan.


"sudahlah, anak saya memang sangat tidak suka jika adeknya diganggu". kata pak randi mencoba untuk menenangkan.


"nak fatan, jangan diulangi". tambah pak randi.


fatan hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


"kalo gitu gw harus taklukin cewek itu dulu". kata fatan dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2