We Are Comeback

We Are Comeback
PARTY....


__ADS_3

H-1 pesta perusahaan......


pagi itu mayya berangkat menuju kampus hanya dengan memakai kaos putih polos yg diselipkan ke dalam celana jeans pendek.


rambutnya digulung diatas kepala dan memakai sneakers warna putih polos.


dia melaju menuju kampus karena 15 menit lagi kelas pak rudi dimulai.


cciittt....


mobil mayya berhenti di tempat parkir dan dia lengsung menuju kelasnya.


"gw ngga telat kan". kata mayya sembari memasuki kelas.


"ngga kok may, pak rudi masih ada urusan. jadi kelasnya diundur jadi jam 9 nanti". jawab riko sambil tersenyum melihat penampilan mayya seperti itu.


"kenapa liat2?". tanya mayya kepada riko.


belum sempat riko menjawab, nugie mendahuluinya melakukan ltu.


"kata riko tumben lo cuma pake celana pendek sama kaos polos, biasanya kan serba necis". kata nugie terkekeh.


"halahhh..... sekali kali pake ginian, toh juga nyaman". jawab mayya sambil mencibir ke arah nugie.


nugie hanya terkekeh melihat mayya mencibir kepadanya.


"yaudah yuk, keluar ke kantin. daripada di sini aja". kata mayya sambil menarik tangan riko dan nugie.


akhirnya mereka menuju kantin, di tengah perjalanan mayya melihat friski yg sedang berjalan menuju kantor, dia pun berlari ke arah friski.


"kak friski....". kata mayya sambil berlari ke arah friski.


friski yg melihat mayya langsung memeluk mayya setelah dia berlari.


"jangan lari2 dek, ntar jatoh gimana". kata friski menegur mayya.


"iya iya, ngga akan kuulangi kok". jawab mayya sambil terkekeh.


"habisnya kak friski ngga pernah keliatan, adek jadi kangen loh". kata mayya meringis.


"yaudah sini cium kakak". kata friski sambil mencium dahi dan ke 2 pipi mayya.


"adek mau kemana emangnya?". tanya friski.


"mau ke kantin kak". jawab mayya sambil meringis.


"yaudah gih, riko sama nugie udah nunggu tuh". kata friski sambil menoleh ke arah riko dan nugie berdiri.


"yaudah deh. oh ya, besok aku ke pesta sama gilang loh, kakak sama siapa". kata mayya sambil melangkah menjauh dari friski.


"wehhh..... anak ini". kata friski sambil menggelengkan kepalanya.


"makanya jomblo tuh jangan lama2". teriak mayya dari kejauhan.


friski hanya bisa memijit dahinya karena tingkah laku adek sepupunya itu.


"jomblo katanya, gw emang jones dari lulus kuliah. ntar kalo mayya nikah duluan sebelum gw gimana nih". kata friski sambil terus memijit dahinya.


.......


"kak friski emang masih jones may, ganteng gitu masa jones?". tanya riko tak percaya.


"ya karena kak friski selalu cuek kalo ke orang lain, apalagi yg bikin dia ngga nyaman". jawab mayya sambil menyuapkan sesendok bakso ke dalam mulutnya.


"atau kak friski ngga ada pesonanya". kata nugie sambil terkekeh.


mayya dan riko hanya mengangkat bahunya tak mengerti.


"besok kalian datang ke pesta perusahaan ngga?". tanya mayya.


"datang kok, makasih undangannya. bokap gw jadi semangat setelah dapet undangan dari atmadja group". jawab riko sambil mengunyah bakso.


"klo gw dipaksa sama bokap, tapi untung ada kalian sama yg lain". kata nugie sambil meneguk es jeruknya.


"besok kita akan...... makan2". kata mayya sambil terkekeh.


riko dan nugie tertawa mendegar mayya berbicara seperti itu.


..........


hari H.....


mayya memakai gaun berwarna merah dengan model terbuka di bagian punggung.


dia memakai anting dan kalung emas pemberian ibunya.


memakai highthels dengan warna yg sama dengan gaunnya.


dia pun langsung berangkat setelah mempersiapkan dirinya.


............


mayya turun dari mobilnya dan ternyata ke 5 temannya sudah ada di sana, mereka ternyata sedang menunggunya di luar.


"ealah, kirain lo udah berangkat sama kak friski may". kata david meringis.


"gw bahkan ngga tau dimana kak friski". jawab mayya sambil mangangkat bahunya.


"udah yok masuk, nanti keburu kena angin kita". ajak jordan sambil melangkah masuk.


mayya dan yg lainnya akhirnya mengikuti langkah jordan memasuki ruangan.


"hey... ini dia keponakanku tersayang". kata pak randi sambil memeluk dan mencium dahi mayya.


friski ternyata sudah ada disana dengan pamannya.


"kak friski udah dateng, katanya minta pasangin dasi". kata mayya sambil memeluk friski.


"udah bisa pake sendiri, minta ajarin papa". jawab friski terkekeh.


mayya terkekeh mendengar kata2 friski.


"may, ngambil wine yuk". ajak gilang kepada mayya.


mayya pun mengangguk dan pergi bersama gilang.


"uhuyyy.... banyak cewek cantik". kata nugie sambil meringis.


"halahh.... mata keranjang lo". ketus jordan.


"bagas kok ngga datang ya?". tanya david keheranan.


"nyari gw dav". kata bagas yg tiba2 muncul di samping david.


"lo dari mana aja sih". kata david.


"gw tadi harus tengkar dulu sama bokap". kata bagas sambil meringis.


"buset dah ni anak". gumam david.


...........


mayya pergi kekamar mandi untuk mencuci tangan dan melihat make up nya yg sengaja dia pake dengan sangat tipis sehingga terlihat natural.


setelah keluar dari kamar mandi dia berjalan menyusuri jalan menuju aula pesta.


dan dia melihat gilang sedang berada di salah satu ruang kantor.


dia pun menghampirinya.


"ngapain kok disini lang?". tanya mayya sambil melangkah mendekati gilang.


"eh... my girl, gw lagi mau tenang aja, di aula terlalu berisik". kata gilang sambil tersenyum.


mayya tersenyum dan berjalan menuju ke jendela.


"sebenernya gw ngga terlalu suka pesta, tapi apa daya, cuma gw anak cewek dari keluarga atmadja, saudara gw semuanya cowok". kata mayya menjelaskan.


"gw juga ngga suka2 banget sih, tapi gw anak tunggal, jadi harus nemenin papa kesini". kata gilang.


.........

__ADS_1


ruangan itu hening karena diantara mayya dan gilang tidak ada yg berbicara.


akhirnya gilang manghampiri mayya yg sedari tadi hanya berdiri tegak di depan jendela.


"lo emang udah punya pacar may?". tanya gilang sambil memeluk mayya dari belakang.


"belom tuh, masih ngga minat". jawab mayya sambil terkekeh.


"sae ae lo bilang masih ngga minat". kata gilang terkekeh.


"lo itu ya, bule kok medok". kata mayya meringis.


"biarin, yg penting ganteng". jawab gilang.


kemudian mayya mengangkat tangannya dan membelai rambut pirang milik gilang.


"rambut ini nih yg bikin lo ganteng". kata mayya.


gilang kemudian melepaskan pelukannya.


"kita balik ke aula yok, ntar aja yg nyariin". ajak gilang sambil melangkah menuju pintu.


mayya juga memutar tubuhnya dan melangkah ke arah pintu mengikuti langkah gilang.


mereka akhirnya berjalan menuju aula pesta.


..........


"kemana aja lo may, kangen nih". kata nugie sambil memeluk mayya.


"ehhh..... norak lo". kata riko sambil melepaskan pelukan nugie.


gilang dan jordan hanya terkekeh melihat tingkah laku ke 3 temannya.


tiba2 ada yg menyapa mereka ber 7 dari belakang.


"hai, senang bertemu kalian semua". kata wisnu.


"wisnu, lo datang juga. kok ngga bilang sih". kata gilang sambil bersalaman dengan wisnu.


"ehh... wisnu, kok ngga bilang sih". kata mayya sambil menghampiri wisnu.


wisnu hanya tersenyum dan bersalaman dengan mayya.


david pun menghampiri wisnu dan menyalaminya.


"lama ya kita ngga ketemu". kata david sambil meringis.


"iya, gw belakangan ini sibuk di laboratorium terus". jawab wisnu sambil terkekeh.


"oii... makan yok, gw udah laper nih". kata jordan .


akhirnya mereka berjalan menuju meja makan panjang yg berisi segala macam makanan.


"ehh.. ada keju juga". kata mayya.


"nihh... lo suka keju kan". kata david sambil menyodorkan sepotong keju kepada mayya.


mayya tersenyum dan memakan keju yg diberikan oleh david.


"ngga nyangka mayya suka keju". kata jordan sambil menggelengkan kepala.


"idihhh... makanan kesukaan temen sendiri lo ngga tau, apalagi klo disuruh nebak makanan keaukaan kak friski mau jawab apa lo". kata bagas sambil memukul punggung jordan.


"ya wajar lah, gw kan kenal mayya semasa kuliah". jawab jordan berusaha menghindar.


"lo kira gw sama mayya kenal mulai bayi gitu" jawab bagas sambil mengambil salad.


mayya terkekeh melihat tingkah teman2 nya itu.


"makanan kesukaan kak friski itu..."


"keju". jawab friski yg muncul dari belakang mayya dan memakan keju yg dipegang mayya.


"lah itu dijawab sendiri sama kak friski". kata nugie terkekeh.


"emang klo saudara emang sama makanan kesukaannya ya?". tanya wisnu.


"ya ngga lah, buktinya kak jendra kakak kandungku aja suka coklat, bukan keju kayak aku sama kak friski". jawab mayya sambil mengambil keju untuk disuapkan kepada friski.


"mau makan apa kak?". tanya mayya.


"mau makan keju sama steak daging yg masih panas". jawab friski.


"sini biar adek yg ngambilin". kata mayya sambil menyambar piring yg ada di tangan friski.


"enak ya di ambilin". kata jordan.


"ngiri bilang boss". jawab friski sambil menangkupkan kedua tangannya.


jordan terbelalak tidak percaya kalau friski akan berkata seperti itu.


david, riko, gilang dan nugie yg sudah tau bagaimana sifat friski tersenyum saja sambil melihat reaksi jordan.


"busat dah ni orang, gw kira orangnya ngga kayak gitu". kata jordan dalam hati.


"itulah gunanya adek jor". kata bagas sambil menepuk bahu jordan.


wisnu hanya tersenyum tipis dan segera memakan steak yg dia bawa.


"nih kak". kata mayya sambil memberikan piring kepada friski.


friski pun menerimanya dan tersenyum lebar.


"gw ambilin juga dong may". pinta jordan kepada mayya.


"punya tangan sama kaki buat apa kalo ngga di pakai". kata mayya sambil memicingkan matanya.


wisnu yg sedari tadi hanya makan steak yg dia bawa kini terkekeh mendengar kata2 mayya.


"sae ae lo may". kata riko meringis.


"banyak banget yg nindas gw malam ini ya tuhanku". kata jordan.


mayya dan yg lainnya hanya terkekeh melihat jordan seperti itu.


...........


pak randi memanggil friski dan mayya guna untuk berkumpul bersama anak2 direktur dari perusahaan lain.


dan mayya akhirnya menjadi perwakilan dari kakaknya yg ada di yogyakarta.


dia menjadi satu2 nya anak perempuan direktur yg hadir disitu. memang jarang para direktur untuk memiliki anak sulung perempuan, entah karena takdir atau kutukan kepada para direktur.


dia duduk di samping friski dengan memperhatikan wajah para anak2 direktur yg belum dia kenali.


"lo mayya kan, namo lo terkenal loh". kata salah satu cowok yg duduk tak jauh darinya, hanya di batasi dengan nugie dan riko.


"iya gw mayya, lo siapa". kata mayya.


"kenalin gw jimmy". jawabnya sambil mengulurkan salam.


mayya membalas salam dari jimmy sambil tersenyum.


"jarang2 nih liat cewek di perkumpulan kayak gini". kata salah satu cowok yg berwajah paling seram diantara yg lain.


"iya, gw ngewakilin kakak gw yg ada di yogya". jawab mayya sambil tersenyum.


"buset dah, ngidam apa ibunya semasa hamil, anaknya cantik banget". kata cowok itu dalam hati.


"nama gw fabian, nama lo mayya kan". kata cowok itu sambil tersenyum.


mayya mengangguk sambil tersenyum.


"gini kan enak, ramah dikit". kata mayya dalam hati.


kemudian mayya melihat cowok yg duduk paling ujung. rambutnya pirang seperti gilang tetapi lebih cerah, matanya biru cerah seperti gilang, bahkan lebih cerah 2× lipat. dan tingginya tidak setinggi gilang, mungkin sekitar 188 cm.


cowok itu sedari tadi hanya meneguk wine yg ada ditangannya.


akhirnya mayya memilih untuk bertanya kepada friski.

__ADS_1


"kak yg diujung itu siapa ya?" tanya mayya.


friski pun melihat cowok yg dimaksud mayya.


"ohh... itu dek, namanya OLIVER PETER ARCHER. biasanya sih dipanggil peter, keturunan jerman, seumuran sama adek. anaknya pinter, lagi kuliah di jurusan kedokteran". jawab friski sambil menerangkan.


"kok diem dari tadi ya, ngga ada komunikasinya sama cowok yg lainnya". kata mayya.


"katanya sih anaknya dingin sama cuek". jawab friski.


mayya hanya mengangguk paham.


friski kemudian melanjutkan berbicara dengan temannya fahmi dan angga.


mayya hanya memperhatikan peter dan meneguk wine nya.


"di ajak temenan asik juga tuh, taklukin dulu biar ngga dingin sama cuek". kata mayya dalam hati.


mayya kemudian bangkit dan meninggalkan perkumpulan itu.


"mau kemana dek?". tanya friski sambil memegang tangan mayya.


"kamar mandi". jawab mayya.


kemudian friski melepaskan tangan mayya dan membiarkannya berjalan.


mayya terus berjalan menuju kamar mandi, dia langsung membasuh tangannya. dan merapikan lagi rambutnya.


"kok gw kepikiran tentang peter terus ya". kata mayya dalam hati.


lalu dia berjalan keluar menuju perkumpulan tadi.


tapi tiba2 ada yg menghadang di depannya.


mayya mendongak dan melihat siapa yg berada di depannya.


dan ternyata peter yg sedang menghadangnya.


mata mayya terbelalak melihat peter, sementara peter hanya diam dan menatap mayya.


"kenapa tadi lo kok ngeliat gw terus?". tanya peter.


mayya mundur 2 langkah dan menjawab dengan tenang..


"ohh... itu karena lo dari tadi cuma diem, ngga ngomong sama yg lain". jawab mayya sambil tersenyum.


"buat apa ngomong sama orang2 kayak gitu, ngabisin waktu aja, coba kalo gw ngga dipaksa datang kesini, pasti gw udah tidur". jawab peter sambil mengalihkan pandanngannya.


"ni orang katanya ngga suka bicara, tapi malah cerita panjang lebar ke gw". kata mayya dalam hati.


mayya kemudian memperhatikan peter lagi.


tingginya memang tidak setinggi gilang, tapi lebih tampan daripada gilang.


"yaudah yuk, balik ke sana". ajak peter.


mayya langsung tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju perkumpulan itu.


kemudian mayya duduk kembali dan menyandarkan punggungnya ke sofa.


"tadi bicara sama siapa may?" bisik nugie di telinganya.


"ohh.... peter, anak yg di ujung". jawab mayya sambil melihat peter yg sudah kembali duduk dan memegang gelas wine lagi.


nugie hanya mengangguk setelah melihat orang yg dimaksud.


mayya akhirnya diajak bicara oleh fabian.


"lo kuliah dimana?". tanya fabian sambil tersenyum."cih, tadi serem. sekarang lembek". kata mayya dalam hati.


"gw di UNEJ". jawab mayya.


"pinter dong lo". kata fabian.


mayya hanya tersenyum dan meneguk winenya.


mayya kembali melihat peter yg duduk di ujung, dia sedang memperhatikan hp nya.


"naksir may". goda nugie yg melihat mayya menatap peter.


"ahh... gila lo, ya ngga lah". jawab mayya ketus.


nugie terkekeh mendengar jawaban mayya.


..........


jam menunjukkan pukul 00. 25 am.


semua pulang karena acara sudah selesai.


mayya keluar ke tempat parkir dan mencari mobilnya, karena sangat banyak mobil yg terparkir disitu.


"untung gw ngga mabuk". kata mayya.


dia dan ke 7 teman sekampusnya itu tidak ada yg mabuk, begitupun kak friski, dia nyaris tidak meneguk wine yg disediakan.


tapi entah bagaimana dengan yg lain.


apalagi si peter yg minum banyak sekali.


"apakah dia mabuk?". pertanyaannya itu langsung buyar karena melihat peter yg keluar dan manuju ke mobil lamborghini warna hitam.


peter kemudian menatap mayya dan menghapirinya.


"lo kok belom pulang?". tanya peter


"masih nunggu kakak gw". jawab mayya sambil keheranan.


"katanya ngga suka bicara". sekali lagi mayya membatin seperti itu.


"ohh... kalo gitu gw duluan ya". kata peter sambil melangkah menuju mobilnya.


mayya mangangguk dan kemudian membuka pintu mobilnya.


dia akhirnya pulang menuju kosannya.


"untung besok hari minggu". gumam mayya.


kemudian dia masih memikirkan peter, "kenapa dia tidak mabuk". "apakah dia tahan dengan mabuk". pertanyaan itu terus saja berputar di kepalanya.


akhirnya mayya sampai di kosannya.


dia segera menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya.


dia pun langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.


dalam waktu singkat mayya sudah terlelap tidur karena terlalu mengantuk.


..........


.


.


.


.


.


.


bersambung.....


episode yg ini memang sengaja di panjangkan, karena menurut si author.


ngga enak kalo pestanya ngga sampai selesai,


dan juga authornya merasa lega karena sudah menamatkan pesta perusahaan.


BAIK, JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN.

__ADS_1


TOLONG BERI DUKUNGAN PADA SI AUTHOR AGAR LEBIH SEMANGAT LAGI.....


i love you readers......


__ADS_2