
jam 06.00, hari perlombaan antar jurusan akan segera dimulai 2 jam lagi.
mayya dan para teman2 nya yg menjadi panitia sudah mulai sibuk menyiapkan keperluan lomba.
"may, tolong ambilin bola basket, lombanya ntar lagi mulai". pinta aldo kepada mayya.
"iya kak". jawab mayya singkat, kemudian dia berjalan menuju kardus yg berada di depan kelas.
"mana sih, bola aja bisa ngilang". gumam mayya.
"nyari ini ladies". kata seorang cowok yg berada di depan pintu kelas. mayya kemudian menoleh kearah suara tersebut.
"ehh... iya, bisa kasih ke gw ngga". kata mayya sambil tersenyum manis bak bunga mawar yg baru saja mekar.
"bisa lah, nih ambil". kata cowok itu dan melemparkan bola ke arah mayya.
mayya menangkap bola itu lalu mengepitkan di pinggang.
"makasih ya". kata mayya sembari melangkah ke arah lapangan basket.
"eitt.... tidak semudah itu ladies, kita kenalan dulu". kata cowok itu sembari berjalan mendekati mayya.
"dasar cowok jones, ngga punya cara lain buat ngajak kenalan kah". kata mayya dalam hati dengan kesal.
"woi... lo itu anak kelas mana sih, gak guna amat". omel mayya karena kesal.
kalau dia rasakan, mayya tidak pernah mengomel pada orang lain, dia hanya mengomel pada sahabatnya saja.
"punten mbak, kulo bade tangled mawon". kata cowok itu sambil meringis.
"tadi minta kenalan, sekarang mau tanya, karepe iku opo se?". kata mayya dalam hati.
"bade tangled nopo mas?". tanya mayya yg ikut menggunakan bahasa jawa halus.
"anak yg kusayangi, anak jurusan hati, di kampus cinta ada dimana ya". tanya cowok itu pada mayya.
"sorry mas, aku gak weroh". jawab mayya sembari berjalan menjauh.
"kok ada orang kayak gitu". kata mayya dalam hati sembari terus berjalan.
mayya menabrak ical yg sedang membawa 2 buah kardus.
bruagg....
mayya mengeluh kesakitan, ical yg kepalanya terbentur siku mayya merintih sambil memegangi kepalanya.
"aduhh.... mayya ngga apa2?". tanya ical memastikan.
"aku ngga apa, kakak sendiri gimana". kata mayya sembari melihat ical dengan serius.
"ngga apa2 kok, cuma kebentur sikumu aja tadi". jawab ical sembari meringis.
"ical, kunaon sampeyan?". tanya cowok itu kepada ical.
"ehh... ada mas panca, aku habis jatuh nih". kata ical sembari membantu mayya berdiri.
"lah... kok kenal sama kak ical". kata mayya dalam hati sembari membantu ical mengangkat kardusnya.
"kakaknya itu kak?". tanya mayya kepada ical.
"iya may, emang ngomongnya kayak gitu". kata ical sembari tersenyum.
"hei ladies". sapa panca pada mayya.
"ledas ledies, ini adek tingkatnya ical kak, jangan macem2". kata ical sembari menepuk bahu mayya.
mayya hanya tersenyum mendengar ical berkata seperti itu.
"gw ngga segila itu cal". kata panca.
"coba aja gila, bakal dibunuh sama cowok2 yg disana". kata ical sembari menunjuk ke arah para sahabat mayya bekerja.
"nggeh mas, sepurane seng katah". kata panca sambil meringis.
kemudian ical menyuruh mayya untuk segera mengantarkan bola kepada tim basket.
mayya mengangguk dan berjalan menjauh dari ical dan kakaknya.
"sinting tuh kakaknya kak ical". kata mayya dalam hati sambil terus berjalan ke arah lapangan basket.
mayya segera menghampiri dony, anggota tim basket dari kelas B yg terkenal pintar itu.
"don, nih bolanya". kata mayya sembari menyodorkan bola kepada dony.
"lo ngga mau coba dulu may?". tanya dony kepada mayya.
"no thanks, i'm committee". kata mayya sembari meringis dan mengangkat bahunya.
"yaudah kalo gitu, semangat terus ya". kata dony sambil tersenyum.
"good luck for you and others". kata mayya sembari berjalan menjauhi lapangan.
dony hanya menganghuk dan tersenyum.
mayya beristirahat di salah satu kursi panitia, dia beberapa kali meneguk sebotol susu coklat yg dibelikan oleh friski pagi tadi.
"untung udah selesai semua, jadi bisa rehat sebentar lah". gumam mayya sambil tersenyum.
mayya kemudian mengambil hp nya dari saku.
dia membuka galeri dan melihat foto2 lomba tahun lalu.
"pokoknya tahun ini kedokteran harus menang". kata mayya sambil teru melihat ke arah foto lomba yg membawa piala kejuaraan.
"hayo... ngigo apa lo". kata riko yg muncul dari belakang mayya.
"gila lo ko, untung gw ngga punya penyakit jantung". kata mayya kesal.
"tenang aja may, kalo nanti jantung lo ngga berdetak, gw detakin pake senjata mendekati kayak gini". kata riko sembari mendekati mayya, jarak mereka hanya sekitar 5 cm.
"tuh kan, langsung deg degan". kata riko sambil terkekeh.
mayya yg mendengar itu langsung merona seperti tomat.
"lahh... napa muka lo itu, jadi gemes deh". kata riko sambil terkekeh.
"lo bisa ngejauh ngga, lo mendekat lagi kita bisa ciuman loh". kata mayya sembari berusaha mendorong riko.
"biarin aja, gw mau ngerasain". kata riko sambil meringis.
plakk....
tangan mayya menyambar pipi sebelah kiri riko.
"kepala kau tuh, ngerasain punya sapi aja lo". kata mayya kesal.
"hhhhh.... bercanda may, sumpah". kata riko sambil tersenyum.
mayya hanya memutar mata coklatnya dan segera meneguk susu yg masih ada di botol. dia kemudian membuang botolnya ke tong sampah dan berjalan menuju kelas.
riko hanya melihatnya sambil terkekeh, dia juga segera berjalan menuju kelas.
satu persatu perlombaan dimulai dengan teratur, para panitia di tugaskan untuk mempersiapkan para anggota lomba.
"ntar lagi lomba main catur nih, mana yg ikut lomba nih". kata mayya sembari mencari orang yg mengikuti lomba.
"aku kak yg ikut lomba, dimana ya ruangannya". kata salah satu adek tingkat yg berjalan menuju mayya.
"siapa namanya kamu, kelas apa?". tanya mayya kepada adek tingkatnya.
"sigit kak, dari kelas A". jawab adek tingkat mayya.
"yaudah ayo ikut aku". kata mayya sembari melangkah menuju ruang lomba catur.
kemudian sigit mengikuti langlah mayya dari belakang.
"bismillah, semoga menang". kata sigit dalam hati.
perlombaan catur dimulai, mayya ditugaskan untuk menemani sigit yg sedang berlomba.
tik...tik...tik...
jarum jam terus berputar, sudah lebih 30 menit perlombaan berjalan dengan tenang.
skakmat.....
mayya langsung menoleh ke arah sigit duduk.
dia sangat senang karena sigit memenangkan perlombaan.
"sigit.... come here to your sister". kata mayya sembari berjalan mengahampiri sigit dan memeluknya.
"i'm pround of you, you're like a nugie". kata mayya sambil tersenyum.
"makasih kak, tapi bisa lepasin pelukannya ngga, terlalu sesak". kata sigit sambil tersenyum.
mayya langsung melapaskan pelukannya.
__ADS_1
"maaf ya, aku kebawa seneng". kata mayya sambil meringis.
kemudian sigit dan mayya menerima medali dari juri, mereka kemudian keluar ruangan dan menuju ke kantor kating panitia.
"kak, anak didikku dapet medali loh". kata mayya bangga.
"lomba catur ya, pinter kamu git, tahun depan ikut lagi ya, biar ditemenin sama kak mayya lagi". kata kak fahmi salah satu kating yg menjadi panitia.
"iya kak". jawab sigit sembari menyodorkan medali yg dia pakai.
"loh... nagapain kamu kasih ke saya". tanya fahmi tak menegerti.
"buat dipajang di sana kak, biasanya kan ditaroh di kantor". jawab sigit.
"ngga usah, khusus tahun ini katanya pak rudi dibawa pulang aja penghargaannya sendiri2". kata fahmi sambil tersenyum.
"gitu ya kak, kalo gitu saya mau ke kelas dulu". kata sigit sambil tersenyum.
fahmi menganghuk sambil tersenyum lebar.
kemudian sigit melangkahkan kakinya menuju kelasnya.
"pinter ya, jadi inget nugie aku". kata fahmi.
"iya juga ya, dulu kan nugie yg menangin lomba catur". kata mayya sambil terkekeh.
waktu terus berlalu, perlombaan pun satu demi satu selesai di lakukan oleh masing2 jurusan.
jam 15.00 pengumuman mulai disiarkan.
semua jurusan berkumpul menjadi satu dan mendengarkan para juri.
"baik, juara umum kali ini diraih olehhh...".
jantung mayya dan yg lainnya berdetak cepat, mereka tak sabar ingin segera mangatahui pemenangnya.
"semoga kita". kata aldo dalam hati.
"juara umum diraih oleh.... jurusan KEDOKTERAN, seperti 2 tahun yg lalu secara berturut turut".
mayya dan yg lainnya langsung mengucap syukur, tak sia sia mereka berjuang sampai saat ini, demi mengharumkan nama jurusan mereka.
bahkan sebagian adek tingkat mayya ada yg meneteskan air mata.
mayya kemudian menghampiri sigit, dia menepuk bahunya dan tersenyum manis.
"makasih udah mau berusaha, aku bangga punya adek tingkat kayak kamu". kata mayya sambil tersenyum.
"bukan cuma aku aja kok kak, yg lain juga". jawab sigit sambil meringis.
"percayalah kau akan selalu menang tanpa bantuan siapa pun juga, karena aku tau kamu punya kekuatan dari sini". kata mayya sembari menunjuk ke arah hati sigit.
"kamu pasti bisa sigit, aku percaya sama kamu". kata mayya sambil tersenyum lebar.
"makasih udah percaya sama aku kak, aku ngga akan mengecewakan kamu". kata sigit sambil tersenyum.
"aku percaya dengan kata katamu". jawab mayya sambil menepuk bahu sigit.
mayya berjalan menuju kedua sahabatnya itu.
"gi, lo tau ngga, anak gw juara lomba catur loh". kata mayya sambil duduk disamping nugie.
"lo udah punya anak may, siapa bapaknya?". tanya nugie tak mengerti.
"maksudnya itu adek tingkat yg gw dampingin woi, bukan anak kandung". kata mayya meneraangkan.
"ealah, kirain anak apa". jawab nugie sambil meringis.
"siapa namanya may?". tanya riko tiba2.
"namanya sigit, kalo diliat dari anaknya sih dia emang pinter gitu, terus yg paling gw heranin nih ya, anak itu kok rasanya istimewa gitu, terus gw merasa kalo anak itu bakalan selalu ngebanggain jurusan kita gitu loh, jadi gw pengen ngajarin dia apa yg belum dia ngerti". kata mayya sambil tersenyum lebar.
"jadi lo naruh kepercayaan ke anak itu". kata riko menebak.
"iya betull... rasanya anak itu ngga asing deh, kayaknya gw pernah liat tapi dimana gitu". kata mayya sambil mengangkat bahunya.
jam 16.30 wib
semuanya sudah selesai, para mahasisiwa mulai berhamburan untuk pulang.
tak terkecuali denga mayya dan para sahabatnya.
"selamat may, kedokteran 3 tahun menang berturut turut". kata jordan sambil meringis.
"iya dong, kedokteran juara 1, farmasi juara 2, kita kan terikat". kata gilang sambil terkekeh.
mayya yg sudah sampai di kosan langsung membersihkan diri, setelah itu dia langsung meluruskan punggungnya di atas kasur.
"huwahhh.... hijo ni kaiteki". kata mayya sambil memejamkan matanya.
keesokan harinya, mayya berangkat bersama david, karena dia agak malas untuk menyetir sendiri.
"lo masih capek ngga?". tanya mayya kepada david.
"lumayan lah". jawab david singkat.
mayya kemudian mengambil hp nya dan memfoto david.
ckrikk...
"lah... ngapa difoto may?". tanya david tak mengerti.
"gpp sih, buat status aja, udah lama gw ngga pasang status". jawab mayya sembari terkekeh.
"terserah lo lah". kata david sembari memutar matanya.
setelah mereka sampai dikampus, mayya dan david keluar keluar dari mobil dan ingin menuju kantor friski.
"mau apa may, kok ke kak friski?". tanya david.
"ngasih ini nih, biasanya kak friski kalo pagi jarang sarapan". jawab mayya sembari menunjukkan kotak makan yg dia pegang.
"owlh... emang kak friski suka masakan lo, rasanya kan pas pasan". kata david sembari terkekeh.
"lo bilang gitu tapi lo habis banyak kalo gw masak". kata mayya mencibir.
"iya sih, enak kok may, gw tadi bercanda". kata david mengakui.
"makanya, bicara tuh dipikir dulu, kalo udah kena batunya baru kapok". kata mayya sembari berjalan mundur dan memaki david.
david yg melihat ke belakang mayya hanya tersenyum tipis.
bugg...
mayya menabrak seseorang di belakangnya.
"kalo jalan dilihat ya dek". kata friski sambil memegangi mayya.
"ehh... kak friski, adek bawa sarapan loh". kata mayya sembari menyodorkan kotak makan dan tersenyum.
"pas banget, kakak belom sarapan". kata friski sembari mengambil kotak makan yg disodorkan mayya.
"yaudah sana dimakan, adek mau ke kelas, 5 menit lagi kelasnya pak rudi". kata mayya.
"yaudah sana, pak rudi udah siap2 tuh". kata friski sembari menunjuk ke arah meja pak rudi.
mayya kemudian mengangguk dan berjalan menuju kelasnya, david juga berjalan menuju kelasnya sendiri.
mayya memasuki kelas dan berjalan menuju bangkunya, tapi dia ditahan oleh alex.
"ada titipan dari junior lo". kata alex sembari menyodorkan bungkusan kepada mayya.
"lah... dari siapa?". tanya mayya sembari menerima bungkusan berbentuk persegi itu.
"namanya sigit, dari kelas A". jawab alex sembari menyipitkan matanya.
"siapa emang may?". tanya alex.
"ohh... anak yg gw dampingin lomba catur kemaren, anaknya menang". jawab mayya sembari menaruh hadiah itu di tas.
"ohh... yaudah gw balik dulu". kata alex sembari berjalan menuju bangkunya di depan.
mayya memilih membuka hadiah itu di kosan nanti. dia hanya menaruhnya di dalam tasnya.
"dari siapa may?". tanya nugie penasaran.
"junior yg kemaren". jawab mayya sembari menyandang tas nya.
"lah.. ngapa ngasih hadiah". kata riko sambil mengernyitkan dahinya.
"kok tanya gw". jawab mayya sambil nyengir.
riko hanya memutar bola matanya dn mengikuti mayya menuju jamur langit.
mayya membuka laptopnya dan mulai fokus pada layar laptop.
dia sedang mengerjakan tugas yg diberikan pak rudi.
__ADS_1
"kok tumben sepi". kata mayya dalam hati.
mayya melanjutkan megerjakan tugas sampai selesai tanpa ada yg mengganggu.
kemudian dia memasukkan laptopnya kedalam tas dan melihat hadiah dari sigit.
mayya mengeluarkannya dan membuka bungkusnya.
"lah... udah di cetak ternyata". kata mayya senang.
hadiah dari sigit ternyata foto mereka berdua kemaren saat menerima medali dari juri.
mayya kemudian memasukkan foto itu kedalam tas dan berjalan menuju kelas.
sesampainya di kelas, mayya mengahmpiri meja nugie yg berada di samping mejanya.
"tadi kemana riko, perasaan ikut gw kw jamur terbang deh". kata mayya sambil duduk di bangku nugie.
"tadi di jemput sama kak chiko". bisik nugie sambil mendekati mayya.
"lah... kenapa emangnya?". tanya mayya sembari mendorong nugie menjauh.
"masalah keluarga lagi". jawab nugie sambari duduk di bangku mayya.
"kenapa may?". tanya nugie.
"apanya yg kenapa?". tanya mayya tak mengerti.
"kok dorong gw tadi". kata nugie sambil meringis.
"ihh.... lo juga ngapain deket2". kata mayya mencibir.
"mau nyium bau parfum lo". jawab nugie sambil meringis.
"dasar mesum lo". kata mayya sambil mencibir.
nugie hanya terkekeh mendengar kata2 mayya, dia kemudian mengambil tasnya.
"nih may, ada hadiah buat lo". kata nugie sembari menyodorkan bungkusan.
kemudian mayya membuka dan mengambil kado dari nugie.
"thank you so much". kata mayya sembari memegang novel dari nugie.
"masama". kata nugie sembari tersenyum.
kemudian mayya melihat layar hp nya yg berbunyi.
dia menerima pesan dari ketua.
"ayo pulang gi, pak salman ngga ada, ayo kita ke kantornya papa, anak2 yg lain pada kesana semua". kata mayya sembari berdiri dan menyandang tasnya.
"mereka ngga kuliah emang may". kata nugie keheranan.
"mabal". jawab mayya singkat sembari erjalan keluar kelas.
nugie mengernyitkan dahinya, dia pun memilih untuk mengikuti langkah mayya daripada memikirkan teman2 nya yg mabal itu.
mereka berdua akhirnya berangkat menuju kantor dan menemui para sahabat yg lain.
"katanya riko di sekap sama kakaknya, ini dia kok udah di depan kantor gw". kata mayya sembari menunjukkan foto yg dikirim riko kepada nugie.
nugie hanya menggelengkan kepalanya dan mempercepat laju mobilnya.
tak lama kemudian mereka berdua sampai dan keluar dari mobil guna menemui sahabat2 nya yg lain.
mayya dan nugie memasuki kantor dan melihat kelima keenam sahabtnya sedang di deoan kamera.
"ngapain kalian?". tanya mayya kepada mereka.
"ayo sini foto, buat kenang kenangan, ntar lagi kan pada lulus kuliah semua, ntar kan pisah kita". kata jordan sembari meringis.
"yaudah yuk, biarin kita ntar pisah, yg penting kita saling terhubung terus". kata mayya sembari menghampiri para sahabatnya.
mareka kemudian menyiapkan sofa untuk mereka duduki.
"udah lengkap nih". kata jendra yg tiba2 muncul.
kemudian disusul oleh friski, fatan dan peter yg juga muncul.
fatan kemudian mendekati mayya dan mengulurkan salam.
"gw ngga pernah salaman sama lo kan, gw juga minta maaf sama lo". kata fatan sambil tersenyum.
"iya, gw maafin kok". jawab mayya sembari membalas salam fatan.
"tapi gw ngga akan berhenti suka sama lo may". bisik fatan kepada mayya.
mayya hanya terkekeh mendengar kata2 fatan, kemudian dia menoleh ke arah peter dan tersenyum manis.
kemudian gilang memanggil mayya untuk foto bersama.
mayya pun mengangguk dan berjalan menghampiri para sahabatnya.
"akhirnya kita kumpul semua". kata bagas sambil tersenyum.
"mayya habya menimpali dengan anggukan.
"ayo aku hitung mundur ya, siap2". teriak jendra kepada 8 orang yg berdiri berjajar.
3....2...... "WE ARE COMEBACK"
ckrikk.....
mereka akhirnya berkumpul kembali setelah lama berpisah.
dan itulah akhir dari WE ARE COMEBACK
.
.
.
.
.
.
para readers tercinta....
saya minta maaf karena menamatkan novel ini terlalu cepat.
itu disebabkan karena ada urusan penting yg harus author lakukan.
dan juga sang author akan melanjutkan pendidikan yg lebih tinggi lagi.
jadi maafkan author ini 🤗
.
.
.
tapi jangan sedih dulu, author akan membuat novel yg lain lagi setelah selesai mengurus kepentingan author.
.
.
author akan membuat novel kehidupan sigit sang junior cerdas.
dan kelanjutan novel WE ARE COMEBACK.
.
.
dan mungkin akan terbit cukup lama dari novel yg saat ini.
.
.
jadi saya minta maaf sebesar besarnya pada para readers tercinta.
.
.
.
salam....
layiah6126.
__ADS_1
\*SEE YOU AGAIN\*