
friski, bagas dan david duduk berjajar si sofa ruang tv.
mereka hanya diam sembari melihat sekeliling ruangan.
"gimana nih, adek pasti marah banget". kata friski pelan.
david mendecak perlahan sambil menayandarkan punggungnya ke sofa.
bagas hanya terdiam dan melihat ke arah wajah friski. "apa alasan mayya marah sampe segitunya ya, terus kak friski juga pucat kayak gitu". kata bagas dalam hati.
terlintas satu solusi di dalam kepala bagas, dia langsung mekatakannya kepada friski.
"kak, coba aja tanya ke mayya, kenapa dia marah kayak gitu. kalo udah tau jangan lupa minta maaf". kata bagas sambil menatap friski.
friski hanya diam dan memijit dahinya.
"iya juga sih, tapi kalian tau sifatnya mayya kan". kata friski pelan.
"ya coba aja kak". kata david sambil mengernyit.
friski mengangguk dan melihat ke arah kamar mayya.
"iya deh, gw coba". kata friski sambil bangkit berjalan menuju kamar mayya.
..........
mayya yg sedari tadi hanya melihat fotonya bersama friski tiba2 meneteskan air matanya.
cklek.... pintu kamar mayya terbuka, friski melangkah masuk dan menutup kembali pintu tersebut. dia melihat mayya yg duduk di pinggir kasur sambil menaruh kepalanya di meja.
friski melangkah mendekati mayya dan duduk dibelakangnya.
"maafin kakak dek". kata friski pelan.
mayya hanya mendengarkan dan memalingkan mukanya.
"kakak minta maaf udah bikin adek khawatir". kata friski sambil memeluk mayya dari belakang.
"adek jangan nangis lagi, kakak jadi sedih juga". kata friski pelan.
mayya tak kuat menahan tangisnya yg sedari tadi berusaha dia tahan.
kemudian dia memutar tubuhnya menghadap friski dan memeluknya.
"kakak gimana kalo ketahuan sama mama, nanti kakak diusir dari rumah. nanti.....nanti...".
"sssttt.... adek ngga usah bahas itu, kakak sayang sama adek kok. kakal ngga akan ngulangin lagi". kata friski sambil memeluk tubuh mayya dengan erat.
"kakak pokoknya jangan kayak tadi, kak jendra pasti juga marah". kata mayya pelan.
friski hanya memeluk mayya dan ikut merasakan kepedihan adeknya itu.
mangingat sifat mamanya yg sangat kejam kepada mereka bertiga saat masih ada di dalam rumah.
flashback.....
10 tahun yg lalu....
bu atmadja dan bu randi marah2 karena ruang tengah sangat berantakan akibat ulah ketiga anak yg sedang bermain kejar kejaran.
akhirnya bu atmadja bersama bu randi marah besar dan memanggil anak2 mereka.
mereka dimarahi habis habisan.
"kalo ada diantara kalian sampe ada yg bikin berantakan lagi, mama akan mengusir kalian dari rumah ini saat itu juga". kata bu atmadja.
bu randi juga memaki maki ketiga anak atmadja itu. dia menjewer telinga mereka hingga merah.
"ma, jangan jewer adek ma, kasian adek". kata jendra sambil berusaha menyingkirkan tangan ibu friski dari telinga mayya.
"iya ma, lepasin adek ma, kasian". kata friski sambil memeluk tubuh mayya.
mayya hanya menangis kesakitan dan berteriak minta ampun.
tak lama kemudian paka randi dan pak atmadja datang ke rumah dan langsung berjalan menuju ruang tengah.
"ada apa ini, kamu apain anak2 ma". kata pak randi sambil menghampiri mayya dan menggendongnya.
"kenapa ini, anak2 kok nangis semua. mama apain kakak2 sama adek". kata pak atmadja.
sambil menghampiri jendra dan friski yg memegangi telinganya.
"anak2 nakal, udah dibilangin jangan berantakin semua, malah diberantakin seruangan". kata bu randi.
pak randi mendecak dan segera membawa keponakannya itu kekamar.
"jendra sama friski ngga apa2?, sakit telinganya. di kompres dulu yuk". kata pak atmadja lembut.
lalu beliau menggandeng tangan jendra dan friski menuju kamar.
__ADS_1
akibat dari peristiwa itu, orang tua ketiga anak itu bertengkar sangat lama meakipun akhirnya mereka berbaikan.
pesan kedua orang itu selalu diingat dengan ketiga anak itu, dan selalu diingat sampai kini dewasa......
flashback.....end......
friski berusaha menenangkan adeknya itu, dia terus membelai kepala mayya dengan penuh kasih sayang.
"makasih udah perhatian ke kakak, sekali lagi kakak minta maaf". kata friski lirih.
mayya hanya mengangguk dan tersenyum menatap wajah friski.
...........
(sementara itu di tempat lain.....)
jendra sedang duduk di rumahnya dan menatap ke luar jendela.
"mikirin apa kak?". tanya pak atmadja.
jendra hanya tersenyum dan menjawab dengan lembut.
"kakak lagi kangen mayya sama friski yg di jember pa, kakak pengen cepet pulang". jawab jendra sambil kembali menatap ke luar jendela.
"bentar lagi kok, coba sekarang kakak telfon aja mereka. buat obat rindu sementara". kata pak atmadja memberi solusi.
jendra akhirnya mengangguk dan mengambil laptopnya.
..............
mayya melihat laptop friski bergetar dan langsung mengambilnya.
"kak friski, kak jendra nelfon nih". kata mayya sambil menuju ke sofa tempat friski dan kedua temannya duduk.
lalu mayya juga duduk dan menjawab panggilan.
"halo kak, gimana kabarnya". sapa mayya.
"adek..., kakak kangen banget. kakak baik2 aja kok". jawab jendra.
"kapan lo pulang, lama banget sih". kata friski sambil tersenyum.
"bentar lagi kok, tungguin ya". jawab jendra sambil tersenyum.
"kak jendra, masih inget aku ngga". kata david.
"masih kok, itu bagas kan. mayya pernah cerita tentang kamu loh, katanya kamu temen kosannya". kata jendra sambil meringis.
jendra tersenyum senang karena melihat kedua saudaranya itu bahagia.
dia juga akan segera menyusul mereka dan berbahagia bersama.
...........
"gimana, udah ngga rindu lagi?". tanya pak atmadja.
"masih rindu. harus ketemu langsung sama mereka berdua". jawab jendra sambil menutup laptopnya.
"sabar ya kak, bulan depan kita semua pulang kok". kata bu atmadja sembari membawa teh panas.
jendra hanya tersenyum dan mengambil teh yg dibawa mamanya.
...........
"adek tidur sini aja, udah larut malem soalnya". kata friski sambil berjalan menghampiri mayya yg berdiri di depan meja.
mayya menoleh dan mengangguk tersenyum, lalu dia melangkah menuju kamarnya.
"met malem kak". kata mayya yg berada di ambang pintu.
"too". jawab friski sambil mengangguk.
bagas dan david tidur di kamar tamu yg terdiri 3 buah kasur yg berjejer.
"enak juga disini ya". kata bagas sambil duduk di pinggir kasur.
"ya iyalah, dulu gw udah sering kesini sama mayya, sama dino juga sih..". kata david sembari merebahkan tubuhnya ke kasur.
bagas hanya mendengarkan david dan ikut merebahkan tubuhnya.
...............
pagi iyu mayya bangun dan segera melihat ke arah jam dinding. jam 05.30
"huh... untunglah". gumam mayya.
dia pun bangkit berdiri dan melangkah menuju kamar mandi kamarnya.
setelah mandi dia berpakaian dan segera keluar dari kamarnya.
__ADS_1
dia terus berjalan menuju kamar friski, friski ternyata masih tetlelap tidur.
mayya tersenyum dan berjalan melewati kamar friski dan terus menuju kamar tamu yg dipakai kedua temannya.
mayya kaget saat mendengar dekuran david sangat keras.
"wajah ganteng tapi kok tidurnya dekur". gumam mayya sambil mencibir.
dia lalu melangkah menuju dapur dan membuka kulkas.
"kok makanan instant semua isinya". gumam mayya kerena melihat kulkas yg dipenuhi makanan instant dan beberapa sayuran.
akhirnya dia mengambil 4 bungkus nasi goreng instant dan 4 bungkus daging barbeque.
dia juga mengambil telur dan wortel.
mayya mulai memasak makanan untuk sarapan mereka semua.
jam menunjukkan pukul 06. 20 wib.
mayya sudah menghidangkan sarapan di atas meja dan melangkah untuk membangunkan kakaknya.
"kak, bangun kak. adek udah masak sarapan, kakak mandi dulu ya". kata mayya sembari menggoyangkan lengan friski.
friski pin terbangun dan mengangguk menuruti perintah mayya.
mayya tersenyum dan kembali melangkah menuju kamar tamu.
"oi... bangun, mandi...., gw udah masak tuh". kata mayya sembari memukul lengan bagas dan david.
"iya may, dilaksanakan". kata bagas dan david secara bersamaan.
mayya terkekeh mendengarnya, dia langsung keluar dan menuju ruang makan.
...........
tak lama kemudian ketiga cowok itu muncul dan duduk di kursi makan.
mayya menaruh segelas teh panas dan air putih di depan mereka masing2.
"makasih may, udah di masakin". kata david sambil menyendok nasi goreng ke mulutnya.
mayya mengangguk tersenyum, kemudian dia juga menyendok nasi goreng untuk di makan.
..........
setelah sarapan, mayya dan kedua temannya itu berpamitan untuk pergi ke kampus.
"kita berangkat ya kak". kata mayya sambil memakai sepatunya.
friski mengangguk dan mencium dahi mayya.
"hati2 gas, kalo nyetir". pesan friski kepada bagas.
bagas mengangguk dan tersenyum.
lalu mereka bertiga memasuki mobil dan berangkat menuju kampu.
"untung kita bawa baju cadangan". kata david terkekeh.
"sae ae lo bilang baju cadangan". kata mayya sembari memukul bahu david.
bagas hanya terkekeh melihat kedua temannya itu.
mereka sampai dikampus dan berjalan menuju kelas masing2 dengan gembira.
.........
.
.
sekarang si author bakalan ngasih tau nama lengkapnya si jendra nih..... mumpung lagi baik.
-RAJENDRA WIRA ATMADJA
tinggi \= 189 cm
berat \= 76 kg
kakaknya mayya sodaranya friski anaknya pak atmadja....😅
.
.
.
.
__ADS_1
see you next episode -> 🤗