
aldo dan ical ikut serta menjadi panitia guna membantu adek tingkatnya.
"may, tolong ambilin spanduk di kantor". kata ical.
"iya kak, sebentar". jawab mayya sembari melangkahkan kakinya menuju ke arah kantor.
"hadehh.... kegiatannya sekarang persiapan dong, pak rudi lagi ngga ada lagi, ngga ada kelas hari ini". kata mayya sambil terus berjalan menuju kantor.
"permisi pak, saya mau ambil spanduk fakultas kedokteran, kata kak ical sudah ada di kantor". kata mayya sopan.
"spanduknya ada di meja itu dek". jawab friski yg berusaha menahan tawanya.
mayya langsung berjalan masuk guna melihat siapa yg berbicara tadi.
"ealah... kak friski, adek kira siapa". kata mayya sembari menghampiri meja yg ditunjuk friski.
"kak, kemaren disuruh nganterin peter sama fatan keliling kampus ngga?". tanya mayya.
"ngga tuh, lagian kan udah ngga ada yg menerima mahasiswa lagi kalo udah pertengahan gini". kata friski sembari mengangkat bahunya.
"yaelah kak, pak rudi kemaren bilang kalo mereka masuk kampus ini, soalnya bapak kepala nyetujuin mereka masuk". kata mayya.
"kok gitu sih, di suap mungkin ya". kata friski keheranan.
mayya menjawab dengan gelengan kepala tidak tau.
"yaudah deh, adek pergi dulu, ntar kak ical nyariin". kata mayya sembari melangkahkan kakinya menuju pintu.
friski hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"kak ical, ini spanduknya". kata mayya sembari menyodorkan gulungan spanduk.
"sini may, mau gw pasang". kata ical sembari menghampiri mayya dan mengambil spanduk di tangannya.
"aldo, bantuin gw pasang spanduk". teriak ical kepada aldo yg berada di dalam kelas.
"iya, ntar lagi". jawab aldo yg masih mengangkat barang2 yg ada dikelas.
kemudian aldo berjalan menuju ical yg berdiri memegang spanduk.
"dipasang dimana nih?". tanya aldo kepada ical.
"di sini, tapi tinggiin, biar bisa diliat jurusan lain". kata ical sambil terkekeh.
"kak ical ini ada2 aja". kata mayya sambil meringis.
"ya itu may, aneh2 aja". timpal aldo sambil nyengir.
ical hanya terkekeh mendengar kata2 mayya dan aldo.
akhirnya spanduk terpasang diantara kelas2 fakultas kedokteran, dengan catatan biar semua ngga ada yg berdebat masalah spanduk.
"huh... capek juga ya, naik2". kata aldo sembari turung dari tangga.
"tapi gpp lah, toh spanduk kita yg berdiri duluan". kata ical meringis.
jurusan mayya terlebih dahulu bersiap siap, beda dengan jurusan lain yg bahkan belum membuat spanduk.
"wuih... udah siap aja jurusan kedokteran tuh". kata salah satu mahasiswa jurusan teknik.
jordan yg mendengar langsung melihat kearah jurusan kedokteran.
"udah siap aja ya si mayya". kata jordan dalam hati.
wisnu dan gilang yg melihat ke arah spanduk milik jurusan mayya langsung terbakar semangatnya.
__ADS_1
"lang, dimana ada dokter". kata wisnu
"disitu ada pharmacists". sambung gilang sambil meringis.
"ayo semangat, kita harus jadi kayak jurusan kedokteran". teriak wisnu kepada teman2 nya untuk menyemangati.
teman2 nya yg mendengar kata2 wisnu langsung semangat bersiap siap untuk lomba 5 hari lagi.
wisnu dan gilang yg melihat teman2 kembali semangat langsung tersenyum senang.
"yes, berhasil". kata wisnu dalam hati.
david dan bagas sangat capek karena sudah bekerja sangat keras, mereka berdua duduk di depan kelas.
"gw capek banget gas". kata david sambil mengibaskan tangannya.
"lo kira cuma lo yg capek, gw juga capek nih". kata bagas menimpali.
"cari minum yok". ajak david.
"skuy lah". jawab bagas sembari berdiri.
mereka berdua pergi menuju kantin dan membeli minuman dingin.
saat mereka berjalan kembali ke kelas, mereka melihat mayya yg sedang berbicara dengan kakak tingkatnya.
"samperin yok". kata bagas sambil meringis.
david mengagguk mengiyakan sambil meringis.
mereka kemudian muncul dari belakang mayya dan memegang bahu mayya.
"oi may, ngomong sama pacarnya, kok ngga bilang2 kalo punya pacar". kata bagas sambil meringis.
buagg.....
"aduh... duh, may lo kok gitu sih". kata bagas sambil memegangi punggungnya.
"lo juga ngapain nuduh gw punya pacar, ini kak ical, kating gw". kata mayya.
ical yg melihat aksi mayya hanya terbelalak karena tak percaya apa yg barusan mayya lakukan.
"hhhhhh, kena lo gas, kayak lo ngga tau mayya aja". kata davud sambil meneguk minumannya.
"sabar may, mungkin bagas cuma bercanda". kata ical menenangkan.
mayya yg mendengar kata ical langsung tenang, karena kating nya yg mengatakan itu
"maaf ya may". kata bagas.
"iya deh, awas kalo lo ulangin". kata mayya sembari duduk di depan kelas.
"gini aja deh, sebagai permintaan maaf, lo ge peluk sini". kara bagas sambil meringis.
"ogahh...". jawab mayya sambil menggandeng tangan david dan menariknya berjalan menuju kantin.
"kemana may?". tanya david.
"kantin, biar ngga di ganggu bagas lagi". kata mayya sambil nyengir.
mereka terus berjalan menuju kantin, dan tanpa disadari mayya menabrak seseorang.
brugg....
mayya mengeluh kesakitan.
__ADS_1
"gimana sih may, jalan kok ngga liat2". kata david sembari membantu mayya berdiri.
kemudian mayya meminta maaf kepada orang itu tanpa melihat wajahnya.
"maafin saya kak". kata mayya.
"kalo buat lo apa sih yg ngga". kata fatan sambil meringis.
mayya dan david sontak kaget dengan kata2 fatan.
"fatan". kata mayya sembari agak mendongak.
bugg...
kepalan tangan david langsung mendarat di tulang pipi fatan sebelah kiri.
fatan sontak kaget, peter hanya melihat kejadian itu tanpa mengatakan apa2.
sudah 2× dia melihat fatan dihantam para teman mayya.
"oi br*ngs*k, sekali lagi lo bilang gitu, gw hancurin mulut lo". kata david sembari menarik tangan mayya untuk pergi meninggalkan fatan dan peter.
fatan hanya mengaduh kesakitan sambil memegangi pipinya.
"ngga sampe seminggu lo udah kena pukul lagi sama pengawalnya". kata peter sembari melihat pipi fatan.
"sial bener hidup gw". kata fatan.
"lo sih, celometan. coba jangan aneh2 kalo ngomong sama si mayya, udah tau pengawalnya mayya ganas2 masih aja ngga dengerin gw". kata peter.
"kok setiap ada mayya pasti ada pengawalnya sih, sebanyak apa sih pengawalnya". kata fatan bertanya tanya.
"intinya mereka pasti ada disamping mayya kapan pun". jawab peter sembari mengangkat
bahunya.
"itu si br*ngs*k yg ada di cafe nya jordan ya may". kata david sambil menatap mayya.
"lohh.. kok tau sih". kata mayya sambil mengernyitkan dahinya.
"tadi jordan sama gilang cerita ke gw sama bagas". jawab david.
"iya, gw baru pertama kali ketemu mereka di kantor". kata mayya.
"yg rambut pirang kan waktu itu ada dipesta". kata david sambil menyedot es nya.
mayya mengangguk sembari meneguk air putih yg dia beli.
.
.
.
.
.
.
.
.
continued.....
__ADS_1