
saat bangun, mayya sangat kaget. dia ingat bahwa dia ketiduran ke kantor.
"siapa yg bawa gw kesini". gumam mayya.
kemudian di mengerling ke arah jam tangan yg masih dia kenakan.
dia langsung bangkit dan menuju kamar mandi.
setelah itu mayya berpakaian dan bersiap untuk berangkat ke kampus.
saar membuka pintu, bagas sudah berdiri di depan kamarnya.
"enak tidurnya may". kata bagas sambil meringis.
"lo yg bawa gw gas?". tanya mayya sembari mengernyitkan dahinya.
bagas hanya tersenyum.
"udah yok, berangkat sama gw aja. david juga katanya nanti jam 9 kelasnya". kata bagas.
"yaudah kalo gitu, pake mobil gw aja, nih kuncinya". kata mayya sembari melemparkan kunci mobilnya kepada bagas.
bagas menangkap kunci mobil dan segera melangkah menuruni tangga menuju tempat mobil mayya di parkir.
mayya juga berjalan mengikuti langkah bagas.
brrmm.....
bagas dan mayya berangkat menuju kampus mereka.
"lumayan juga mobil lo, gw cepetin ya". kata bagas sambil meringis.
"ngga boleh, jalanan rame tau". jawab mayya sambil mencubit lengan bagas.
bagas mengeluh kesakitan, mayya hanya meringis melihat wajah bagas.
mereka berdua sampai di kampus, mayya dan bagas segera keluar dari mobil dan berjalan menuju kelas.
"may, tungguin lah". kata bagas sembari menjajari langkah mayya.
"kelas lo kan disana, ngapain ngikutin gw". kara mayya sembari mengernyitkan dahinya.
"gpp sih, gw mau ketemu riko sama nugie". jawab bagas sembari mengangkat bahunya.
"halahh... alasan aja lo". bantah mayya.
"ngga kok, sumpah". kata bagas meyakinkan.
akhirnya bagas mengikuti mayya menuju kelasnya.
dan belom lagi bagas melangkahkan kakinya lebih masuk ke dalam kelas.
namanya sudah di panggil oleh nugie.
"bagas... tumben ngunjungin kita". kata nugi sambil berjalan menuju bagas berdiri.
riko langsung menghampiri mayya yg melangkah ke bangkunya.
__ADS_1
"jangan duduk dulu, ikut gw ke pak rudi". kata riko sambari memegang tangan mayya.
"lah... ngapain ke pak rudi?". tanya mayya sambil mengernyitkan dahinya.
"ngambil formulir pendaftaran panitia buat acara minggu depan". jawab riko.
"ohh... yaudah ayo". kata mayya sembari melangkah keluar kelas.
mereka berdua berjalan menuju kantor pak rudi.
"permisi pak, mau ngambil formulir panitia". kata riko dari ambang pintu.
"ohh... ya, riko, mayya sini masuk, formulirnya saya taruh di meja sana". kata pak rudi sembari menunjuk ke arah meja yg penuh dengan kertas bertumpuk tumpuk.
riko dan mayya melangkah memasuki kantor, dan betapa kagetnya mayya ketika melihat 2 sosok yg sedang duduk di depan meja pak rudi.
mayya langsung mengalihkan pandangannya menuju meja yg dimaksud pak rudi.
"kok cowok br*ngs*k itu lagi sih". kata mayya dalam hati.
fatan dan peter hanya melihat mayya.
"pengawalnya yg lainnya lagi". kata peter dalam hati.
"cowok mana lagi nih". kata fatan dalam hati.
mayya dan riko masih mencari cari formulir panitia, mereka agak kesusahan mencari karena banyak tumpukan kertas di meja itu.
"mayya, friski kok belum datang?". tanya pak randi sembari menatap mayya.
mayya langsung kaget ketika suara pak randi menusuk ke telinganya.
"ohh... padahal saya suruh untuk menemani 2 orang ini berkeliling kampus". kata pak randi.
mayya langsung mengernyitkan dahinya.
"memangnya mereka mau ngapain pak?". tanya mayya.
"mereka mahasiswa baru disini, awalnya kampus kita sudah tidak bisa menerima mahasiswa lagi jika sudah pertengahan, tapi pak kepala menyetujuinya". kata pak randi.
mayya hanya mengangguk dan tersenyum mendengar paenjelasan pak randi.
"gila banget dah". kata mayya dalam hati.
kemudian riko dan mayya berhasil mencari formulir panitia.
"pak kita sudah selesai, kita pamit dulu ya pak". kata mayya sembari mengangkat formulir.
"oh.. iya". kata pak rudi.
"sini may, gw aja yg bawa". kata riko sembari mengulurkan tangannya.
"ohh.. yaudah nih". kata mayya sambil memberikan tumpukan formulir kepada riko.
mereka kemudian mereka berdua melangkah keluar meninggalkan kantor dan menuju kelas.
"apakah cowok yg disamping itu pacarnya". bisik fatan kepada peter.
__ADS_1
"kurasa bukan, mereka hanya berteman". jawab peter lirih.
"baguslah kalo begitu, aku ingin mendekatinya". bisik fatan sambil meringis.
peter yg mendengar langsung mengernyitkan dahinya.
"kurasa itu tidak mungkin". jawab peter sambil meringis.
mayya dan riko masuk kelas dan mengumumkan kepada semua orang yg ada dikelasnya.
"yg mau jadi panitia ambil formulir". kata riko dengan nada tinggi.
kemudia orang2 yg ingin menjadi panitia maju kedepan guna mengambil formulir dari riko.
"lo mau jadi panitia gi?". tanya mayya kepada nugie.
"iya dong, gw apa yg ngga ikut". jawab nugie sembari melangkah ke arah riko.
"gw ambilin juga gi". teriak mayya.
nugie menjawab dengan anggukan dan senyuman.
jam 09.00
mayya dan kedua temannya pergi menuju kantin.
"mana david may?". tanya riko yg sedang membawa semangkok bakso.
"ngga tau, ntar lagi juga datang". jawab mayya sambil mengeluarkan laptopnya di atas meja.
tiba2 gilang menepuk bahu mayya.
"my girl, nanti ngerjain tugas di cafenya jordan yok". ajak gilang sembari duduk di samping riko dan nugie.
"oke lah". jawab mayya sambil tersenyum.
"tuh kan, pengawalnya banyak banget". kata peter yg menunjuk kearah meja yg diduduki mayya.
"iya juga sih, tapi gw ngga akan nyerah gitu aja". jawab fatan sembari melihat ke arah mayya.
peter hanya memutar bola matanya dan melangkah menuju mobilnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
continued..........