
mayya dan jordan masuk kedalam mobil, mereka pergi meninggalkan kampus karena sebagian persiapan sudah selesai.
"mau turun mana may?". tanya jordan yg tau kalo rumah mayya ada banyak. (bercanda)
"turun kosan aja, gw mau mandi terus kekantor". kata mayya sambil menyandarkan punggungnya ke kursi mobil.
"ngga cuma minggu aja lo ke kantornya?". tannya jordan sambil meringis.
"ngga, gw ke kantor kalo mau aja sekarang. lagian kalo hari minggu gw juga ada deadline". kata mayya sambil meringis.
"hadehhh.... deadline dibuat alasan". kata jordan sambik terkekeh.
mereka sampai di depan pintu gerbang kosan mayya.
"gw duluan jor, hati2 ya". kata mayya sembari membuka gerbang.
"iya may". jawab jordan sembari menutup kaca mobil.
mayya menutup gerbang kembali dan berjalan menuju kamarnya.
dia menoleh kearah tempat parkir guna melihat mobil siapa saja yg sudah ada.
"bagas sama david udah pulang ya". gumam mayya sembari terus menaiki tangga.
kemudian dia berjalan menuju kamarnya dan memdapati pintu kamar bagas terbuka.
"huh... bagas kok teledor banget sih". kata mayya sambil melepas sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu.
mayya melihat lagi ke arah kamar bagas, tiba2 bagas keluar dari kamar mandi dan hanya memggunakan handuk sebagai rok.
"bagas..... pake baju dulu woi". teriak mayya yg langsung mengagetkan david.
"ada apa woi, teriak2 segala". kata david yg baru saja keluar dari kamarnya.
"bagas, lo itu ngga sopan tau, udah pintu dibuka waktu mandi, ngga pakai baju dari kamar mandi juga lo itu, teledor banget". omel mayya kepada bagas.
"gw ngga sadar kalo pintu gw kebuka, mungkin gw terbawa suasana". jawab bagas sambil meringis.
"suasana apaan dah". kata david sambil mencibir.
"suasana bahagia karena bentar lagi kita naik tingkat". jawab bagas sambil meringis.
mayya dan david saling berpandangan dan kemudian tersenyum nakal.
jdugg....
mayya dan david menjitak kepala bagas secara bersamaan, bagas mengeluk kesakitan sembari memegang kepalanya.
"katingnya aja belom wisuda, lagian kita masih nyiapain lomba". kata mayya.
"emang lo mau ujian dicepetin". kata david mencibir.
"kok gw jadi bahan pelampiasan amarah kalian sih". kata bagas memelas.
"makanya lo jangan g*mbl*ng2 banget gas". kata david sambil meringis.
"hadehh.... kalian emang". kata bagas sambil nyengir.
kemudian terlintas sesuatu di pikiran bagas.
"oh... ya, semua direktur dan anaknya diundang makan bersama sama pak randi may, gw tadi dibilangin bokap". kata bagas sembari mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
"lahh.... kok ngga bilang ke gw sih, kapan acaranya gas". kata mayya sembari duduk di depan kamarnya.
"kalo ngga salah lusa, katanya bokapnya dino juga diundang loh, padahal mereka lagi di palembang". kata bagas sembari menyisir rambutnya yg sudah kering.
mayya dan david langsung perpandangan satu sama lain.
bagas yg melihat reaksi mereka sudah meduga dari awal.
"apa persahabatan kita akan lengkap jika salah satu dari kita ada yg tidak hadir". kata bagas sembari duduk di depan kamarnya.
mayya dan david hanya diam saja mendengar kata2 bagas.
"come on guys, we have to be together again like we used to be, instead we love each other.
we always share the ups and downs together. we have to go back to the way we used to be, mayya you are the leader, you have to reunite us". kata bagas sembari mendekati mayya dan memeluknya.
david juga bangkit dan berjalan menuju mayya dan bagas.
"we must go back leader". kata david lirih.
mayya merasa terharu dengan para sahabatnya itu.
"kita pasti kembali kok". kata mayya sembari tersenyum.
betapa bahagianya david dan bagas ketika mendengar kata2 mayya.
mayya menelpon para sahabatnya dan memintanya untuk datanga ke kantornya, mereka diminta untuk bersama mayya merencanakan sesuatu.
kemudian mayya berangkat ke kantor bersama david dan bagas dengan menggunakan mobilnya sendiri2.
setelah sampai mayya langsung keluar dari mobilnya dan menunggu teman2 nya yg lainnya.
"itu kan nona muda sama teman2 nya". kata salah satu kariawan.
"ngapain disitu". tanya kariawan yg lain.
kariawan yg tadi hanya mengaangkat bahunya dan menggeleng.
keempat sahabat mayya sudah sampai didepan kantor.
mayya mengajak mereka untuk masuk ke dalam kantor.
mayya dan teman2 nya memasuki kantor dengan elegan dan cool, tidak seperti yg mereka lakukan biasanya.
semua pandangan tertuju pada mereka, fatan dan peter yg sedari tadi hanya duduk bersama ayah mereka ikit melihat ke arah mayya dan teman2 nya.
"pengawalnya 6 ternyata". bisik peter.
"iya, ganas2 lagi". balas fatan sambil melihat ke arah mayya dan teman2 nya.
"kita jadi bahan pengamatan nih kayaknya". kata jordan sambil menahan senyuman.
mereka akhirnya memasuki lift dan akan naik ke lantai 8 tempat ruangan mayya berada.
"nji*, kita dilihati dari tadi". kata nugie sambil tertaqa terbahak bahak.
"iya iya, gw ngga kuat liat wajah mereka yg kayak gitu". sambung mayya sambil terkekeh.
"tadi liat ngga kalian, wajahnya fatan pasrah gitu". kata riko sambil terkekeh.
"ehh.... iya iya, udah 2× dia di tonjok sama kita".
__ADS_1
kata gilang terkekeh.
"btw, kita mau ngapain nih?". tanya jordan.
mereka langsung diam dan juga bertanya tanya, mereka datang ke kantor tuh buat apa???.
mereka memasuki ruangan mayya dan duduk di sofa.
"lusa ada pertemuan antar direktur dan anaknya. bokapnya dino sama si dino juga bakalan datang, sekarang gw sebagai leader mau nanya pendapat kalian kalo misalnya kita ngibarin bendera perdamaian ke si dino". kata mayya panjang lebar.
"ya enak dong, kita bisa kumpul bareng lagi". kata jordan.
"kita juga kangen banget sama dino, iya kan". kata gilang sembari menatap para sahabatnya.
"sebenarnya kota udah lama mau ngajuin pendapat ini ke lo may, tapi berhubung lo yg paling sakit hati jadi kita mundur aja deh". kata nugie sambil tersenyum.
mayya yg mendengar kata2 nugie langsung merasakan panas di matanya, air mata yg sedari tadi di tahan akhirnya jatuh juga.
"kok kalian ngga bilang dari dulu sih, sesakit apa hati gw, gw masih pengen dia kumpul sama kita semua". kata mayya sembari menyeka air matanya.
para sahabatnya langsung berdiri mendekati mayya.
"mayya kok nangisan sih, kemaren kan lo banting gw di depan kelas, masa sekarang nangis". kata bagas tetkekeh.
"hhhhh.... ngga nyangka mayya sayang sama kita semua, sampai dibawa nangis gitu". kata nugie sambil terkekeh.
"intinya kita semua seneng berkat lo may, thank you so much". kata gilang sambil tersenyum.
mayya ikut tersenyum mendengar kata2 para sahabatnya.
"masama guys". kata mayya sembari berdiri.
mereka akhirnya keluar dari kantor dengan perasaan senang karena keputusan yg baru saja dibuat.
"lusa din, kita bakalan bareng lagi". gumam nugie sembari tersenyum memasuki mobilnya.
"ntar lagi din". kata mayya yg sudah memasuki mobilnya.
mareka ber7 pulang dengan perasaan sangat senang.
"sebentar lagi, we are comeback". kata gilang sembari menyetir mobilnya menuju apartemen.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung......
__ADS_1