We Are Comeback

We Are Comeback
a gift from gilang...


__ADS_3

jordan berhenti di depan gerbang kosan mayya.


"kok ngga tinggal sama kak friski aja may?".


tanya jordan keheranan.


"ngga ah, ngga punya temen". jawab mayya.


jordan mengangguk dan tersenyum.


"gw pulang dulu ya". pamit jordan sambil membuka pintu mobilnya.


"iya jor, hati2". kata mayya sambil melambaikan tangan.


mobil jordan melaju ke arah perempatan jalan dan tak terlihat lagi.


mayya menghembuskan nafas berat, dia selalu


teringat cerita jordan yg langsung membuatnya merasa iba.


mayya melangkahkan kakinya ke arah kamarnya.


"dari mana may?". tanya bagas yg sedang duduk di depan kamar.


"dari kantor". jawab mayya singkat.


dia sengaja berbohong agar bagas tidak menggodanya.


"ohh... enak ya disana". katanya dengan agak lembut.


"ngga tuh, biasa aja". jawab mayya sambil melepas sepatunya.


"lo kan juga anak direktur, kenapa ngga pernah kesana?". tanya mayya sambil duduk di samping bagas.


"buat apa, ayah gw ngga bakal ngurus gw juga. yg dia pentingin cuma kakak gw aja". jawab bagas sambil mencebik.


"ya ngga boleh gitu juga gas, lo juga harus bantu mereka meskipun mereka ngga ngurus lo dengan baik". kata mayya sambil berdiri dan mengelus kepala bagas.


bagas mendongak menatap mayya.


"apapun yg terjadi, toh lo tetep anak ayah lo". kata mayya sambil tersenyum.


bagas membisu mendengar kata2 mayya.


dia lalu memegang tangan mayya yg sedari tadi hinggap di kepalanya.


"makasih nasehatnya my girl". katanya sambil mencium telapak tangan mayya.


wajah mayya memerah, dia lekas menarik tangannya kembali.


"masama". katanya sambil melangkah menuju kamarnya.


..........


bagas tertegun di depan kamarnya.


dia memikirkan apa yg mayya katakan.


"mayya emang bener sih". katanya dalam hati.


mayya membuka lemarinya dan mencari seauatu.


"kok ngga ada baju buat besok minggu sih, masa pake yg kemaren. ngga ah mending beli aja".


akhirnya mayya mengganti baju yg dipakainya dengan kaos polos dan celana jeans setinggi lutut.


dia akan keluar untuk membeli baju.


"ngajak siapa ya?".


dia mencoba menelfon david, ternyata tidak aktif.


"huh... berangkat sendiri aja dah, naik taksi".


akhirnya dia keluar kamarnya dan menuju gerbang.


belum sampai dia memegang gerbang, sudah ada yg membukanya dari luar.


"gilang...". kata mayya.


gilang tersenyum, dia melihat penampilan mayya dan menjadi penasaran.


"where are you going?". tanya gilang sembari mengangkat satu alisnya.


"buy clothes for suday". jawab mayya.


gilang tersenyum mendengarnya.


"*** me take you, i come here really wants to take you out". kata gilang sambil tersenyum.


"alright then, thank you". jawab mayya.


kemudian mereka berdua memasuki mobil gilang.


"kok lo ngga bawa kendaraan sendiri sih". tanya gilang heran.


"gw belum minta, padahal gw udah punya SIM". jawab mayya sambil melihat keluar jendela.

__ADS_1


"kok ngga minta?". tanya gilang lagi.


"gw ngga tau harus minta mobil apa". jawab mayya.


"terserah lo kalo itu, senyaman lo aja". kata gilang.


"yaudah nanti gw minta ke papa". kata mayya.


gilang tersenyum.


.........


akhirnya mereka sampai di mall. mayya dan gilang langsung menuju ke daerah pakaian wanita.


"bagus yg mana lang"?. tanya mayya sambil menunjukkan 2 pasang baju.


"yg kanan may". jawab gilang sambil menunjuk baju yg dipagang mayya.


kemudian mayya memasukkannya kedalam tas belanja.


mata gilang tertuju pada sepasang baju yg dipajang.


"kalo mayya yg pake pasti bagus, warnanya juga bagus, cocok sama kulitnya mayya". kata gilang.


"mbak, saya ambil yg ini". kata gilang kepada pelayan.


"baik mas". jawab pelayan itu sambil mengambil sepasang baju itu.


kemudian gilang mencari sepatu yg cocok dengan warna baju itu.


"tambah ini juga mbak, teru ini mbak. tolong dibungkus yg rapi ya". kata gilang sambil menyerahkan sepatu highthels warna pink susu dan tas dengan warna serupa.


gilang merasa puas bisa membelikan sesuatu untuk mayya.


"pasti cantik kalo pake itu". katanya dalam hati.


kemudian dia menghampiri tempat perhiasan.


matanya tertuju pada sebuar kalung dengan mutiara yg menghiasinya.


"mbak, saya ambil yg ini". kata gialng sambil menunjuk kalung yg dimaksud.


akhirnya dia membeli kalung itu.


..........


mayya mencari gilang, dia tidak sadar kalo sedari tadi dia sudah berpisah dengan gilang.


"mana ya si gilang". keluhnya kesal.


mayya segera menghampirinya.


"dicari dari tadi kok malah ada disini lo itu". kata mayya sebal.


gilang meringis. "maaf, gw beli ini buat lo".


kata gilang sambil memberikan barang yg ada ditangannya.


"apa ini lang". tanya mayya sambil mentap gilang.


"liatnya nanti aja, pokoknya harus dipake hari minggu besok". kata gilang sambil meringis.


"udah selesai?". sambung nya lagi.


mayya mengangguk mengiyakan.


"yaudah ayo pulang, keburu malem". kata gilang sambil menarik jemari mayya.


mayya menjajari langkah gilang, dia penasaran apa yg gilang berikan padanya.


..........


mayya melihat bungkus yg diberikan gilang padanya.


akhirnya dia membuka bungkus itu. betapa kagetnya dia ketika melihat. sepasang baju berwarna pink susu dan juga sepatu highthels dan tas dengan warna serupa, kemudian dia membuka kotak yg ternyata isinya sebuah kalung dengan hiasan mutiara.


"ihh... bagus banget". katanya gembira.


kemudian dia menyimpan semua itu kedalam lemarinya.


mayya tersenyum gembira atas apa yg baru dia peroleh.


kemudian dia teringat kata2 gilang tentang kendaraan.


dia langsung menelfon papanya.


"ada apa dek". sambut pak atmadja.


"pa, adek mau mobil buat kuliah. biar bisa keluar sendiri". kata mayya.


"mobila apa, kayak punya kak friski sama


kak jendra?". tanya papanya.


"ngga ah, adek mau lamborghini warna putih". jawab mayya sambil meringis.


"yaudah, besok papa kirim ke kantor". kata papanya.

__ADS_1


"buset dah, langsung diturutin ternyata. kok ngga dari dulu aja ya". kata mayya dalam hati.


"makasih pa, adek sayang papa". kata mayya.


papanya tersenyum dan meletakkan hp nya di meja.


"adek pa?" tanya jendra yg ada disampingnya.


"iya, minta mobil adekmu". jawab pak atmadja.


"ada2 aja adek nih". kata jendra sambil tersenyum.


...........


minggu pagi mayya sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.


dia menunggu gilang yg akan menyusulnya.


tak lama kemudian suara klakson mobil membuatnya terkejut, dia langsung keluar dari kamarnya dan membuka gebang.


"gilang". sapanya ramah.


gilang langsung menatap mayya dengan tak berkedip.


rok setinggi lutut serta atasan yg warnanya sama, sepasang sapatu yg terlihat elok di kaki mayya, tas kecil yg disandang dan kalung mutiara yg mayya pakai.


sungguh cantik penampilan mayya itu.


rambut hitam legamnya tergerai di bahu sampai punggungnya.


"cantik banget may". kata gilang memuji.


"biasa aja lah". jawab mayya sambil melihat penampilannya sendiri.


"beneran cantik may". kata gilang meyakinkan.


mayya hanya terkekeh melihat reaksi gilang yg tidak dia duga.


akhirnya mereka berangkat menuju kantor.


..........


mayya turun dari mobil dan memasuki kantor bersama gilang.


"siapa itu oi, cantik". kata salah satu kariawan.


"itu nona mayya, anaknya pak atmadja". jawab kariawan lainnya.


mayya menjadi perhatian semua orang.


postur tinggi dan ramping mayya sangat dikagumi banyak cowok.


tapi mayya selalu di jaga oleh ke 5 sahabatnya itu, sehingga dia tidak pernah diganggu oleh cowok2.


jordan yg melihat mayya langsug menghampirinya.


"may, cantik bener lo". kata jordan sambil memeluk mayya.


mayya hanya terkekekh mendengarnya.


kemudian dia menemui friski di lantai 3.


"kak friski". sapanya sambil berjalan ke arah friski.


"ehh... adek tumben cantik". kata friski sambil mencium dahi dan kedua pipi mayya.


"apaan sih". kata mayya tersipu.


"oh ya, paket kamu udah sampe loh. ada diluar katanya" kata friski kepada mayya.


" paket apa kak". tanya mayya heran.


friski tidak menjawab dan menggandeng tangan adeknya menuju ke lift.


kemudian mereka berjalan menuju pintu utama.


"hahh...."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


CONTINUED ->♡

__ADS_1


__ADS_2