
gilang dan mayya berangkat menuju cafe jordan.
mereka berdua sampai dan langsung keluar dari mobil.
"siapa cepat, dia duduk di kursi yg ada colokannya". kata mayya sembari meringis.
"oke, siapa takut". jawab gilang.
kemudian mayya lari dari tempat parkir menuju cafe gilang.
"jordan abifandya". teriak mayya sembari melangkah ke arah jordan.
beberapa pelanggan sontak kaget mendengar teriakan mayya.
jordan langsung berbalik dan menatap mayya.
"disana may". jawab jordan sambil menunjuk ke arah meja di pojok.
mayya mengangguk dan langsung melangkah menuju meja yg dimaksud gilang.
"ternyata dia juga kenal sama yg punya cafe ini". kata fatan kepada peter.
"pengawalnya banyak". kata peter sambil meringis.
mereka berdua duduk agak dekat dengan mayya.
gilang yg baru masuk ke dalam cafe langsung mengahampiri mayya.
"my girl, udah selesai ngerjainnya?". tanya gilang sembari duduk disamping mayya.
"ntar dikit lagi, btw lo kok ngga balapan sama gw". kata mayya kesal.
"maaf, gw tiba2 kebelet, jadi ke toilet dulu deh". jawab gilang sambil meringis.
mayya hanya memutar bola matanya dan berdiri.
"lah.. mau kemana?". tanya gilang.
"ambil minum". jawab mayya singkat.
kemudian mayya melangkah melewati peter dan fatan.
dia tidak sadar bahwa kedua cowok itu sedang memperhatikannya, karena mereka berdua mamakai topi.
"jordan gw mau ini". kata mayya sembari mengangkat sekaleng sprit agar jordan melihat.
"iya may, ambil aja sesuka lo, buat lo apa yg ngga". kata jordan sambil terkekeh dan berjalan menuju ke arah gilang.
__ADS_1
"halah... sae ae lo bilang kayak gitu". kata mayya sembari melangkah menuju tempat kue.
kemudian mayya mengambil sepotong kue red velvet dan meletakkannya di atas piring kecil.
"di manjain sama semua pengawalnya". kata peter lirih.
fatan hanya mengangguk setuju dengan kata2 peter.
"lah.. kita ini kok jadi merhatiin cewek itu". kata peter lirih.
"gpp lah, demi sahabatmu ini". jawab fatan sembari meringis.
peter hanya memutar matanya dan meneguk minumannya.
"gw dah selesai nih, kalian gimana". kata mayya sembari menutup laptopnya.
"gw udah sih, tapi gw masih harus jaga cafe". kata jordan sambil nyengir.
"yaudah, gw sama gilang bakalan temenin lo disini, toh di kosan gw juga sepi". kata mayya sambil meringis.
"lah, kok sama gw sih". kata gilang sambil mengangkat alisnya.
"yaelah, lo juga ngga ada acara kan". kata mayya sembari menyenggol lengan gilang.
"iya deh, nanti malam anak yg lain juga mau kesini, tadi bilang ke gw". kata gilang pasrah.
peter dan fatan bangkit dan menuju ke kasir.
"mbak, berapa totalnya?". tanya fatan kepada kasir cafe.
mayya yg berdiri di samping jordan langsung mengenali fatan.
"fatan". kata mayya sambil mengernyit.
"halo, may, gw kangen nih". kata fatan sembari membuka topinya.
bugg....
gilang langsung menonjok wajah fatan yg sudah kurang aja kepada mayya.
"gila lo anj*ng, lo kan cowok yg kemaren di kantor om randi kan, berani2 nya lo bilang gitu ke mayya". kata gilang sembari mendekati fatan.
peter yg melihat itu langsung menghadang gilang.
tapi dia gagal karena tingginya tidak menyamai tinggi gilang.
"bro, santai dulu". kata peter menenangkan.
__ADS_1
"apa lo, lo juga sama kayak si br*ngs*k itu ya". ketus gilang sembari mengepalkan tangannya dan siap untuk menghantam peter.
mayya dan jordan langsung menghampiri gilang dan menenangkannya.
"udah lang, ntar masalah tambah besar". kata jordan sembari menahan gilang.
"ngga ada cowok yg berani bilang gitu kemayya, bahkan temen2 deketnya sekalipun. kok si br*eng*ek ini yg bilang". kata gilang sambil berusaha maju.
jordan tetap menahan gilang dan berusaha membawanya pergi.
"udah lang, lo jangan kelepasan kayak gini". kata mayya berusaha menenangkan.
peter membantu fatan berdiri.
jordan kemudian menghampiri peter dan fatan yg masih berdiri.
"kok lo bilang gitu sih?". tanya jordan kepada fatan.
"soalnya gw suka sama mayya, emang salah". kata fatan.
"ya jelas salah nji*, ngga akan ada diantara temen2 nya mayya yg diem aja kalo mayya di bilang kayak gitu, gw sekalipun". ketus jordan sembari melangkah menjauh dari peter dan fatan.
kemudian peter dan fatan berjalan keluar cafe.
"pengawalnya sadis semua". kata peter.
"lo bener juga, kalo gini terus gw ngga bakalan bisa deketin tuh cewek, mana yg paling agresif si belanda itu tadi". kata fatan sembari memegang pipinya yg memar.
"pasrah aja lo". kata peter sembari membuka pintu mobilnya.
fatan tidak menjawab dan memasuki mobil.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG......