
gilang duduk di kursi belakang cafe, dia masih geram dengan kata2 fatan.
"anj*ng tu orang". gumam gilang sembari mengepalkan tangannya.
mayya hanya mengelus bahu gilang, dia berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"udah lang, lupain aja". kata mayya lembut.
"gw ngga terima gitu aja may, gw ngga pengen lo kayak waktu SMP lagi". kata jordan sambil menatap mayya, kemudian di meletakkan kepalanya di atas meja.
jordan hanya diam dan menatap kedua temannya itu.
kemudian jordan berdiri dan mendekati mayya dan berbisik.
"may, gw ke depan dulu". bisik jordan.
mayya hanya mengangguk mengiyakan jordan.
kemudian jordan melangkah menuju pintu dan keluar.
mayya kembali menatap gilang yg termenung.
"udah lang, yg udah terjadi lupain aja". kata mayya lembut.
gilang kemudian menatap mayya dalam2.
"gw ngga bisa ngeliat lo kayak waktu SMP lagi may, gw udah cukup tersiksa waktu itu, gw udah janji sama om atmadja. lo ngga bakalan dibikin celaka sama orang lain, gw udah ngga mau liat lo kayak dulu lagi may". kata gilang sembari berdiri menghadap dinding.
mayya meneteskan air mata mendengar kata2 gilang, dia berusaha untuk berdiri tetapi seperti ada yg memegangi lututnya.
"bayangin kalo lo kayak dulu lagi, gw udah ngerasa mati may, gw ngga kuat". kata gilang dengan nada tinggi.
jordan yg sedari tadi hanya berdiri di luar pintu mendengarkan perkataan gilang.
"andai aja gw kenal mereka dari dulu". kata jordan dalam hati.
mayya kemudian berdiri dan menghampiri gilang.
"udah ya lang, lo harus kuat". kata mayya sembari memeluk gilang.
"gw harus gimana lagi may, gw ngga bisa pasrahin lo ke anak2 lain, ini tanggung jawab gw dari dulu". kata gilang.
mayya hanya diam dan memeluk gilang dengan erat.
gilang akhirnya membalas pelukan mayya dan mencium kepala mayya.
"andai aja gw bisa setiap saat di samping lo". kata gilang lirih.
"ngga usah lang, lo gini aja udah cukup kok". kata mayya sembari tersenyum.
__ADS_1
gilang menyunggingkan senyuman, dia akhirnya bisa sedikit lega.
jordan yg sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka dari luar pintu ikut tersenyum puas.
"ini baru temen2 gw". kata jordan dalam hati.
kemudian mayya membuka pintu dan mendapati jordan jatuh tepat di depannya.
"ngapain lo jor, nguping pembicaraan kita ya". kata mayya sembari mengernyitkan dahinya.
"ngga kok, tadi gw cuma kebetulan lewat sini". kata jordan ngeles.
"halahh.... lo kok cuma lewat, jelas2 lo nguping dah". kata gilang sambil meringis.
jordan yg sudah ketahuan akhirnya pasrah dan tersenyum.
mayya juga ikut tersenyum melihat wajah pasrah jordan.
mereka bertiga duduk mengelilingi meja, mereka menunggu teman2 nya yg lain datang ke cafe jordan.
"kok lama banget sih". kata mayya sembari memotong pai coklat dengan sebilah pisau..
ctak...
jordan dan gilang berpandangan satu sama lain.
"selow may, ntar pisaunya ke kepala kita tuh". kata jordan sembari menjauhkan kepalanya.
gilang hanya tersenyum dan mengambil pai yg sudah dipotong oleh mayya.
"lumayanlah rasanya". kata gilang.
jordan yg menatap gilang tiba2 tersenyum.
"terima kasih atas pujiannya pak, lain kali jangan bilang rasanya lumayan ya pak, bilang enak banget". kata gilang sambil meringis.
"marah si jordan". kata gilang sambil terkekeh.
mayya yg melihat wajah jordan juga ikut terkekeh dan menyuapkan pai kedalam mulutnya.
jam 20.00
david, riko, nugie, dan bagas sampai di cafe jordan dan langsung mengahampiri meja yg mayya, jordan dan gilang pakai.
"yo, ada yg kangen sama gw". kata nugie sambil tersenyum.
"pala lo kangen, gw marah sama kalian baru bener, jadi cowok kok lelet amat, telat 1 jam masih tanya ada yg kangen". kata mayya sembari memukul bahu nugie.
"ampun nona, tadi kami hanya membeli minuman di indomeret". jawab nugie sembari berlutut di depan mayya.
__ADS_1
"beli minuman sampe satu jam. dahlah... kalian emang rajanya telat". kata mayya sembari duduk dan memakan painya.
"lah... kok kita". kata david, riko dan bagas secara bersamaan.
jordan dan gilang hanya terkekeh melihat teman2 nya itu, mereka merasa senang karena berada di antara orang2 yg baik.
jam menunjukan pukul 22.00 wib.
mayya pulang menuju kosan bersama david dan bagas.
sekitar 25 menit mayya berada di jalan, dia akhirnya sampai dikosannya.
"dav, gas. diantara kalian besok siapa yg jam 11 masuknya?". tanya mayya.
"ngga ada". jawab bagas dan david secara bersamaan.
"hadeh.... iya juga ya, kadang gw juga lupa kalo kalian sekelas". kata mayya sembari menepuk dahinya.
"yaelah may, kan masih banyak yg masuk siang, kalo lo butuh temen coba telfon anak2 yg lain". kata bagas memberi solusi.
mayya hanya menggeleng dan kemudian masuk kamarnya.
david dan bagas hanya saling berpandangan dan menggelengkan kepala.
"kenapa tu anak". kata bagas.
"kok lo nanya ke gw gblg". jawab david sambil meringis dan memasuki kamarnya.
bagas pun membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam.
mayya merebahkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur.
"kok banyak banget kejadian hari ini, semoga aja ngga berdampak buruk". gumam mayya.
kemudian mayya memejamkan matanya erat2, dia berusaha untuk tidur dan melupakan segala yg terjadi hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
continued.....