We Are Comeback

We Are Comeback
problem......


__ADS_3

mayya terbangun karena suara hp nya, dia sontak kaget dan langsung menjawab telfon tanpa melihat nama yg menelfon di layar hp.


"halo, selamat pagi". kata mayya sambil duduk di pinggir kasurnya.


"selamat pagi2.... udah siang ini woi". kata riko dengan suara keras.


mayya langsung kaget dan mengerling ke arah jam dinding, jarum menunjukkan pukul 10.


"loh kok udah jam 10". kata mayya tak percaya.


"lo aja yg molor, udah gih. cepetan mandi, ayo ikut gw ke mall beli baju. gw udah ada di depan gerbang lo nih". kata riko.


"iya ko, tungguin". jawab mayya sembari menutup telfon dan bangkit melangkah ke kamar mandi.


riko tersenyum sembari memasukkan hp nya ke dalam saku.


............


tak lama kemudian mayya bergegas manuju pintu gerbang dan membukanya, dia melihat riko berada di depan mobil dan tersenyum kepadanya.


"udah beneran nih". kata riko sambil terkekeh.


"ya udah lah, emang apa yg kurang". kata mayya sambil mengangkat bahunya.


riko hanya tersenyum dan membungkukkan badannya di depan mayya.


"nanti lo kalo jalan jatoh tau, kan malu maluin". kata riko sembari menalikan tali sepatu mayya.


wajah mayya merona ketika melihat riko tepat dibawahnya.


"ehh.... makasih ko". kata mayya sembari ikut membungkuk.


riko tersenyum dan segera bangkit berdiri.


"kenapa muka lo, kok merah". tanya riko sambil terkekeh.


"ngga kok, cuma salut aja ke lo. kok perhatian banget sih, tambah sayang deh". jawab mayya sambil terkekeh.


dan giliran wajah riko yg memerah mendengar kata2 mayya.


"idihh... digituin aja langsung lemah". kata mayya.


"ahh... udahlah, cepetan berangkat". kata riko sembari melangkahkan kakinya menuju pintu mobil.


............


riko dan mayya menuju mall yg berada di dekat kantor atmadja group.


"david sama bagas kemana may?". tanya riko ketika berada di lampu merah.


"menurut perkiraan saya, mereka masih tertidur di kamar masing2". jawab mayya penuh wibawa.


"ealah... sae ae lo bilang kayak gitu". kata riko terkekeh.


mayya pun ikut terkekeh bersama riko.


"udah hijau ko". kata mayya sembari menunjuk ke arah lampu hijau.


riko kemudian langsung menancap gas dan kembali melaju di jalan yg tidak macet.


...........


kemudian mereka sampai dan langsung menuju tempat baju.


"ko, ini cocok sama lo deh". kata mayya sambil membawa satu kemeja warna biru.

__ADS_1


"coba sini may, kalo cukup ya gw beli". kata riko sambil mengambil kemeja yg dibawa mayya.


"lohh, kok gitu sih?". tanya mayya tak mengerti.


kemudian riko mendekati mayya dan mencium pipinya.


"kalo dipilihin mayya, gw ngga pernah nolak". kata riko sambil melangkah menjauh menuju ruang coba.


mayya tersenyum sambil memegangi pipinya.


........


setelah mereka cukup membeli baju dan kosmetik mayya, mereka akhirnya memutuskan untuk membeli es krim.


"emm... enak". kata mayya sembari tersenyum manis.


"cuma gitu aja kok seneng". kata riko sambil mencibir.


"biarin deh, daripada muka lo sepet". jawab mayya meringis.


riko hanya menjawab dengan mengernyitkan dahinya tanda tidah setuju dengan perkataan mayya.


riko kemudian meraih tangan mayya dan menggandengnya.


"biar lo ngga hilang". kata riko sambil terkekeh.


"gw bukan anak kecil lagi". jawab mayya sambil mencibir.


tiba2 riko dipanggil oleh seseorang dari belakang. "riko". kata orang itu sambil mendekati riko dan mayya. riko pun menoleh, begitu juga dengan mayya.


mata riko dan mayya terbelalak lebar dan segera melepaskan gandengan mereka.


"kak chiko". kata riko sambil tersenyum tipis.


mayya pun ikut tersenyum kepada chiko.


"ngapain kamu kesini". tanya chiko.


"beli baju". jawab riko singkat sambil menunjukkan kantong plastik yg penuh baju dan make up.


"kok ngajak mayya?". tanya chiko sekali lagi.


"kenapa emangnya, mayya juga kebetulan mau beli bedak". jawab riko


mayya hanya diam mendengarkan pembicaraan riko dan kakaknya itu.


"may, kakak lo dimana sekarang". tanya chiko yg sudah menatap mayya.


mayya sontak kaget karena suara chiko, dia berusaha tenang dan menjawab chiko.


"kakak yg mana, jendra atau friski kak?". tanya mayya.


"oh.. ya kakak kamu kan ada 2 ya, semuanya deh". jawab chiko.


"ohh... kak jendra masih belum kelar koas nya, dia ada di yogyakarta. kalo kak friski udah tinggal disini, kerja bantuin papa sekalian jadi asisten dosen di UNEJ". kata mayya menerangkan.


"ohhh... gitu ya, minta id line kedua kakak kamu ya". pinta chiko.


"iya kak, ntar aku kirim dulu". jawab mayya sembari mengambil hp nya di tas.


"udah terkirim may, makasih". kata chiko sembari melihat layar hp nya.


mayya mengangguk tersenyum tipis.


"udah selesai urusannya kan, sekarang aku sama mayya mau pergi cari makan". kata riko.

__ADS_1


"eitt.... kamu nanti kalo udah nganter mayya ke rumahnya, datang ke kantor papa". kata chiko sembari melangkahkan kaki melewati mayya dan riko.


riko mengarutkan giginya rapat2 sembari menarik nafas agar tidak kelihatan seperti orang marah.


"hubungan lo lagi ngga baik ya". kata mayya sambil mengelus kepala riko.


"ya gitu deh". jawab riko sambil mengacak acak rambutnya.


akhirnya mereka berdua memebeli nasi goreng yg ada di salah satu restoran di mall.


mayya hanya tertegun memandangi wajah riko yg muram itu.


............


setelah itu mereka berdua keluar dari mall dan memasuki mobil.


"lo kenapa sih, ada apa sama hubungan lo dan kak chiko". tanya mayya sambil memegang tangan riko.


"gw ngga bisa cerita sekarang may". jawab riko sambil menyandarkan kepalanya di kursi mobil.


mayya langsung memegang kepala riko dan menyandarkannya di bahu.


"lo punya sandaran yg bisa lo pake buat tempat curhat kok, kita semua selalu ada buat lo". kata mayya sambil memeluk riko.


riko meneteskan air matanya dan membalas pelukan mayya.


mayya merasakan tetesan air mata riko di bahunya, dia semakin mengeratkan pelukannya berusaha menenangkan riko.


"makasih udah mau jadi sandaran buat gw may". kata riko sambil membenamkan wajahnya ke leher mayya.


"masama ko". jawab mayya sembari membelai rambut coklat terang milik riko.


riko kemudian melepaskan pelukannya dan tersenyum pada mayya.


"maaf, gw keliatan lemah di depan lo". kata riko sambil memegang tangan mayya.


"gw lebih suka orang yg nunjukin masalahnya didepan temen ko". jawab mayya sambil mencium dahi riko.


riko tersenyum lebar.


kemudian riko menghidupkan mesin mobilnya dan melaju menuju kosan mayya.


"omong2, gw mau meluk lo lagi dong. wangi lo enak". kata riko sambil terkekeh.


wajah mayya merona, dia segera memukul bahu riko.


"apaan sih, malu tau". jawab mayya sambil meringis.


riko tertawa melihat reaksi yg sudah dia duga, mayya memang sangat manis ketika sedang malu.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


CONTINUED.......


__ADS_2