We Are Comeback

We Are Comeback
financial problem...


__ADS_3

riko dan nugie yg melihat mayya langsung berpandangan dan menggeleng.


"kenapa may, kok seneng banget?". tanya riko.


"ngga papa tuh, seneng aja ketemu kalian". jawab mayya sambil tersenyum.


"halahh.... tumben lo bilang gitu". kata nugie mencibir.


mayya hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum.


dia kemudian duduk di bangkunya.


...........


setelah kelas selesai, mayya dan kedua temannya itu menuju kantin.


"mana mobil lo may?". tanya riko yg melihat kearah tempat parkir.


"gw tadi bareng bagas sama david". jawab mayya.


"naik mobilnya bagas dong". kata nugie.


mayya mengangguk mengiyakan.


setelah sampai di kantin, mayya dan kedua temannya itu membeli bakso dan minuman.


"duduk sana aja gih, deket juga sama warungnya". kata riko sambil menunjuk ke arah meja kosong.


mayya dan nugie mengangguk dan mengikuti langkah riko.


mareka duduk dan mulai memakan makanan yg mereka beli.


...........


kling....


suara hp mayya yg berada di atas meja.


mayya melihat pesan di hp nya.


"ini nomerku, tolong disimpan. barangkali diantara kita ada yg perlu bantuan".


mata mayya terbelalak melihat nomer yg mengiriminya pesan.


"peter". desis mayya.


"siapa may?". tanya riko.


"bukan siapa2 kok". jawab mayya sambil menggelengkan kepala.


...........


setelah membayar, mayya pergi sendiri ke jamur langit. riko dan nugie ada keperluan sehingga nanti akan menyusul.


mayya yg sudah duduk di jamur langit menelfon peter.


kring.....kring.....


peter melihat layar hp nya, dia kemudian menjawab telfon dari mayya.


"kenapa". kata peter.


"lo kok tau nomer gw?, dari mana". tanya mayya.


"lo ngga tau ya, gw tuh juga seorang stalker loh". jawab peter sambil tersenyum.


mayya kaget mendengar jawaban peter.


"udahlah, ngga penting juga. ge tutup ya, bye". kata peter sembari menutup telfonnya dan meletakkannya di dalam saku.

__ADS_1


mayya geram mendengar kata2 peter.


"kok ada sih, cowok kayak gitu". kata mayya dalam hati.


..........


tak lama kemudian, riko dan nugie menghampiri mayya yg berada di jamur langit.


mereka langsung duduk dengan wajah senang.


"kenapa, kok kelihatan seneng gitu". tanya mayya sambil tersenyum.


"gpp kok, seneng aja. tadi kan kita mampir dulu ke kantin, terus gw ditabrak sama senior". kata riko.


"asli may, seniornya cantik banget". kata nugie sambil meringis.


"halahh... modus kalian". kata mayya sambil memutar bola matanya.


riko dan nugie meringis mendengar kata2 mayya.


kemudian mayya teringat sesuatu terlintas di kepalanya.


"ko, kemaren jadinya gimana?, lo kan disuruh ke kantor bokap lo". kata mayya.


"gw kena marah". jawab riko singkat.


"lah... kenapa emangnya, lo salah apa". tanya mayya tak mengerti.


"gw dimarahin karena ngehabisin uang bokap". jawab riko.


"padahal kak chiko lebih banyak minta uangnya, gw yg dituduh ngehabisin uang". tambah riko.


"lo bisa jelasin soal itu kan, lo jelasin apa ngga?". kata nugie yg sedari tadi wajahnya sudah tegang.


"gw udah jelasin, tapi bokap gw ngga mau denger". jawab riko kesal.


"ya ngga lah, lo kan tau sifatnya kak chiko". jawab riko sambil mencibir.


"terus gimana dong". kata nugie.


"ya gitulah, gw dimarahin habis habisan, gw diem aja. dan, gw disuruh pergi dari kantor". kata riko sambil menaruh kepalanya di atas meja.


mayya dan nugie saling perpandangan satu sama lain.


"uang di rekening lo ada berapa?". tanya nugie.


"sekitar 350 juta". jawab riko.


nugie dan mayya terbelalak mendengar jawaban riko.


"buset dah, banyak itu ko". kata nugie.


"sebanyak banyaknya uang itu ngga akan bisa nyukupin gw sampe tua kan". kata riko.


"lah, emang kartu kredit lo di blokir sama bokap?". tanya mayya.


"kayaknya sih iya, tapi masih belom gw cek". jawab riko sembari mengeluarkan hp nya.


"yaudah cek dulu sana". kata nugie.


riko megangguk tersenyum.


kring....kring..... hp mayya berbunyi, dia melihat kelayar hp nya dan segera mengangkat telfon.


"kenapa gas?". tanya mayya kepada bagas.


"lo itu gimana sih, udah selesai belom kelasnya.


ayo cepetan pulang". kata bagas.

__ADS_1


"eh, iya gw udah kelar, ntar lagi gw ke parkiran". jawab mayya sembari menutup telfonnya dan memasukannya ke dalam tas.


"gw cabut dulu ya, udah ditungguin sama bagas". kata mayya sambil berdiri.


"iya may hati2". kata riko.


nugie hanya menjawab dengan anggukan dan tersenyum.


mayya segera melangkahkan kakinya menuju tempat parkir.


..............


"bagas...". sapa mayya sambil melambaikan tangannya.


"yo, kok lama banget sih. david mana juga nih". kata bagas sembari menggaruk kepalanya.


"loh... kan sekelas sama lo, gimana sih". kata mayya sambil mencibir.


"iya sih, tapi dia tadi ngilang, gw ngga tau kemana". kata bagas sambil nyengir.


mayya menggelengkan kapalanya, dia menyadari bahwa satu temannya ini memang rada gila.


"yaudahlah, kita tunggu". kata mayya sambil menyandarkan punggungnya ke mobil.


"sini gw bantu naik". kata bagas sambil menggendong mayya dan mendudukannya di depan mobil.


"eit... siapa yg minta duduk sini". kata mayya.


"tapi kan lo duduk enak may". jawab bagas sambil meringis.


"iya sih, tapi tangan lo ini bisa menyingkir dari pinggang gw ngga". kata mayya sambil memegangi tangan bagas yg ada dipinggangnya.


"ehh... iya". kata bagas sembari melepaskan tangannya.


............


tak lama kemudian david muncul di tempat parkir sembari melambaikan tangannya.


"udah nunggu lama, ngga kan, baru satu jam juga". kata david sembari mendekati 2 temannya.


"ngga lama dari mananya dav...". kata mayya sambil menjewer telinga david.


david mengaduh kesakitan dan memegangi tangan mayya.


bagas terkekeh melihat ulah mayya dan david.


"udah lah, ayo pulang gas". kata mayya sembari melangkah dan membuka pintu mobil.


kemudian david dan bagas juga memasuki mobil dan pulang ke kosan mereka.


..............


.


.


.


.


.


.


.


.


see you next episode ->

__ADS_1


__ADS_2