
"Duh! Ren lu cepet banget larinya!" keluh Rensi dengan nafas yang tak teratur ,
hehe..eh! liat!" ajak Ren menunjuk ke arah matahari di arah barat.
"Woaaah!" ucap mereka bersamaan.
"wish..temen gua gak boong ternyata..emang cantik banget!" kata Rendi lalu sesaat melirik Ren , sesaat Ren pun tersenyum.
"lu kenapa ren?" tanya Rendi
"lu bedua tau gak kenapa tadi gua ke SMA AL.
"oh iya! kenapa emang? tadi gua liat lu nangis"
"Ren? nangis?" batin Rensi memperhatikan Ren juga.
"jadi gua punya temen,gua udah kenal dekeet banget ama tu orang--" Ren pun menceritakan semuanya , sesaat Rendi dan Rensi pun saling menatap.
"biasanya sih..sore gini gua main ama dia deket rumahnya..ngeliat pemandangan di langit yang sama.." ucap Ren memperhatikan matahari terbenam .
"tapi..stelah gua pikir pikir..ya kali gua ga harus ngungkit ngungkit yang udah lama..dia juga paling udah lupa kok..jadi--" namun kata kata Ren di sela Rensi .
"hmm..emang lu punya dia doang?" kata Rensi memegang tangan Ren sambil tersenyum.
"iya..temen lu gak dia doang kan?" kata Rendi yang juga memegang tangan Ren.
__ADS_1
"hahah..yang bener aja! gua LEBAY BANGET! OKAY MULAI SEKARANG GUA BAKAL LUPAIN ORANG YANG UDAH NGELUPAIN GUA! DAN GAK BAKAL MIKIRIN KATA ORANG! GUA JANJIIIII!!!!!" teriak Ren mengencangkan gengaman Rendi dan Rensi.
"hahah gitu dong!" jawab Rendi dan Rensi bersamaan.
Rendi dan Rensi pun saling menatap ,
"gua ngerasa liat diri gua yang dulu..tapi.." batin Rensi sambil terus memperhatikan Ren.
"hmm? lu napa ngeliatin gua!?" gerutu Ren mengusap air matanya.
"hahah! si Ren nangis!" ejek Rendi
"eh..enggak kok! paan sih!" sela Ren lalu menggelitik Rendi
"hmm..ga mungkin dia sama kayak gua..karna Ren jauh lebih kuat di banding gua..dia bisa gampang banget janji bakal ngelupain masa lalunya..tapi Ren , gua gak bakal tinggal diam..liat aja gua bakal kayak lo juga!" batin Rensi dengan tegas lalu ikut tertawa bersama Rendi dan Ren.
"Iya iya..siapa juga yang pen ngebongkar! gua males ngegosipin orang kale" keluh Rensi mengeluarkan earphone dari tasnya
"pfth..mulai lagi si dingin.."
"lah? gua inget orang yang nanya"di mana sifat cool lo ityuuu!" ejek Rensi lalu memakai earphonenya.
"cih dasar!" keluh Ren membuang muka .
"eh eh! bulannya udah klihatan!"
__ADS_1
" pdahal mataharinya kan belum terbenam wish!" kata Rendi menunjuk ke arah bulan.
"hua! bener!Rens liat deh Rens!" panggil Ren menarik narik baju Rensi namun Rensi tak peduli dan masih mendengarkan lagunya.
"huft..RENSI!" teriak Ren melepas earphone Rensi "gua buang ke sungai nih lama lama!" ancam Ren .
"hue! jangan jangan woy! mahal lho!..iya iya gua ngeliat langit nih jan di ceburin!" balas Rensi mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke langit.
"huaw.." kata Rensi terkejut melihat sinar matahari terbenam yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"lu dengerin apa sih sebenarnya ?" tanya Ren memakai earphone Rensi .
"uooh! lagu ini! gua juga tau kalee!" kata Ren melepas earphonenya dan bernyanyi ,
(vierra: rasa ini)
"ku tak percaya..kau ada di sini..menemaniku..di saat dia pergi.." Ren pun bernyanyi dengan begitu merdu
"lho? keknya lagu yang gua pasang bukan lagu itu deh tapi..hmm..ga nyangka suara lu bagus banget Ren.." kata Rens
"eh? selanjutnya apa ya..lupa..eheh.." kata Ren menggaruk kepalanya.
"hahah udah gua duga itu bukan lagu yang di pasang ama Rensi kan!" kata Rendi tertawa
"mungkinkah kau merasakan..semua yang ku pasrahkan..." lanjut Rensi dengan suara yang tak kalah merdu..
"hahah Rensi ikutan!" ejek Ren lalu Rensipun tersenyum.
__ADS_1
"de..ngar..lah..kasih.." lanjut Rendi..dan mereka pun bernyanyi bersama menunggu datangnya malam..