Wich Boy

Wich Boy
eps 32


__ADS_3

"Hahah...makasih banget ya Lis..gua bersyukur banget lu mau sukarela banget bantuin kelas gua.." kata Ren sambil tersenyum manis.


melihat Ren tersenyum , wajah Lisa semakin memerah.


"kayaknya gua gak heran kenapa Rendi bisa suka ama ni cewek..." batin Lisa stelah melihat Ren tersenyum.


"Renh..lu biar sakit juga larinya tetep cepet banget napa sih..huft..!" keluh Rensi yang ketika itu baru sampai.


dan di susul kelas E lain .


"Ren..." panggil Rendi dengan suara lembut ,


"ya?" balas Ren lalu berbalik.


"gua ga masalah kok kalau elu lebih milih Rensi di banding gua..tapi Ren gua cuma mo bilang , gua bersyukur banget pernah suka sama cewek Hebat kayak elo!" ucap Rendi menatap Ren.


"hmmph..gua juga bersyukur kok..orang terkenal pintar dan seganteng elo bisa suka ama gua..eheh.." balas Ren kembali tersenyum dan tertawa.


"tunggu..kalo Ren gak milih Rendi berarti..." batin Rensi dengan wajah yang semakin lama semakin memerah lalu melirik Ren yang sedang melihat pemandangan sore itu.


"Ren..." panggil Rensi sambil menunduk.


"huhu..han..ini bagian yang gua tunggu tunggu.." bisik Karina pada hanan yang ketika itu menonton Rensi dan Ren.


"hahah..ini juga bagian yang paling gua tunggu tunggu tau gak!" balas Hanan sambil berbisik.

__ADS_1


"ya?" jawab Ren


"HUAAA! BAGIAN PALING GUA TUNGGU!" batin Karina dan Hanan bersamaan .


"a..anu..eh..lu gak bakal balik ke rumah sakit lagi? habis earphone gua ketinggalan di sana.." ucap Rensi sambil memasang raut polos.



"sialan..gua pikir bakal di tembak dasar!" batin Karina yang terus terang sangat kecewa pada Rensi.



"kirain bakal di tembak..paan sih Rens lu payah banget!" batin Steven memasang wajah datar.


"hahah..yah enggak lah! ambil aja sendiri sono!" balas Ren sambil tertawa


"hahah..muka lu semua kok datar gitu sih!? hahah.." kata Rendi menertawakan semua kelas E.


"ya kali Habis lu Rens! mau nembak aja pake di ulur dulu..hahah!" kata Rendi langsung pada intinya.


"bener bener lu ndi..ceplas ceplos banget sih..gak mikir dulu kek.." batin Lisa menatap Rendi datar.


"eheh..maaf maaf..Ren gua sbenernya.." ucap Rensi dengan wajah semakin memerah


"YOSH!" balas Ren menepuk pundak Rensi.

__ADS_1


"gua gak yakin lu bakal mampu bilang itu depan semua orang di sini ," bisik Ren di telinga Rensi .


"sbenarnya gua lebih ga mampu bilang itu depan lo Ren..!" batin Rensi semakin merasa malu.


"aelah! ga seru banget sih lu Rens!" teriak steven . lalu semua ikut tertawa .


"hmmph..baguslah..sperti yang gua harap mereka bisa jadiin kejadian sebagai penyatu SMA AS dan SMA AL.


" kata Ivan yang ternyata saat itu bersembunyi di balik tembok SMA AS.


sperti yang Ivan katakan , SMA AS dan SMA AL ketika itu berbaikan . karena hubungan Lisa yang merupakan siswi terkenal di SMA AS. dan juga Rendi yang merupakan siswa terkenal di SMA AL juga .


besoknya , bangku bangku kosong yang di kelas E pun terisi, satu persatu orang berdatangan dari luar .


tentu saja tanpa perlu di cap sebagai orang buangan mereka masuk ke kelas E dengan sukarela.


saat ini pun SMA AS dan SMA AL sudah tak mementingkan status , sejak saat itu ekskul SMA AS dan SMA AL pun tak jarang di gabung. sungguh pengaruh besar dari princes sekolah .


dan dua kembar pun sudah tak pernah di buly lagi di sekolah. lebih tepatnya spertinya mereka banyak membantu para murid yang ingin belajar tentang elektronik.


hingga dua kembar itupun menjadi terkenal di juluki sebagai kembar jenius.


"KARINA!! CEPETAN NAPA SIH!" teriak Hanan yang ketika itu membantu karina menahan kursi ketika Karina berusaha menangkap kupu kupu di dekat lampu


"IYA SABAR DIKIT LAH!" balas karina "dikit lagi DAAANNN YAAAAAA!!!

__ADS_1



"KARINAAAAA!"


__ADS_2