
"temenin gua ke kantin yok!" ajak Hanan menepuk pundak Ren,
"gua mana ada duit!" balas Ren. walau sbenarnya ia punya , hanya saja Ren ingin di traktir teman temannya .
"gua yang traktir deh!" yups! sesuai rencana Ren , Hanan pun mengiyakan.
di perjalanan ke kantin , Ren melihat anak yang ia lihat pagi tadi di gerbang sekolah , "hmm? kayaknya dia murid pindahan?" pikir Ren terus menatap ke arah anak itu
"Ren, gua denger kantin lagi diskon besar besaran buat berger tuna kesukaan elo!"
"HA YANG BENER!?!?"teriak Ren lalu bergegas ke kantin.
"mm..lu boonging gua!" kata Ren menatap sinis ke arah Hanan .
"eh enggak kok! masuk aja dulu!" ajak Hanan menarik tangan Ren.
namun pandangan Ren teralihkan ketika melihat seseorang bersoftlens menghampiri anak berearphone tadi .
"huhu..Ren..berger lu abis!" kata Hanan pasrah .
__ADS_1
"ya udah klu gitu kita cari yang la--" kata Ren namun ,"KRIIING!" terdengar bel pertanda istirahat slesai , lalu Ren dan hanan pun pulang dengan tangan kosong.
di depan kelas , Ren melihat anak berearphone itu lagi , kali ini dia berbincang bersama wali kelas Ren di depan kelas dan masuk ke ruang kelas Ren.
"HE?!??!?!? DIA KELAS E???" batin Ren saat melihat anak itu masuk.
Ren pun mulai berpikir apa yang ia katakan di gerbang tadi hanya sekedar menyombongkan diri .
tak lama kemudian , wali kelas Ren masuk untuk memperkenalkan murid baru bernama Rensi. Yups! itu adalah anak berearphone yang sejak tadi di pantau Ren.
"hai..............."
seisi kelas pun menjadi hening , tentu saja yang ia katakan benar benar SEPATAH kata, namun tak sesuai dengan harapan semuanya.
"krik kriiik" bisik Ren memperburuk keadaan . lalu Rensi pun di persilahkan memilih bangku.
karena jumlah Kelas E tak begitu banyak , banyak pula bangku kosong yang tersedia , lalu Rensi pun memilih bangku dekat jendela luar , tepat di belakang bangku Ren.
"hohoh..seleramu bagus juga , kata Ren melirik ke belakang , namun anak itu tidak menghiraukannya.
__ADS_1
tak lama kemudian walkel pun segera pergi dengan meninggalkan tugas yang bahkan belum di pelajari sebelumnya "fyuhh..inikan belum di pelajarin!" keluh Ren melepas polpennya dan melihat sekeliling .
"hmm..? Rensi kan ?" tanya Ren melihat ke belakang
"iya.."jawabnya cuek.
"hmm? lu gak ngerjain tugas?" tanya Ren berusaha akrab.
"udah" jawabnya memperlihatkan jawaban komplit!.
"huaa?" Ren kaget melihat murid baru yang dapat menyelesaikan tugas dalam beberapa menit walau materinya belum pernah di pelajari sebelumnya.
Ren berpikir apa yang ia katakan di gerbang tadi bukanlah sekedar menyombongkan diri .
namun hal yang menganjal adalah , mengapa ia masuk kelas E? sejauh yang Ren ketahui, murid kelas E adalah orang orang yang melakukan kesalahan di kelas sebelumnya.
namun mengapa murid pindahan yang bahkan belum merasakan kelas lain bisa langsung memasuki kelas terburuk!?!?
" huoy! kok bengong?" tanya Rensi melambai lambaikan tangannya.
"o-oh!?...tu..tunggu lu kok bisa cepet banget sih slesainya ? lu kan mu--"
"okeh jadi karna gua gak mau di kejar kejar ma orang cuma buat nanyain tugas , gua jelasin ke lu..ntar lu jelasin ke yang lain.." jelas Rensi mengambil buku Ren
"loh?......
__ADS_1