
"Gua suka banget ama lo!!!"
" dari pertama kali gua denger cewek cewek dari SMA AL bicarain elo gua udah ngerasa ngeliat diri gua yang dulu!!!.."
"hiks..karna dulu gua juga di kuncilin kayak elo tau gak Ren!!! hikss.." cerita Rensi pada Ren yang di anggapnya tak sadarkan diri.
"Apa yang?? woy woy..apa gua udah mati? apa gua bisa ngejawab elo sekarang??" batin Ren berusaha sekuat tenaga untuk bergerak ,
"gua bisa kok Rens..gua gak selemah yang kalian pikirin!" batin Ren yang masih saja berusaha , lalu usahanya pun berhasil.
sesaat Rensi berhenti menangis ,
"Ren!?" Teriak Rensi mengusap air matanya , lalu yang lain pun mulai mengusap air mata mereka dan Ren pun perlahan membuka mata.
"Ren...si? Ren...di?" panggil Ren "temen temen,..lu semua kenapa nangis?.." apa gua salah udah bikin kalian nangis?" ucap Ren terlihat begitu lemah.
"nggak kok Ren! ENGGAK SAMA SEKALI!" teriak semua orang berusaha menahan air mata mereka yang sperti ingin kluar dengan deras.
__ADS_1
"REN!MAAFIN GUA!!! gua ga bisa liat muka lo lagi dari waktu itu Ren! Ren maafin gua..!hiks hiks.." Teriak Rensi menunduk dan menangis semakin keras.
"Rensi?? eheh..seneng denger suara lo lagi gua udah denger kok dari tadi, sbenernya gua udah sadar hanya gua ga bisa buka mata.." kata Ren sambil tertawa kecil.
"Heh!?!? apaa!?!?" teriak Rensi dengan wajah semakin memerah
"eheh.." ucap Ren dengan wajah yang juga ikut memerah ,
"sialan..gua ngapain sih pake bilang itu ke dia tadi.." batin Rensi ,
"hahah SI RENSI SALTING!" teriak Karina lalu semua pun ikut tertawa.
"Ren..gua ga tau gimana harus minta maaf..tapi lu berdua jadi kayak gini karna gua dan kakak gua..!"
"hiks..orang yang elo liat malam itu keluar dari Ruangan Rensi sebenernya gua Ren..kalau aja lu ga bisa maafin gua..gua ngerti kok..karna gua udah keterlaluan banget.." ujar Rendi dengan berlinang air mata.
"apaan sih..belum juga gua bilang iya..eheh..gua udah maafin elo kok.."
"gua ngerasa gak boleh terus terusan terpuruk di kesalahan gua yang lama..dan jujur pas liat dua orang yang ga asing di mata gua , gua udah bertekad kok!"
__ADS_1
"siapapun itu , sejahat apapun itu! dan seperih apapun nanti rasanya di hianatin, gua tetep bakal terima..karna menurut gua melepaskan tak semudah mendapatkan bukan?" ucap Ren sambil tersenyum manis.
"RENN!!!!!" teriak Rendi lalu memeluk Ren , Rensi yang melihat ketika itupun kaget lalu memasang raut wajah tak terima , hahaha
"oh iya Ren..sebenernya gua juga suka ama lo Ren.." kata Rendi melepas pelukannya ,
"apa!?" batin Rendi terkejut medengar kakak kembarnya yang begitu terus terang mengatakannya.
"heee? maksudnya?" kata Ren kaget dengan wajah yang semakin lama semakin memerah.
"upss...Hadeh Ren lu panen jodoh tahun ini Ren..." ejek karina lalu tersenyum licik ke arah Rendi Rensi dan Ren .
"hahha..lu fokus buat sembuh aja lah Ren..ga usah mikirin gua dan Rensi , gua cuma pen bilang itu doang kok!" kata Rendi terlihat sombong.
"WOY TERANG TERANGAN BANGET!! GUA JA MALU TADI!!" batin Rensi lalu membuang muka....
__ADS_1