Wich Boy

Wich Boy
eps 26


__ADS_3

"okeh Ren sekarang lu ikut gua!" ucap Ivan menarik Ren dan menyeretnya di tangga,


"apa..yang? kok gua serasa ga bisa ngelawan?? gua kenapa cuma diam?" batin Ren selagi Ivan terus menyeret dirinya.


"Ren!!" teriak Rendi dan Rensi bersamaan , lalu Rensi pun segera berlari menyusul Ren sedangkan Rendi yang ketika itu juga berniat menyusul Ren di tahan oleh lisa.


"ndi..apa lu suka ma tu cewek?" tanya lisa menarik tangan Rendi ,


"Gua...gu..gua.." ucap Rendi gagap


"gua kenapa sih? tinggal bilang iya aja susah banget!" batin Rendi memperhatikan wajah Lisa yang sedang menunggu jawaban.


"cih! lepasin!" Teriak Rendi lalu segera menyusul Ren ,


"udah gua duga ndi.." batin Lisa dengan mata berkaca kaca . Ivan pun membawa Ren ke jembatan di belakang perbatasan sekolah.


Ivan lalu membenturkan kepala Ren di pegangan jembatan dan memukulinya .


"GARA GARA ORANG TUA SIALAN ELU! IBUK GUA MENINGGAL TAU GAK!!!" teriak Ivan sambil terus memukuli Ren.


"Apah..yangh?" tanya Ren dalam batinnya.

__ADS_1


"gua gak tau musti gimana..gua ga bisa ngelawan elu van..ngeliat lu nangis ngingetin gua pas orang tua gua meninggal dulu..gua gak tau ternyata orang tua lu juga meninggal waktu itu..maafin gua van.." batin Ren hanya tersenyum ke arah Ivan.


Ivan yang melihat Ren tersenyum pun kaget lalu menendangnya dan menjatuhkannya ke sungai di bawah jembatan ,


"REEENN!!!!!" teriak Rensi dan Rendi yang terlambat datang ketika itu , di susul oleh semua anggota kelas E dari belakang.


Ivan yang melihat itu pun segera mengusap air matanya dan kabur, namun ia di hadang oleh steven .


"lu mo kemana stelah lu udah nyakitin temen gua hah!?" tanya Steven lalu segera menghabisi Ivan.


 


"gak pa apa kok gua di gebukin ,..yang penting gua udah bener bener nyakitin lo pake tangan gua sendiri Ren.." batin Ivan lalu tak sadarkan diri.


 



"gua gak tau kenapa..tapi..kalau di pikir pikir lagi..hidup sengsara itu mungkin semacam tenggelam yah?" batin Ren terus memperhatikan cahaya yang terlihat samar dari permukaan ,


__ADS_1


mungkin aja kan?..rasanya persis tenggelam dalam air , yang tenang ,..tanpa Sedikitpun suara yang terdengar.." batin Ren menahan perih luka luka di kepala dan tubuhnya ketika tersentuh air.



lama kelamaan penglihatan Ren pun semakin buram.. dan ia pun mulai kehabisan nafas.


"tenggelam saat semua terlihat begitu gelap tanpa siapapun..juga tak ada satupun suara yang terdengar,.."


begitu tenang dan sepi,..hening..begitu gelap , hanya terlihat satu cahaya saja yang begitu samar ," lalu Rensi pun segera menyelam,..


"REN! REN!! GUA BELOM MINTA MAAF AMA LO REN! JANGAN DULU REN! PLISS! GUA BELUM SEMPAT BILANG KALO GUAAAAA!" batin Rensi yang ketika itu berusaha menggapai tangan Ren



kalo gua..hiks..hiks..!" batin Rensi lagi namun tangan Ren sudah tak mampu lagi, dan Ren pun tak sadarkan diri,..


"REN!!" teriak Rensi dalam batinnya lalu segera menyelam lebih dalam untuk menyelamatkan Ren dan segera naik ke permukaan.


semua orang pun segera mengangkat Ren dan menghubungi rumah sakit


"Hiks..hiks..Ren!..hikss..Renh!!!

__ADS_1



sesaat setelah sampai ke rumah sakit Rensi berhenti sejenak.........


__ADS_2