
"tolong..tolong!" batin Ren yang sudah tak berdaya menghadapi para berandalan itu.
Rensi yang melihat ketika itupun langsung bersembunyi dan memanggil polisi , namun Rensi berpikir ketika polisi dalam perjalanan mungkin Ren sudah di habisi lebih dulu .
lalu iapun membongkar Tas ransel Ren
"pasti!..pasti ada sesuatu di si-- DAPAT!" yups! iya menemukan pistol bertuliskan peringatan terkena anggota tubuh,.pertanda pistol mainan bertekanan .
spontan , Rensi menembakkannya ke arah kerikil berukuran sedang di atas pembatas bangunan hingga burung burung yang ada di situ berterbangan .
batu yang jatuh itu pun mengenai kayu kayu yang di sandarkan di dinding lorong hingga kayu kayu itu jatuh mengenai rongsokan juga salah satu berandalan itu.
namun, itu hanya sebagai pengalih perhatian , selagi para berandalan itu memperhatikan burung dan kayu kayu yang berjatuhan , Ren pun segera melarikan diri.
di susul Rensi "WOY NAIK!" bisik Rensi yang membawa sepeda dan ransel milik Ren .
"gua udah gak bisa berdiri.." balas Ren dengan wajah pucat juga kepala dan kaki yang bercucuran darah.
__ADS_1
"cih! mo gimana lagi! lu jan protes!" bisik Rensi turun dari sepeda dan menggendong Ren di punggungnya.
" heee???" gumam Ren, karena seumur hidup dia tidak pernah di gendong orang lain. sesaat Ren semakin pucat dan pusing.
"duh! sisa 7 menit!" teriak Rensi yang berhasil keluar dari lorong .
"Ren! lu cepetan siap siap! lu kan mo pres--" namun kata kata Rensi terhenti melihat Ren yang semakin lemas dan pucat .
"Ren! gua bawa ke UKS ayok!" teriak Rensi menarik tangan Ren.
"lu gimana sih? presentasipun lu gak bakalan kuat! lukan udah di gebukin ma tu preman preman tadi!" bentak Rensi lalu Ren pun menunduk.
"trus gimana?! lu nyelamatin gua karna gak mau di hukum kan? karna ga mau gua ampe telat kan??" balas Ren mengepal tangan.
"udah udah..nanti gua yang gantiin.." kata Rensi mengusap pundak Ren.
"gua gak tau kenapa Ren..sejak lu di bicarain ma cewek cewek di SMA AL. gua ngerasa ngeliat diri gua dulu..
__ADS_1
." batin Rensi melirik ke arah Ren yang menunduk."ni orang baru aja kenal udah baik..gua takut dia bakalan ngehianatin gua kayak Ivan..tapi.." sejenak batin Ren berhenti dan sekejap mengalihkan pandangan ke arah Rensi,
"moga aja nggak..".
Ren lalu menarik nafas dan menuruti Rensi.
"nah..teks nya ada ma lu kan?" tanya Rensi menarik tangan Ren ,
"iya iya di tas.." jawab Ren lemas
"DI SAMPAIKAN KEPADA SELURUH PERWAKILAN KELAS AGAR SEGERA BERSIAP SEKARANG JUGA! KARENA PRESENTASI KEBUDAYAAN AKAN SEGERA DI MULAI! SEKALI LAGI DI SAMPAIKAN--" terdengar pengumuman dari ruang penyiaran pertanda presentasi akan segera di mulai.
"eh Rens lu gak pa apa emang? kan blom latihan? masa iya lu bakal liat teksnya mulu sih .." tanya Ren ketika sampai di UKS.
"owh..tenang aja..hari ini gua udah sering liat lu latihan kok..heheh.." jawab Rensi lalu mengambil kotak P3K .
"ni orang bener bener!" batin Ren lalu merampas kotak P3K di tangan Rensi
"lho--?"ucap Rensi terkejut.
"udah! lu latian aja sono! gua bisa ngurus diri kok!"...
__ADS_1