Wich Boy

Wich Boy
eps 29


__ADS_3

 


"terang terangan banget si Rendi.." kata seseorang dari balik jendela kaca Ruangan Ren. "ehm..Lis?..lu kenapa gak jujur aja sih?" panggil Ivan pada orang yang bersembunyi di balik jendela itu.


 


"eh?! enggak kok! maksud lo apaan sih!" sangkalnya


"jangan boong lis..udah klihatan banget kok..hmmh..lisa?" yups orang itu adalah lisa , orang yang selalu menjadi pemimpin pembulian kelas E.


karna sebabnya tidak lain adalah karena adanya Ren .


"hmmph..maksudnya gak bisa jujur ama diri gua sendiri tuh gimana sih? wong gua jujur jujur aja kok.." batin lisa melipat tangan dengan wajah semakin memerah.


"klu saran gua sih lis..lu harus jujur ama kata hati elo sendiri..ya kali lu mau di boongin ama perasaan lo sendiri.." usul Ivan membelakanginya lalu bergegas pergi meninggalkan lisa.


"hmmph.." ucap Lisa lalu kembali memperhatikan Rendi, Ren dan teman temannya.


beberapa saat kemudian lisa pun teringat sesuatu yang penting lalu memanggil kariawan orang tuanya untuk melakukan seseuatu di SMA AS.


"ehe..tapi gua masih harus istirahat dulu ga pa apa kan?.." tanya Ren pada teman temannya , namun ia memperhatikan Rensi yang sejak tadi membuang muka dan Terlihat gengsi.

__ADS_1


"Woy Rens! lu kenapa sih? niat jenguk gua gak neh??" teriak Ren mengegetkan Rensi.


"i...i..iya iyaa!!" jawabnya dengan wajah semakin memerah..


"fyuhhh..gua kenapa sih!?" batinnya mengalihkan pandang.



"lu kenapa sih?! hemm...jangan bilang..." ucap Ren mendekatkan wajahnya ke wajah Rensi ,


"ke..ke...kenapaaa!!?" jawabnya gagap dan tak berani melihat wajah Ren.


"hmm!..LU SAKIT RENS! gantian ma gua sini ayok!" teriak Ren terlihat serius.


"pufth..gua heran si Ren polos banget sih? wong jelas jelas itu karna si Rensi malu , makanya mukanya jadi merahh..dasar..apa dia pura pura doang nyebunyiin?" kata Karina pada Hanan , lalu Hanan pun mengangguk seolah paham.


"Ren Ren..gua seneng banget lu udah sadar Ren ," kata Rein yang menangis karna terharu.


"hahah..kenapa nangis..gua ga bisa maafin diri gua sendiri kalo udah bikin kembar imut kayak kalian nangis tau gak!" kata Ren mengelus kepala Rein dan Rain.


yah karena mereka berdua pendek..mereka selalu di anggap sebagai adik di kelas Ren, namun sbenarnya umur mereka sama.

__ADS_1


"gua seneng banget lu udah senyum lagi Ren.." batin Rain tersenyum dan memperhatikan Rensi dan Ren.


tak lama kemudian terdengar nada dering handphone Rain dari sakunya..lalu ia pun melihat notifikasinya "heh!?"



"Rein Rein!" panggil Rain lalu segera menyuruh Rein mengecek smartphonenya.


entahlah apa yang terjadi, namun Rein dan Rain menerima notifkasi yang sama dari aplikasi hacker yang mereka gunakan.


selagi Ren dan yang lainnya bersenang senang mereka berdua pun segera ambil tindakan.


yah walau mereka sbenarnya tak tau apa yang akan dia lakukan, namun mereka semakin curiga dengan Lisa yang tadi juga bergegas Ke SMA AS.


padahal seharusnya ia bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi . Rein dan Rain pun saling melirik dan mengangguk sebab mendapat notif yang sama dari smartphone mereka.


Rein pun segera mengecek Smart phonenya yang berdering..



"hmmph..hah?" ....

__ADS_1


__ADS_2