Wich Boy

Wich Boy
eps 17


__ADS_3

"tapi..gua ga bisa jauh jauh dari lo Ren.." batin Ren yang masih saja menangis ,



"makasih Ren.." kata Rensi melepas pelukannya dan mengusap air matanya .


"eh anu Rens.." panggil Ren


"hiks..ya?" jawab Rensi terus mengusap air matanya .


"e..enggak.." kata Ren lalu memeluk Rensi kembali.


"lagi lagi gua ga bisa nanya Rens.."


"maafin gua yang ga pernah bisa paham ma lo Rens." perlahan Ren pun menangis .


entahlah apa yang di rasakan Rensi dan Ren ketika itu .


namun mereka sperti menghubungkan batin mereka, sperti berbicara satu sama lain hanya saja mereka tak bisa mendengarkannya .


" udah gua duga Ren.." batin Rendi yang saat itu rupanya sedang memperhatikan Ren dan Rensi dari kejauhan.


beberapa jam kemudian ,


saatnya pelatihan untuk Rensi dan Ren di sekolah, mereka pun tidur di kelas yang berbeda dan terus saja mempelajari materi untuk cerdas cermat besok .


"hoaa! ngantuk tapi bentar lagi kali ya.." ucap Rensi yang di malam itu tengah begadang untuk belajar.

__ADS_1


tak lama kemudian ,


seseorang berjubah datang mengetuk pintu kelas.


"ehm..tok tok..ada orang ehe.." kata orang itu mengetuk pintu lalu membuka tutup kepalanya.


 


"yow Rens! udah lama gak ketemu!" kata orang itu melambaikan tangan dan menatap licik Rensi.


"BRAK!.." sesaat Rensi kaget lalu terjatuh dari kursinya.


"ka..kak!" kata Rensi terlihat takut.


"ehm..gue juga ada di sini lho Rens.." kata seorang lagi yang tiba tiba saja muncul,


"ka..kak.." kata Rensi yang semakin takut dan berkaca kaca.


"Ren..! Ren..! huaa maafin gua Ren!! gua gak pernah bermaksud pen ngehianatin elo dan semua orang di kelas E..maafin gua Ren.. sekarang gua gak tau harus bagemana.." batin Rensi semakin berkaca kaca.


 


"ehm..kenapa nangiss??" kata salah seorang dari mereka menghampiri Rensi dan mengangkat dagunya.


"REN..RENDI!!!!" Ucap Rensi pada orang yang mengangkat dagunya itu.


yups..tak di sangka orang yang meneror Rensi adalah kakak kembarnya RENDI! orang yang selama ini di anggap Ren sebagai teman.. juga orang yang bisa ia percayai.

__ADS_1


"kak kenapa kak? BUKANNYA REN ITU TEMEN KAKAK!? DAN BUKANNYA.." teriak Rensi menangis ,


Rendi pun terkejut sesaat lalu menunduk.


"gua lakuin ini semua bukan buat ngehancurin Ren..tapi buat ngehancurin kepercayaan Ren ma elu Rens..gua gak tau..selama ini gua selalu berusaha ngancurin orang yang selalu bareng elu Rens..tapi sekarang.." Rendi pun berbalik sejenak .


"GUA GAK AKAN BISA RENS! GUA GAK BISA NGANCURIN REN!" bentak Rendi .


"intinyah...gua cuma pengen bilang itu doang..!" kata Rendi lalu segera pergi meninggalkan Rensi.


"hiks..huaaaa!!" Rensi pun menangis dan membanting apapun yang ada di hadapannya.


mendengar itu pun Ren terbangun .


"duh..gua ketidura.." namun ucapan Ren terhenti saat mendengar suara tangisan dan suara keras dari kelas tempat Rensi tidur.


"RENSI?!?" teriak Ren lalu bergegas ke kelas sebelah.


selagi Ren berlari..Ren di kejutkan dengan dua orang berjubah yang baru saja keluar dari kelas tempat Rensi tidur.


"lho?itu orang yang kemaren? tapi satunya lagi si..siapa?.." batin Ren.


lagi lagi dua orang yang ia lihat sperti tak asing baginya.


"Rens lu kenapaa??" tanya Ren khawatir.


melihat Ren , tangisan Rensi pun semakin keras "Ren...Ren! Ren! REN!!!!!" batin Rensi terus memanggil Ren.

__ADS_1


"Ren..si.." panggil Ren..


Rennn..! maafin...guaaaa!!!!!!!...


__ADS_2