
"Ren..." ucap Karina dengan mata berkaca kaca ,
"ga usah takut kar..ini kan hak kita..ayok sekarang bilangin!" kata Ren lalu tersenyum manis .
Karina pun berdiri lalu mengusap air matanya.
"ehm..mohon maaf , tapi gua ga peduli baik kalian anak kelas A,B,C,atau D tapi intinya bukankah kelas kalian adalah kelas Teladan?"
"BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA.."
oh iya..seingat gua kita kan di anggap SAMPAH..masa iya ada yang buang sampah ke sampah sih..ya kali itu mah namanya buang sampah sembarangan.." kata Karina dengan suara lantang dan memberikan sampahnya pada anak kelas A itu.
"cih..najis banget sih..!" kata anak itu lalu pergi , "makasih ya Ren..gua skarang udah berani ngadapin mereka" kata Karina tersenyum manis .
"ya kali lagian..lu bedua ngapain sih di sini!!..kenapa ga masuk dari tadi!" bentak Ren.
"oh ituh..eheh.." balas Karina melirik hanan.
"oh..nggak kok gua cuma lagi crita crita aja ma Hanan ,iya gak han" jawabnya lagi lalu segera masuk .
__ADS_1
"hedeh..dasar.." keluh Ren kemudian ikut masuk namun ,
sesaat Ren sampai di depan pitu kelas , Ren melihat seseorang dengan jubah lewat lalu berjalan menuju kantor.
"itu siapa ya? ko penampilannya aneh banget sih? hmm..kali aja murid baru atau pengisi ekskul malem ini kan?" gumam Ren berusaha berpikiran positif.
Beberapa jam kemudian waktu sudah menunjukan pukul 07:00.
seluruh siswa pun berkumpul di kelas mereka masing masing. namun tak sperti kelas lain yang di pandu oleh wali kelas mereka , kelas E hanya di pandu oleh ketua kelas yaitu Ren.
"hohoh jadi malam ini kan nginep ya..trus walkel kita kayak biasanya masih ada urusan , jadi bisa di bilang malam ini juga kitaaaaa...JAMKOSS! YEAY!" teriak Ren lalu semua pun ikut bersorak .
"kalo di pikir pikir...Ren berpengaruh banget ma kelas parah ini..karna Ren mereka smua gak peduli dengan masalah atau apapun di kelas ini.." batin Rensi memperhatikan Ren.
"hieheh malem ini maen apa yaaa.." tanya Ren pada semua temannya .
"JURNET aja REN!" teriak steven..
__ADS_1
"kita kan udah maen jurnet kmaren..masa iya jurnet lagi.."jawab Ren menyangkal.
"gini aja..kita maen jurnet tapi jurnetnya agak horor dikit ya..biar nantangin!" kata hanan memberi saran .
"hohoh ya udah..sebelum kita maen..gua bakal kasih crita yang paliiing serem..gimana!" usul Ren mematikan lampu dan menyalakan senter ,
"Ren..entah mengapa gua ngerasa elu hantunya.." balas Rensi yang melihat Ren begitu licik.
"hahahha..kenapa? lu takut emang?"
"okeh..siapa takut!"
"heheh..siap kann.." kata Ren, lalu ia pun menceritakan cerita menyeramkan tentang anak kembar dan bangku ujung yang kosong.
Karina pun menutup telinga dan merapat ke futon Hanan.
"dan kemudiannn.." ucap Ren mematikan senter lalu
"BUM!" teriak Ren.
"AAA!" balas Karina kaget.
__ADS_1
"bahahahah! ngakak!" jawab Ren lagi sambil tertawa lalu di susul semua orang yang juga ikut tertawa .
entah mengapa malam itu begitu berarti untuk semuanya. dari tawa yang terdengar , dari cerita yang menyeramkan namun ternyata menghangatkan . dan juga..