
"REN!?" teriak Rendi lalu mengangkat kerah steven.
"DI MANA REN SEKARANG!?" bentak Rendi terlihat panik
"LU KENAPA SIH!? LU ANAK SMA AL NGAPAIN LU KHAWATIRAN AMA REN! HAH!?" kata steven melepas tangan Rendi yang menggenggam erat Kerah bajunya.
Rendi pun segera berlari menuju SMA AS. bertepatan dengan Ren yang saat itu sudah mengemasi barang barangnya di loker kelas A.
sesaat Ren terdiam melihat banyaknya siswa di kelas A tak sperti kelas E .
seketika ia pun heran melihat sebagian dari siswa kelas A menatap nya sinis dan sebagiannya lagi menatapnya licik.
ia tak tau apa yang terjadi atau apa yang di maksud karina saat menghalanginya tadi ,
"KRIIING!" terdengar bunyi bell pertanda istirahat .
seluruh siswa kelas A pun bergegas keluar kelas , kecuali beberapa orang tersisa di dalam kelas sperti merencanakan sesuatu.
__ADS_1
Ren merasa ada yang aneh saat melihat semua siswa keluar kelas di waktu yang bersamaan .
karena seingatnya , dulu ketika ia sering membersihkan kelas A ia jarang melihat kelas A beristirahat. mereka selalu saja belajar bahkan di waktu istrahat sekali pun.
tak lama kemudian,
tiga orang anak pun berdiri dari bangkunya , Ren yang kaget saat itu pun bergegas keluar namun,
"PINTUNYA!?" tak di sangka dugaan Ren benar. itu sudah di rencanakan dari awal.
anak anak lain keluar kelas untuk mengunci pintu dari luar , dan mengawasi datangnya guru , lalu menyisakan orang orang yang berwewenang besar untuk sekolah ini di dalam ruangan untuk menghabisi Ren.
"owh..jadi ini yah? anak kelas E yang sok sok an banget itu?" kata seorang mendekati Ren dan menarik Ren menjauh dari pintu .
Ren ingin segera mengambil pistol di dalam Ranselnya namun tas Ransel Ren di buang dari jendela hinggal semua barang barangnya berhamburan lalu Ren pun di pukuli hingga terjatuh .
__ADS_1
Rendi dan Rensi pun tak dapat menyelamatkannya saat itu karena masih harus berurusan dengan satpam dan murid murid yang lain.
"Rensi! Rendi! tolongin guaaa!" batin Ren yang semakin kesakitan menghadapi tendangan dan pukulan dari murid murid kelas A.
"cih,..ga nyangka ni orang lembek banget! ga ada kuat kuatnya..sayang banget sih kalo dia udah habis duluan sbelum gua puas.. hmm..atau kita siksa dulu kali ya?" kata seseorang di antara mereka .
"elu kan?" Ren terkejut melihat orang di belakang yang ternyata merupakan anak yang saat itu membuang sampah ke arah Karina.
"cih..manusia Rendahan..masalah kecil aja ampe di ungkit ungkit segala.." batin Ren yang saat itu semakin merasa marah dengan orang yang pernah membully kelasnya dulu .
"hmhhah..saatnya ngeliatin kemampuan gua yang sebenernya ," batin Ren lalu berdiri ,
"okay..gua gak peduli lu siapa..mau anak pejabat..anak PRESIDEN sekali pun gua gak peduli.."
"tapi yang jelas lu semua udah ngerendahin orang orang yang udah gua anggap keluarga jadi mon maap kalau dari sini lu semua gak selamat.." ucap Ren lalu mempersiap kepalan tangan dan menggulung lengan bajunya...
"duh gimana nih!? satpamnya ngalangin banget sih!" batin Rensi dalam hati , lalu Rain dan Rein pun menarik tangan Rensi dan Rendi dan bergegas menunjukkan jalan pintas menuju kelas A lewat belakang perbatasan SMA AS dan SMA AL.
__ADS_1
"lewat sini!!!" Teriak Rein dan Rain kompak ,...