Wich Boy

Wich Boy
eps 27


__ADS_3

 


"gua minta maaf Ren , hiks..hiks.." batin Rensi lagi saat melihat Ren yang masuk ke dalam ruang UGD .


 



isak tangis Rensi pun semakin keras terdengar ,


"maafin gua Ren..." batinnya lalu masih saja menangis , Semua orang pun segera menyusul Ren di rumah sakit.


namun langkah semua orang terhenti saat melihat Rensi yang tersandar di tembok lorong Rumah sakit sambil menangis . semua orang yang melihatnya pun mulai berkaca kaca.


beberapa saat kemudian ,


Ren sudah di tangani oleh pihak berwajib. dan dokter pun menyuruh semuanya menghubungi keluarga Ren namun , semua orang tak pernah tau selama ini orang tua Ren telah meninggal dan meninggalkan Ren sendirian saat masih SMP .


selama ini Ren hanya membiayai dirinya sendiri dengan bakat yang ia miliki, ia tak jarang mengikuti event event dan lomba lomba yang menghasilkan uang dan menabungnya .


Ren pun bekerja sebagai montir di bengkel dekat apartement tempat tinggalnya. karena bakatnya yang sangat luar biasa dalam memperbaiki barang juga dalam bernyanyi , ia masih bertahan hidup hingga sekarang ini.


juga bakat bakat itulah yang bisa membuatnya mendapatkan beasiswa. selama ini mungkin tak ada yang tau , tapi beberapa saat setelah dokter memberitahukan itu.

__ADS_1


Ivan pun datang dan memberitahukan keadaan Ren pada semua orang.


 


mendengar kabar itu Rensi sesaat menangis kembali ,


"gua selama ini hianatin dia karna orang tua gua!? gua gak pernah tau orang tua si Ren udah meninggal!?" batin Rensi yang begitu terikat dengan penyesalannya terhadap Ren .


 


"LU KALO UDAH TAU KAYAK GITU LU NGAPAEN NYUSAHIN DIA SIH!?" kata steven yang saat itu berusaha memukul Ivan sambil menangis , namun Karina yang ada di situ menahannya .


"pantesan dia selalu seneng kalo ekskulnya nginep..gua gak pernah tau kalau Ren ternyata sekuat ini..." batin Hanan yang saat itupun ikut menangis.


 


"gua juga ga tau gimana bisa nolong elo Ren.." batin Rain terus mengeluarkan air mata


 



"apa gua masih di dalam air?" batin Ren yang saat itu sudah setengah sadar.

__ADS_1


"tapi..suasananya agak ringan..apa bener gua masih dalam air?" batin Ren lagi.


 


tak lama kemudian dokter pun mempersilahkan satu persatu teman teman Ren masuk , dan perlahan Ren mulai sadarkan diri , hanya saja ia belum membuka mata.


 


"hiks Ren..Ren..huaa gua ga bisa berhenti nangis kalo lu gak bangun Ren..hiks hiks.."



"hmm? ada yang nangis? apa ini suara Rensi?" batin Ren yang saat itu setengah sadar .


"Ren..Ren.." terdengar suara yang begitu lembut keluar dari mulut lelaki yang lemah di samping Ren .


"Hiks Renn.." isak tangis Rensi pun semakin keras . dan teman teman Ren yang lain pun masuk secara bersamaan tanpa menunggu giliran , Rendi yang melihat ketika itupun menangis .


"gua kenapa sih? setega itu gua ama adik gua sendiri?" batin Rendi yang melihat Rensi begitu menderita dari kejauhan , "apa gua salah jauhin elo dari Rensi Ren?" tanya Rendi dalam hatinya.


"Rensi..udah dong! ntar yang lain tambah sedih liat lo nangis teros!" ucap Hanan yang juga ikut menangis.


"apa yang? kenapa semua nangis ? gu gua kenapa??" batin Ren terus bertanya tanya..

__ADS_1


"Ren..gua cuma mo bilang kalo gua..SUKA AMA LO!!" suara Rensi yang keras pun terdengar jelas di telinga Ren yang saat itu setengah sadar


"HAAA??!?!!?"...


__ADS_2