
"RENDI! RENSI!" panggil Ren namun langkah Ren terhenti melihat Rendi dan Rensi yang terdiam
"ka...kak.." ucap Rendi dan Rensi bersamaan ,
"hah? kakak??" batin Ren lalu menoleh ke arah Ivan.
"hehe..hallo! adik kembarkuu!" kata Ivan sengaja mengeraskan suaranya agar Ren mendengarkannya.
"apa yang? adik?? kakak?? kembar?? apa yanh? ini ke kenapaaaa?????"
~kejadian 6 tahun yang lalu~
"huaa..Ren..Ren..coba liat!" kata Ivan kecil menarik tangan Ren kecil
"lho kenapa van?" tanya Ren kecil kebingungan ,
"woahh..enak banget yah jadi anak kembar.." kata Ivan kecil sambil tersenyum manis ,
"eh? Ivan pengen punya adik kembar? hahahha.." balas Ren kecil lalu tertawa ,
"kamu tau gak van..aku ini sperti dua orang lho van!" ucap Ren kecil lalu mengambil kayu dan menggambar di tanah
__ADS_1
"..?" Ivan kecil hanya kebingungan , "hahaha..soalnya nama aku tuh nama laki laki..tapi akunya perempuan..eheh.." Ren kecil pun menceritakan semuanya sambil menggambar di tanah ,
"ya sudah kalo gitu aku anggap kamu laki aja deh..ehe..
"bercanda..tapi Ren..aku pengen punya adik kembar..soalnya.." kata Ivan kecil memperhatikan dua orang anak yang masuk ke dalam rumahnya.
"hmm..hah?" ucap Ivan kecil terheran lalu "Ren! aku balik duluan yak! aku liat anak kembar tadi masuk rumah..heheh!" teriak Ivan kecil melambai lambaikan tangannya.
Ren kecil pun melirik dua orang anak itu , lalu salah satu dari mereka yang sedang mengenakan earphone pun melirik Ren kecil. "hmm?..anak itu klihatan jutek banget.." gumam Ren kecil.
tak sangka sudah sangat lama namun sejak Ivan menemaninya menghadiri pemakaman ibu dan ayahnya dulu..ia tak pernah bisa melupakan Ivan dan menganggapnya sebagai teman yang berharga.
"gu..gue baru ingat.." kata Ren lalu melirik Rendi dan Rensi dan sekejap melirik Ivan. "lis..lisa!?" teriak Rendi pada lisa anak kelas A yang membuly Ren .
"owh..ada Rendi toh..hai ndi..lu masih pengen jadi play boy akut lagi?" ucap lisa terdengar tak asing di telinga Ren.
__ADS_1
"tu..tunggu suara ini kan.." Ren pun mengingat kejadian di lorong saat pertama kali bertemu Rendi.
~kejadian beberapa bulan lalu~
"kalo gak salah lewat lorong ini kan?" gumam Ren yang sudah lama tidak melewati jalan itu "LIS! lu mau gak jadi pacar gua! plisss!" terdengar suara seseorang dari dalam lorong,
"YAH GAK MAU LAH! MANA MAU GUA AMA PLAY BOY AKUT KAYAK ELU!" teriak seseorang membalasnya
"ayolah liss...gua suka banget ama lo" kata orang itu lagi merayunya.
"cih NAJES.." balasnya lagi..
tak disangka orang yang ketika itu di tembak Rendi adalah Lisa, anak kelas A yang merupakan orang yang berwewenang di SMA AS.
dan juga ketika di lorong waktu itu sejujurnya lisa saat itu belum pergi meninggalkan Rendi..
sbenarnya dia hanya menolaknya karena gengsi , hanya saja saat Ren datang dan menyelamatkan Rendi .
lisa sudah sangat membenci Ren sejak saat itu walau sbenarnya dia masih suka pada Rendi, hanya saja ia menyembunyikannya.
Ren mengetahui semuanya karena di ceritakan lisa , tapi soal perasaan lisa..Ren dapat memahaminya dengan sendirinya.
__ADS_1
tak lama kemudian. "ehm..ehm..cukup nostalgianya! sekarang lu ikut gua!...