
"lho? ko ga ada namanya?" tanya rensi membuka halaman pertama dan melihat kembali sampul buku Ren .
"e-eh!? na..nama gua Ren!"kata Ren lalu mengambil kembali bukunya dari tangan Rensi.
"hmm? Ren doang?" tanyanya lagi "lu kepo ban--" namun kata kata Ren di sela Karina yang seketika menyebut nama lengkapnya.
"Ren-KUN!" panggil Karina berlari ke arah Ren "HUEEE?!?!?! KUN?!?" teriak Rensi kaget mendengar nama lengkap Ren.
tentu saja "KUN" adalah panggilan untuk anak laki laki di jepang (yang wibu atau otaku pasti udah tau kali ya)
"lu..lu..la..laki??" tanya Rensi gagap .
"yah enggak lah!..itukan nama gua doang! cih.." kata Ren seketika menunduk lalu mengepal tangan .
"KRIIING!--" seketika terdengar bunyi bel menandakan waktu pulang. Ren lalu mengambil tasnya dan bergegas keluar.
"eh Ren! jangan lupa! bentar jam tiga ada Ekskul!" teriak Karina mengingatkan Ren .
__ADS_1
"udah tau!" balas Ren cuek lalu berlari keluar.
" dia kenapa sih? biasakan gak pernah ampe ngambek gitu!" keluh karina lalu bergegas mengemasi barang barangnya ke dalam loker.
"cih! udah berapa kali gua bilangin coba? nama gua Ren!..emang salah ya ? kalo ada KUN nya.." keluh Ren menendang batu di hadapannya.
"hmm..gua pen ketemu ama Ivan!"
" udah lama banget kita gak ketemu heheh..mm..mungkin gua punya waktu sbelum mulai ekskul..ya kali bentar doang gak pa apa kan.."batin Ren segera menaiki sepedanya dan bergegas ke SMA AL.
tentu saja ivan adalah alasan Ren tidak peduli dengan permusuhan SMA AS dan SMA AL. karena sejujurnya ia sangat menyayangi Ivan teman berharganya itu .
tak lama kemudian Ren pun bersembunyi di balik jendela kelas ivan , Ren berencana mengagetkannya namun,
"hahahah..yang bener!" terdengar suara murid murid di kelas ivan sedang bergosip ,
"eh tapi VAN..gua denger denger lu temenan baik ama anak kelas parah itu? bener ga sih?" tanya seseorang pada ivan yang saat itu juga ikut bergosip.
__ADS_1
"pfth..hahah masa iya sih..ga mungkin lah!"
" itukan dulu..gua kasian doang ma tu anak..eh lu tau gak..anak kelas parah itutuh kan perempuan nih ya..."
"hahah namanya tuh sbenernya ada KUN-nya lho! yang bener aja..katanya ortunya nih pengen punya anak laki..eh..yang lahir malah dia..hahah.."
makanya di namain pake nama laki, mana di anggap ga guna lagi! pfth hahah" cerita ivan pada teman temannya dan menganggapnya sebagai senda gurau.
"klu lu kasian doang ma gua ngapain lu ngebocorin rahasia gua ke semua orang? klu lu kasian doang ma gua ngapain lu nemenin gua ampe orang tua gua meninggal?" batin Ren mengepal tangan dan berlari keluar dari SMA AL.
dengan berlinang air mata hingga semua yang di lihatnya terasa kabur.
"eh? itukan anak SMA AS. yang nolongin gua pagi tadi? gua belum bilang makasih sih..tapi..." gumam Rendi yang ketika itu sedang menunggu ekstrakulikuler SMA AL.
di depan perpustakaan out door sekolahnya "tapi...ko dia nangis?" batin Rendi memperhatikan Ren yang berlari menabrak semua orang yang menghalanginya.
Ren pun berlari keluar, meninggalkan ransel dan sepedanya di depan SMA AL...
__ADS_1