
"duh..si Ren kemana sih? ekskulnya udah mo mulai..ekskul kali ini presentasi kebudayaan perwakilan semua kelas, mana teksnya juga ma dia lagi,"
"udah tinggal 20 menit lagi dia bahkan blom siap siap , gimana sih, kalo kayak gini kita bisa kena hukum tau!" keluh Hanan yang sejak tadi menunggu Ren.
"hm..gua gak mau kena hukum..tu anak kenapa sih? masalah kecil doang ampe ngambek , gua pikir dia orangnya bodo amat.." batin Rensi memperhatikan orang orang yang menunggu Ren.
"huh! yaudah deh..gua mah ga mau kena hukum! jadi baiknya kita cari Ren sekarang , terserah nyari di mana, intinya jangan sampai sama arah,"
"trus pas bawa ke kelas usahakan dia masih punya waktu siap siap , yah kalo gak, terima aja resikonya" kata Hanan lalu bergegas keluar mencari Ren di susul oleh semua orang .
"lah..gua nyari di mana nih?" gumam Rensi hanya terus berjalan.
"eh Rensi..gua nyari di sini! lu nyari di tempat laen aja sono!" usir hanan menyuruh Rensi kembali mencari.
"he? Rensi? gua di sini tau! lu cari aja di tempat laen!"gerutu Karina yang juga mengusir Rensi dan seperti itu seterusnya , hingga satu satunya jalan yang tersisa adalah..jalan menuju SMA AL.
__ADS_1
dengan terpaksa, Rensi pun pergi ke SMA AL."lho? inikan Ranselnya Ren? ko bisa ada di sini?" tanya Rensi yang ketika itu melihat ransel dan sepeda Ren di parkiran .
"eh eh..lu tau gak! anak SMA AS. yang aneh banget itu ternyata namanya ada KUN nya lho! kata Ivan sih karna ortunya pen punya anak laki..eh yang lahir malah dia..pfth..hahaha" terdengar perbincangan siswi siswi SMA AL saat itu.
"kun ?.." gumam Rensi mulai khawatir.
"ooh..tadi sih dia lari lari..ke sana sih tadi!" kata satpam menunjuk lorong kecil di dekat sekolah.
yups! itu lorong yang Ren lewati pagi tadi.
"SALAH YA!!!! ITUKAN NAMA DARI ORANG TUA GUA! LAGIAN LU JAHAT BAGET SIH VAN! KAN UDAH DI BILANGIN ITU RAHASIA!" teriak Ren dalam lorong sepi itu, Ren lalu hanya bisa menangis dan tertunduk .
__ADS_1
"owh? ada yang lagi patah hati nih kayaknya.." kata seseorang dari belakang Ren ,
dan seketika muncul 5 orang bertopeng misterius, tentu saja itu adalah rekan berandalan yang pagi tadi di hakimi warga .
mereka tak berniat menangkap Ren karena tak kan memberi mereka apapun, namun mereka akan menghabisi Ren agar ia tak menghalangi misi mereka menangkap Rendi.
"hmm..bagusnya di apain yah..ni anak?" kata salah satu dari mereka, mereka mengepung Ren dan Ren pun segera mengambil pistolnya namun,
"TAS GUA!" batin Ren terkejut mengingat tas yang ia tinggalkan di depan SMA AL
"duh gimana nih!?" batin Ren lalu segera melompati pembatas bangunan.
namun salah satu dari berandalan itu menangkap kakinya dan membantingnya hingga pergelangan kaki Ren terluka parah.
"masih mo ngelawan?" kata salah satu berandalan itu menendang Ren dan membenturkan kepala Ren ke tanah hingga berdarah .
"AAAA!" teriak Ren kesakitan dan menyeret dirinya dan kakinya yang bercucuran darah , "TOLONG!"......
__ADS_1