Wujud Asli Sang Purnama

Wujud Asli Sang Purnama
Eps 1: Pertemuan Kembali


__ADS_3

Seorang gadis cantik berambut coklat terlihat sedang berjalan menyusuri ruangan bandara yang sedang lengang di siang itu. Sambil menenteng koper besar miliknya dia bingung hendak kemana.


Gadis itu baru saja kembali dari perjalanan bisnis yang sudah ia tempuh selama dua tahun. Sekarang waktunya ia kembali ke tempat penuh kenangan yang sangat ia rindukan.


Dari kejauhan Daniah melihat sosok tak asing yang sedang tersenyum ke arahnya. Dia tidak menyangka bahwa laki-laki yang pernah menyakitinya itu yang akan dia temui pertama kali di tempat ini. Ia sebenarnya tidak ingin bertemu pria itu, tetapi karna dia sudah berbaik hati untuk menjumpainya di bandara apa boleh buat.


"Selamat datang kembali, Daniah. Aku tahu kamu pasti akan kembali kesini lagi," ucap pria itu sambil tersenyum menatap Daniah.


"Terimakasih karna menyambutku. Tapi jujur aku tidak ingin melihat wajahmu lagi Razka. Apa jangan-jangan kamu mau menyakiti aku lagi ya?" Tuduh Daniah secara langsung kepada Razka.


"Jujur aku tidak ada berpikiran seperti itu. Kamu saja yang selalu berpikiran buruk kepadaku setiap saat." Razka terdengar sedikit kesal.


Daniah pun tertawa. "Maafkan aku ya Razka, habisnya kamu selalu membuatku kecewa."


"Tidak masalah. Aku menerimanya." Razka pun ikut tertawa. "Kemana kamu setelah ini?"


"Tidak tahu."


Daniah berpikir sejenak tentang apa yang membuatku kembali kesini. Dua hari lalu Razka mengatakan kalau Alderick sudah kembali ke kota ini lagi. Tapi dia masih ragu untuk menemuinya. Ia takut ketika bertemu dengan Alderick ekspektasinya di hancurkan lagi olehnya.


"Aku akan mengantarmu ke apartemen Alderick."


Gadis itu tercekat ketika Razka mengatakan kalimat barusan. Namun, Daniah juga tidak boleh menolak karna itulah tujuannya kembali ke kota ini. Dia ingin menemukan kekasihnya yang sudah lama menghilang. Dan sekarang dia sudah kembali. Menurutnya dia sedang memberikan kesempatan untuk Daniah kembali.


Setelah 30 menit di perjalanan, sampailah mereka di depan sebuah bangunan yang memiliki tiga puluh lantai. Razka mengatakan kalau Alderick tinggal disana sudah hampir seminggu. Namun Razka tidak berani untuk mengunjunginya karna mereka juga tidak saling kenal sebelumnya.


"Kali ini aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Sudah saatnya untuk aku yang pergi" ujar Razka sambil tersenyum.


"Berjanjilah untuk tidak memainkan perasaan wanita mana pun lagi."


Dan begitulah pertemuan terakhir antara Daniah dan Razka.


Sudah hampir lima menit Daniah berdiri di depan pintu apartemen yang terlihat kokoh itu. Tangannya terasa kaku untuk menhetuk pintu itu. Dan bel yang terpampang di samping pintu juga tidak berani di tekan jarinya.


Namun, tiba-tiba pintu apartemen terbuka dan itu membuat Daniah salah tingkah. Wajah tampan Alderick pun muncul dari balik pintu. Hal itu membuat hati Daniah semakin tidak karuan.

__ADS_1


Alderick menatap Daniah selama beberapa detik lalu menggeser tubuhnya sedikit ke tepi pintu. "Masuklah." Kata yang terucap dari bibir seksi Alderick setelah beberapa tahun tidak bertemu.


Daniah melangkah masuk kedalam apartemen besar milik Alderick. Ketika di dalam, dia melihat begitu banyak putung rokok yang berserakan di lantai. Bau asap rokok pun masih sedikit tercium ketika masuk ke ruang tamu. Daniah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini.


Daniah pun menoleh ke arah Alderick yang baru saja menutup pintu. Alderick sedang berjalan menuju ke arahnya. Masih seperti Alderick yang dulu, tampan, gagah, dan juga berkarisma. Darah Daniah terasa berdesir cepat ketika Alderick berdiri di depannya.


"Ayo bicara" ucap Alderick datar. Lalu ia pun berjalan menuju sofa ruang tamu dan duduk di sana. Daniah pun mengikuti Alderick untuk duduk di sofa.


"Masih gagal move on?" tanya Alderick to the poin.


"Hum," Daniah menjawab dengan anggukan.


"Kenapa tidak mencari yang lain?"


"Bagaimana bisa aku bersama yang lain sedangkan di pikiranku cuma ada kamu."


"Saya tidak baik buat kamu. Jadi jangan berharap sama saya lagi."


Alderick pun menyalakan sebatang rokok dengan korek dan mengisapnya.


"Aku bukan wanita begitu. Aku hanya memacari satu pria tiap waktu! Jangan membuatku terlihat buruk, Al!" Daniah tidak terima dengan perkataan Alderick yang membuatnya terlihat buruk.


"Tapi kamu tidak jujur kepada mereka kalau sebenarnya kamu masih mencintai pria lain. Kamu hanya menjadikan mereka pelampiasan."


"Aku bersama Dev ketika aku yakin aku sudah melupakan kamu. Aku tahu kalau kamu sudah bahagia bersama Alana maka dari itu aku berusaha melupakanmu dan mencoba untuk membuka hati kembali untuk pria lain."


"Lalu kenapa kamu datang kepada saya lagi?"


"Aku tersadar setelah bertemu Ken. Dia menceritakan semuanya. Ternyata aku salah telah mengira kamu sudah melupakanku dan sudah bahagia dengan wanita baru."


Daniah menyesali apa yang telah di lakukannya. Seharusnya dulu dia harus percaya diri kalau Alderick masih mencintainya. Namun, hal-hal yang telah di lihat oleh Daniah waktu itu membuatnya berpikir kalau Alderick sudah melupakannya.


"Syukurlah kalau kamu sudah sadar."


Alderick pun mematikan putung rokoknya dan membuangnya ke sembarangan arah. Dia pun berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah Daniah.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Daniah waspada.


"Saya merindukan kamu." Alderick pun menggendong Daniah dan membawanya ke kamar.


Daniah pun meronta-ronta di dalam dekapan Alderick. "Turunkan aku, Al? Apa yang ingin kamu lakukan?"


"Saya akan menurunkan mu tapi di atas kasur nanti," tutur Alderick.


"Aku ga mau, Al! Jangan paksa aku!" Teriak Daniah sambil memukul dada bidang milik Alderick.


"Bukannya kamu kembali karna menginginkan saya? Saya juga menginginkanmu sekarang."


Alderick pun melempar Daniah ke atas kasur lalu membuka bajunya sendiri. Sedangkan Daniah terlihat ketakutan di atas kasur. Dia menangis dengan badan bergetar.


Daniah menatap Alderick yang terlihat seperti ingin menerkamnya. Dia tidak berpikir kalau Alderick adalah orang yang seperti ini. Ia sungguh kaget karna orang yang terlihat kalem di luar adalah orang yang sangat ganas di dalam. Dia sangat ketakutan sekarang.


Alderick pun mendekati Daniah yang terlihat sangat ketakutan. Dia pun berbisik dengan nada sensual di telinga Daniah.


"Bukankah kamu juga menginginkan ini? Tidak usah munafik aku tahu ini bukan pertama kalinya untukmu."


PLAKK!!


Satu pukulan mendarat di pipi milik Alderick. Barusan itu tamparan yang di layangkan oleh Daniah.


"Apa salahku pada mu sampai-sampai kamu merendahkan ku seperti ini, Al? Aku memang berselingkuh dari mu. Tapi bukan berarti aku wanita rendahan yang seperti kau pikirkan."


Daniah menangis terseduh-seduh. Hatinya terasa sangat sakit karna pria yang ia cintai begitu menganggapnya rendahan.


Seharusnya dia sadar kalau hal seperti ini yang akan dia dapatkan dari Al. Karna tuduhan buruk memang selalu di lemparkan Al kepadanya. Namun kali ini adalah tuduhan yang paling terburuk. Padahal selama ini dia tidak pernah melakukan hal itu. Tetapi dengan tegahnya Al malah mengatakan dia seperti perempuan ******.


Alderick menatap gadisnya yang tersedu-sedu di atas kasur. Dia merasa bersalah karna telah menuduh gadisnya yang tidak-tidak. Apa yang telah ku lakukan? pikirnya. Dia pun segera memeluk Daniah yang masih menangis di atas kasur.


"Maafkan saya. Saya tidak bermaksud menyakiti kamu. Saya terbawa emosi."


Daniah pun membalas pelukan Alderick. Walau pun dengan hati yang kacau namun saat ini hanyalah pelukan yang bisa menenangkannya. Karna dengan pelukan tulus dari Alderick dapat menghilangkan semua emosi yang meluap di dalam hatinya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2