Wujud Asli Sang Purnama

Wujud Asli Sang Purnama
Eps.6 : Cinta atau Sayang


__ADS_3

Daniah menatap wajah Alderick yang tengah serius mengemudikan mobil. Saat ini mereka sedang berjalan menuju apartemen milik Alderick.


'Wajah nya terlihat tegang, apa dia masih marah?' gumam Daniah dalam hati.


Alderick yang menyadari kalau Daniah sedari tadi memperhatikannya langsung menoleh.


"Ada apa?" tanya Alderick dengan nada datar.


"Apa kamu masih marah? Wajah mu sangat tegang." Ujar Daniah dengan lembut.


"Menurut mu?"


Pertanyaan itu membuat Daniah merasa bersalah. Seharusnya ia tidak menceritakan masalah hubungannya kepada orang lain.


"Aku tahu aku salah. Aku dan Alfy tidak ada hubungan apa-apa. Aku minta maaf dan ini tidak akan terulang lagi." Ungkap Daniah dengan penuh penyesalan.


"Kenapa minta maaf? Saya yakin pasti banyak yang mendekati kamu."


"Al!" Sergah Daniah.


"Saya juga sadar saya tidak pantas untuk kamu. Kenapa kamu tidak bersama mereka saja yang lebih baik dari saya." Lanjut Alderick untuk memojokan Daniah.


"Al, kamu selalu saja berpikir negatif. Ka-"


"Apa? Risih saya begini? Bilang saja." Alderick memotong kalimat Daniah yang membuat Daniah semakin naik darah.


Daniah mencoba untuk meredahkan emosinya sesaat. Jika dia terlarut dalam emosi Alderick akan semakin menjadi-jadi.


"Sayang, berhentilah untuk berpikir negatif dan cobalah berpikir positif" bujuk Daniah pelan.


"Tidak bisa karna pikiran negatif lebih sering muncul dari pada positif."


"Tapi Nia selalu berpikir postif tentang Al."


Alderick sedikit melirik ke arah kekasihnya itu ketika ia berbicara dengan nada yang di imut kan.


"Tapi saya begitu bukan kamu saja."

__ADS_1


Daniah memegang dagu nya sambil berpikir.


"Tapi.. kalau begitu akan ada banyak orang yang tidak menyukai Al."


Alderick sangat merasa gemas dengan suara Daniah yang di imutkan itu. Rasanya ia ingin sekali menerkam gadis yang duduk di kursi sampingnya itu.


"Kamu tahu kenapa saya kaya gini?" tanya Al.


"Kenapa?"


"Ada banyak hal, salah satunya takut kehilangan kamu." Ucap Al sambil menoleh ke arah Daniah.


Daniah yang melihat tatapan Alderick yang penuh cinta membuatnya tersipu malu. Ia pun memalingkan wajahnya ke arah jalanan yang ada di depannya. Jantungnya pun berdegup kencang. Serta seulas senyum terukir di bibirnya.


"Nia ga tau sampai kapan, hanya saja Nia akan selalu berusaha ga ninggalin Al." Ungkap Daniah malu-malu.


"Kamu saja berkata begitu bagaimana saya tidak berpikir negatif." Ujar Alderick. "Tapi terserah kamu." lanjutnya.


Daniah pun menoleh ke arah Alderick lagi seraya menatap fokus ke wajahnya dengan mata yang menyipit. Alderick pun juga menoleh ke arahnya dengan senyum tipis di bibirnya.


"Suka tidak menjamin kesejahteraan bangsa dan negara, Ibu Negara. Tapi kalau cinta baru akan mewujudkan dunia pelangi. Bahkan kunang-kunang akan bersatu dalam gelap dan menjadi abadi di dalam kegelapan itu." Kata Alderick bak sebuah untaian puisi.


Daniah tersenyum mendengar kata-kata manis dari Alderick tersebut. Ia pun berkata, "Nia cuma mau bilang kalau Nia bukan mencintai, tapi sangat menyayangi Al."


"Cinta sama sayang itu beda tipis. Kalau sayangnya ada kenapa cintanya ga ada? Ga lengkap dong kalau gitu."


"Bukan begitu. Kalau cinta itu ada alasannya sedangkan sayang itu ga ada alasan. Kalau kita cinta sma orang itu pasti karna alasan contohnya karna dia terkenal, karna dia ganteng, atau yang lain dan kalau orang itu ga punya hal itu lagi pasti kita ga cinta lagi. Tapi kalau sayang itu ga ada alasan, seperti apa pun kamu bahkan umpamanya kamu itu cacat, kalau udah sayang pasti ga bakal ninggalin gitu." Kata Daniah menjelaskan panjang lebar.


Alderick sejenak terdiam. Entah apa yang sedang ia pikirkan tetapi ia terlihat sedang berpikir.


"Daniah," panggil Alderick tiba-tiba. Daniah pun menoleh. "Kalau saya pergi kamu jangan sedih karna yang pergi akan tetap pergi dan yang menetap akan menetap. "


Daniah terkejut mendengar pernyataan Alderick. Dia tidak mengerti mengapa Alderick selalu mengatakan hal-hal yang membuatnya merasa cemas.


"Kamu tau? Cinta itu ga ada alasan, Sayang. Sedang kan sayang itu cuma alibi." Lanjut Alderick.


Daniah pun tertawa. Dia salah sangka mengira kalau kata-kata Alderick sebelumnya adalah sebuah rencananya. Ternyata Alderick hanya tidak setuju dengan pernyataannya.

__ADS_1


"Haha.. Bodoh. Kalau Al ga percaya tanya saja pada orang yang tua." Kata Daniah.


"Kalau saya bodoh kenapa banyak yang suka?"


"Itu beda konsep ya tuan Alderick!" Ujar Daniah kesal.


"Iya-iya.. Cewe harus selalu mengalah."


Tak terasa mereka sudah sampai di depan apartement milik Alderick. Alderick pun memarkirkan mobilnya di parkiran luar. Daniah pun bersiap-siap untuk keluar dari mobil, namun nada dering dari ponsel Alderick membuatnya untuk berhenti bergerak sejenak. Dia melihat ke arah layar ponsel Alderick yang mana terdapat sebuah panggilan masuk. Panggilan itu berasal dari seseorang bernama Milea dengan foto profil Alderick dan seorang gadis yang di duga adalah dia. Namun Daniah tidak terlalu memperdulikan hal itu. Ia pun segera keluar dari mobil milik Alderick.


Daniah pun menunggu Alderick di samping mobil. Tidak perlu waktu lama Alderick pun segera keluar dari mobilnya. Dia pun tergesah-gesah menghampiri Daniah.


"Sayang, saya ada urusan sebentar jadi kamu duluan saja tidak apa-apa kan?" Tanya Alderick kepada Daniah.


Daniah sedikit kecewa. "Tidak boleh aku ikut?"


"Kamu pasti capek, sayang. Istirahat lah dulu, nanti saya akan ajak kamu jalan-jalan, oke?"


Daniah pun mengangguk.


"Saya janji akan pulang. Paling lambat nanti malam. Istirahatlah dulu, sayang." Alderick pun mengecup dahi Daniah.


"Sampai nanti!" Ucap Daniah sambil melambaikan tangan.


Alderick pun tersenyum dan melambaikan tangan.


Daniah menatap ke arah mobil Alderick yang mulai menjauh. Dia merasa sedih ketika mobil itu sudah menghilang. Lagi-lagi ia di tinggalkan. Rasa trauma itu kembali lagi dan hal itu membuatnya pusing.


Dia berjalan dengan lemas ke arah apartemen milik Alderick. Pikirannya kembali kacau dan perasaannya bercampur aduk. Seperti biasanya ia akan selalu berpikir hal terburuk yang suatu hari akan ia ketahui tentang hubungannya dengan Alderick. Dan ketika hal itu terjadi sampai saat ini dia tidak tahu apa yang akan ia lakukan.


Daniah membuka pintu apartement lalu berjalan menuju kamar Alderick. Dia langsung menghambur ke atas tempat tidur. Lalu Ia meraba tempat tidur itu berharap dia mendapatkan bayangan sosok Alderick di sana. Dia memejamkan mata dengan tangan yang mengusap sisi kasur.


Namun, tiba-tiba Daniah merasakan sesuatu yang terselip di dalam seprai. Ia pun mengangkat seprai itu dan menemukan sebuah kertas transaksi keuangan. Daniah pun mengamati kertas itu mencoba melihat informasi yang di terangkan disana. Di saat itulah Daniah sadar kalau selama ini Alderick masih berhubungan dengan Alana.


Mantan Pacar Alderick.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2