Wujud Asli Sang Purnama

Wujud Asli Sang Purnama
Eps.7 : Kamu Pembohong!


__ADS_3

Daniah baru saja membuat kan makan malam untuk Alderick. Tak lama setelah ia menata makanan di meja terdengar suara pintu apartemen di buka. Ia tahu pasti itu kekasihnya yang telah pulang.


Alderick yang baru saja masuk ke apartemennya langsung berjalan menuju dapur karna ia mencium aroma sedap dari tempat itu. Ia menemukan kekasih nya yang tengah membawa dua gelas jus jeruk di atas nampan. Setelah Daniah meletakan gelas itu ke meja, Alderick pun menghampirinya dan memeluk gadis yang di cintainya itu dari belakang.


Daniah hanya terdiam di dalam dekapan Alderick. Hal ini membuat Alderick merasa aneh. Ia pun mencoba mencium pipi gadis itu tetapi gadis itu malah mengelak.


"Tahan dulu Al, kita harus makan dulu nanti masakannya keburu dingin." Ujar Daniah.


"Hum, begitu ya. Baiklah." Alderick pun melepaskan pelukannya.


Daniah pun menyiapkan makanan untuk Alderick sedangkan Al sendiri hanya memperhatikan Daniah yang sibuk dengan piringnya. Ia tidak tahu mengapa gadis nya itu tiba-tiba terlihat aneh. Hal ini bisa di lihat ketika dia tidak banyak bicara seperti saat ini.


Mereka makan dengan tenang tanpa sedikit pun bersuara. Daniah terlihat sibuk dengan makanannya. Dia tidak ingin mengatakan apa pun hingga makan malam pun selesai.


"Saya yang akan membersihkan ini. Kamu istirahat saja," pinta Alderick kepada Daniah.


Daniah lalu berdiri dan mulai menyusun piring yang ada di depannya.


"Kamu saja yang istirahat. Aku sudah beristirahat dari tadi siang." Kata Daniah dengan ekspresi datar.


Alderick pun berdiri dan membantu Daniah merapikan meja makan. Ia masih penasaran dengan sikap Daniah yang tiba-tiba dingin.


"Kamu marah karna saya pergi nya terlalu lama?" Tanya Alderick sambil mendorong kursi ke dalam meja.


"Engga. Kenapa harus marah? Sudah biasa juga di tinggal."


Alderick hanya bisa menelan ludah ketika ia mendapat jawaban dari kekasihnya itu. Ia pun memilih untuk diam hingga mereka selesai membereskan alat makan.


Daniah berlalu menuju kamar tidurnya sedangkan Alderick mengekorinya dari belakang. Ketika Daniah berbaring di kasur Alderick yang berdiri di sampingnya langsung menimpa badan gadis itu.


Alderick menatap mata Daniah yang berwarna coklat dan begitu pun sebaliknya. Lalu Al pun mengusap wajah gadis itu dengan lembut.


"Ada apa, hm? Saya merasa kamu menyembunyikan sesuatu." lirih Alderick dengan lembut.


Daniah mengalihkan pandangannya dengan kesal. Lalu sebulir air mata lolos dari sudut matanya.

__ADS_1


"Hei, ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Al panik.


Alderick pun bangkit dari atas tubuh Daniah dan mengajak gadis itu duduk di atas kasur. Gadis itu pun mulai menangis sejadi-jadinya. Alderick memeluk tubuh Daniah sembari menenangkan nya.


"Maafkan saya telah membuat kamu bersedih." Ucap Alderick sambil mengusap rambut Daniah.


Gadis itu pun mendorong Alderick dengan sekuat tenaga. Hal ini membuat Alderick terkejut untuk kesekian kali nya.


"Untuk apa kamu minta maaf kalau kamu melakukan hal yang sama? Dari dulu sampai sekarang sama saja. Kamu selalu berbohong!" Teriak Daniah di sela tangisan nya.


"Apa maksud kamu saya berbohong?" Tanya Alderick yang sedang bingung.


"Kamu berselingkuh kan? Di hati kamu masih ada wanita lain!" Tuduh Daniah.


Alderick terdiam sejenak. Dia tidak mengerti mengapa Daniah sampai berkata demikian.


"Apa maksud mu saya berselingkuh? Dengan siapa saya berselingkuh?"


Daniah yang mendengar pertanyaan yang merupakan elakan itu langsung naik pitam. Ia pun berteriak di depan muka Alderick.


Alderick pun kembali terdiam. Daniah yang melihat ekspresi kekasih nya yang tidak ada respon menyimpulkan bahwasan hal itu benar.


"Aku kira kamu kembali ingin memperbaiki hati ku tapi nyatanya kamu masih saja menyakiti hati ku." Kata Daniah sambil berlinang air mata.


"Apa salah ku pada mu, Al? Kenapa kamu selalu saja menyakiti ku." Sambung Daniah.


Alderick melihat sebuah kertas yang ada di bawah bantal. Ia pun mengambil kertas itu dan melihat isi nya. Dari situlah ia sadar bahwa kecurigaan kekasihnya itu berasal dari kertas bukti transaksi uang itu.


Pria itu pun kembali memeluk gadis nya namun gadisnya itu memberontak. Alderick pun mencoba untuk menahannya untuk terus berada di dekapannya. Dan pada akhirnya Daniah berhenti memberontak.


"Saya tidak punya hubungan apa-apa sama Alana, Daniah. Kami hanya rekan bisnis." Jelas Alderick.


"Kamu memang pembohong! Aku sendiri yang melihat kalian dulu berpacaran. Aku selalu mencari informasi tentang orang yang pernah dekat dengan kamu. Dan wanita yang aku lihat itu adalah Alana." Timpal Daniah tak mau kalah.


"Itu dulu sayang sebelum saya mengenal kamu."

__ADS_1


"Kamu berpacaran dengan dia setelah kita kenal. Aku masih ingat kamu memposting foto kalian berdua dan mengumumkan kalian berpacaran di sekolah."


"Itu karna kamu ingin kembali bersama Razka. Maka dari itu saya menerima perasaan Alana agar saya bisa melupakan kamu." Kata Alderick sambil menenangkan Daniah.


"Lalu, kenapa kamu kembali?"


"Karna kamu sulit untuk di lupakan."


Daniah mulai sedikit tenang. Ia menyandarkan kepalanya pada dada Alderick. Dia berpikir apakah yang di katakan lelaki ini benar adanya?


"Jangan langsung menerima informasi secara mentah sayang. Itu hanya akan membuat beban pikiran kamu." Tutur Alderick menasehati Daniah.


"Jika kamu mendengar hal buruk tentang saya dari mana pun kamu jangan langsung percaya. Karna saya yakin ada banyak orang yang ingin menghancurkan hubungan kita." Lanjut Alderick.


"Kenapa?" Tanya Daniah penasaran.


"Entahlah, saya hanya merasa begitu."


Daniah hanya terdiam tidak merespon lagi. Ia terhanyut dalam pikirannya. Mencoba untuk mencerna perkataan sang kekasih. Ia bertanya-tanya apakah benar ada orang yang ingin hubungan mereka bubar? Bagaimana jika suatu hari terjadi sesuatu anatara dia dan Alderick. Entahlah itu adalah rahasia langit.


"Sekarang kita tidur ya. Besok kita harus mendaftarkan kuliah magister kamu."


Daniah pun mengangguk dan berbaring di atas kasur. Tak perlu waktu lama ia pun tertidur.


Setelah memastikan gadisnya tertidur pulas Alderick pun berjalan menuju balkon dan berdiri di sana. Ia pun mengeluarkan bungkus rokoknya dan mengambil satu batang gulungan nikotin itu lalu ia membakar ujungnya.


Asap pun menguar dari mulut pria yang baru saja menghisap zat nikotin itu. Pria itu termenung sambil memikirkan masa depannya. Apa yang akan dia lakukan ketika saat itu datang?


Tiba-tiba Alderick merasa ketakutan karna membayangkan hal terburuk yang akan menimpa dia dan gadisnya. Dia sangat bingung untuk menentukan jalan mana yang harus ia pilih saat ini. Ia terus berpikir selama beberapa menit hingga batang rokoknya sudah habis terbakar.


"Semuanya belum terlambat. Saya harus memperbaikinya mulai besok!"


Alderick pun membuang putung rokoknya ke lantai lalu menginjaknya hingga padam. Setelah itu ia pun kembali ke tempat tidurnya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2