Wujud Asli Sang Purnama

Wujud Asli Sang Purnama
Eps.18 : Gadis Bernama Ratu


__ADS_3

Daniah berlari menuju apartemen nya. Selama acara makan malam ia tak bisa tenang lantaran memikirkan Alderick yang sedang bersama gadis bernama Ratu. Ia pun segera mendorong pintu apartemen hingga membuat orang di dalamnya terkejut.


Alderick yang tengah fokus kepada laptop nya seketika menoleh ke arah pintu yang di buka Daniah. Gadis itu baru saja mendobrak pintu dengan keras hingga membuat Al terkejut. Nafasnya yang tersenggal-senggal membuatnya tampak jelas habis berlari dengan terburu-buru. Entah apa yang terjadi Alderick belum tahu.


Daniah sedikit merasa tenang karna Alderick masih di apartemen. Selama beberapa jam yang lalu dia sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang pria itu. Kenapa dirinya harus memikirkan kata-kata Alderick yang terdengar seperti candaan.


"Udah selesai acaranya?" Tanya Alderick ketika Daniah duduk di sofa berhadapan dengannya.


"Udah kayanya. Tadi aku pulang lebih awal." Jawab Daniah sambil mengatur nafasnya.


"Kenapa kamu seperti di kejar hantu?" Lanjut Alderick.


"Gapapa," ucap Daniah tidak ingin Alderick tahu isi pikirannya.


Alderick hanya menggeleng lalu melanjutkan pekerjaannya.


Setelah itu Daniah pun beranjak dari sofa menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selama mandi ia hanya terpikir tentang gadis bernama Ratu yang di sebutkan oleh Alderick tadi pagi. Apakah gadis itu benar-benar ada atau hanya gurauan Alderick saja.


Setelah selesai mandi, Daniah pun kembali menemui Alderick yang masih berada di posisi sebelumnya. Daniah pun duduk di depan Aldeeick sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Alderick pun menoleh ke arah Daniah. Ia tahu bahwa Daniah ingin menanyakan suatu hal kepadanya. Ia pun berinisiatif untuk bertanya lebih dulu.


"Ada apa? Kenapa menatap saya begitu?" Tembak Alderick langsung kepada Daniah.


Daniah yang menatap Alderick dengan tatapan sinis pun menjawab, "Aku mau nanya, Ratu itu siapa?"


"Manusia." Ucap Alderick sembari kembali fokus pada laptopnya.


Daniah yang merasa tak puas dengan jawaban Alderick pun kembali bertanya, "Iya tau dia manusia. Tapi dia siapanya, Al?"


"Cuma sebatas kenal," jawab Alderick datar.


Daniah pun terdiam mendengar jawaban Alderick. Rasa penasarannya semakin meningkat karna tak mendapatkan jawaban yang pasti dari Alderick. Sebenarnya ia mengharapkan penjelasan yang pasti agar dia tidak merasa resah seperti sekarang.


Alderick menghentikan sejenak pekerjaannya. Ia tampak memikirkan sesuatu. Entah apa yang sedang di pikirkannya hingga membuatnya terdiam hampir 60 detik.


"Daniah," panggil Alderick.


Daniah yang merasa terpanggil pun langsung menoleh, "Iya, Al?"


Alderick pun tiba-tiba tersenyum lalu menggeleng. Hal itu pun semakin membuat Daniah penasaran tentang hal pa yang di sembunyikan oleh pria itu.


"Kamu mau bilang apa?"

__ADS_1


"Kamu ga bakal paham," jawab Alderick.


"Kan kamu belum bilang apa-apa gimana aku mau ngerti," tukas Daniah.


"Ini soal Alana. Saya masih ada janji sama dia. Kamu tahu kan janji ada batasnya. Kalau tidak saya tunaikan saya merasa bersalah." Jelas Alderick.


Daniah sedikit merasa kecewa. Ia semakin yakin kalau sebenarnya ada wanita lain di hubungan mereka. Daniah juga meyakini kalau Alderick bersam Alana masih menjalani hubungan sampai sekarang.


"Jadi kalian balikan?" Tanya Daniah dengan nada gemetar.


"Engga. Tapi saya harus jelasin sama dia tentang semuanya. Dia telah menunggu saya dan saya harus selesaikan urusan sama dia." Kata Alderick dengan penuh ketenangan.


"Kamu bisa merasa bersalah sama dia sedangkan sama aku engga." Ungkap Daniah kecewa.


"Jadi menurut kamu saya berada di sini untuk apa?"


"Karna rasa tanggung jawab dan aku ga butuh hal itu. Yang aku butuhkan kejujuran dan rasa cinta," jawab Daniah dengan lantang.


"Apa lagi yang kamu mau dari saya, Daniah?" Tanya Alderick yang terbawa emosi. "Saya sudah coba untuk merubah sikap saya dengan selalu ada. Tetapi sekarang malah kamu yang sering ninggalin saya."


"Setidaknya aku ga pernah bohong tentang kegiatan aku. Kalau kamu ga percaya tanya saja Rachel."


"Terserah," ujar Alderick sambil membuang muka.


Daniah terdiam melihat Alderick yang juga ikut kesal. Entah mengapa pertengkaran selalu menghiasi hari-hari mereka. Kapan kah mereka akan damai?


"Sudah berakhir dari lama cuma saya pernah di hubungi oleh temannya. Kamu mau lihat?"


Daniah pun mengangguk.


Alderick pun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan screenshot chatnya bersama seseorang yang tidak di kenal. Di sana terlihat orang tersebut memarahi Alderick atas perbuatannya yang sering meninggalkan pasangannya yang menurut Daniah adalah Alana. Dia juga meminta agar Alderick menjauhi pasangannya.


"Itu siapa?" Tanya Daniah penasaran.


"Teman, Lana. Retta, dia suka sama saya dulu," jawab Alderick.


Daniah mudah percaya dengan apa yang di katakan Alderick. Menurutnya semua gagasan tentang Alana adalah benar. Terlebih lagi Alana merupakan gadis yang merebut Alderick di masa lalu. Dan juga Alderick selalu memuji Alana kebanding dirinya.


"Menurut aku temannya terlalu ikut campur," ungkap Daniah.


"Dia cuma ga mau Lana sedih."


Daniah pun tersenyum sarkas, "Ga ada seorang teman yang ingin temannya sedih. Tapi kalau masalah pasangan lebih baik teman tidak usah ikut campur begitu prinsip teman aku. Lagi pula kami sudah dewasa, dia lebih sering berdoa tentang kebaikan untuk kita."

__ADS_1


"Rachel maksud kamu? Dia itu cerewet menurut saya," ungkap Alderick.


"Setidaknya ga nyuruh Al buat jauhin aku, kan? Begitu seharusnya punya teman."


"Nyindir?"


Daniah pun semakin kesal ia pun berteriak, "Iya! Aku ga suka kamu belain Alana terus. Bilang dia terbaik atau apalah. Kamu ga tau aku cemburu?"


Alderick pun tertawa dengan puas. "Memang itu tujuannya bikin kamu cemburu."


"Ihh.. Jahaat!!" Daniah pun melempar bantal sofa kepada Alderick.


"Tapi suka, kan?" Tanya Alderick masih dengan sisa senyumnya.


"Ga suka punya Daniah belain yang lain!"


Alderick pun duduk di samping Daniah.


"Bukan itu maksudnya, Sayang. Kamu suka ga sama saya?" Ujar Alderick sambil memeluk gadisnya.


"Suka banget, cinta banget, dan sayaaang banget," jawab Daniah sambil tersenyum.


"Saya sayang kamu juga," ucap Alderick. "Kamu ga bosen kan sama saya?"


"Kalau bisa aku pengen setiap saat sama kamu." Ungkap Daniah.


Alderick pun mengelus rambut Daniah. "Saya takut kamu bosan sama saya."


Daniah pun menatap nanar Alderick, "Manusia mana yang bosan sama orang yang dia cinta? Coba sebutkan."


"Kamu."


Daniah pun mengusap wajah Alderick. "Aku selalu sibuk bukan berarti aku bosan sama kamu, Al. Berhentilah berpikiran aneh. Hanya ada kamu yang selalu di pikiran aku."


Alderick terdiam menatap nanar Daniah yang kini bergerak menatap usapan tangannya di wajah Alderick. Mata gadis itu penuh cinta dan kasih sayang. Ada sebuah ketulusan yang tak pernah Alderick dapatkan dari mata gadis mana pun. Hanya pada Daniah lah ia mendapatkan pandangan itu.


Daniah mengusap wajah Alderick dengan penuh perasaan. Ia mencoba menikmati pemandangan indah yang ada di depan matanya itu. Mata, hidung, rambut, serta bibir yang selalu menjadi pemandangan tercandu yang ingin selalu Daniah lihat. Dan tatapan itu membuat jantung Daniah dapat berdetak lebih cepat.


Daniah menghentikan pergerakan tangannya pada rahang Alderick. Menatap bibir yang sangat manis serta merabanya dengan ibu jari. Entah mengapa bibir Alderick seperti memberikan suatu sinyal untuk melakukan sesuatu yang meningkatkan kegairahan di dalam dada Daniah. Rasa ingin mengecapnya membuncah di dalam pikiran Daniah.


Daniah pun mendekatkan wajahnya lebih dekat. Menempelkan bibirnya pada pria itu sambil menutup mata. Seribu kupu-kupu berasa berterbangan di perutnya. Dan rasa ingin melakukan sesuatu yang lebih membanjiri dirinya.


Mandikan diriku dengan cinta. Ucap Daniah di dalam hatinya ketika Alderick membalas ******* bibir yang di mulai oleh Daniah. Dengan gerakan seirama mereka semakin menyelam dalam rasa gairah. Gejolak cinta semakin memanas ketika Alderick mulai menikmati leher gadisnya. Dan semua hal yang di lakukan Alderick tak ada yang Daniah tolak.

__ADS_1


Malam berlalu dengan begitu lambat. Purnama yang menerangi langit malam menjadi saksi mereka yang sedang membanjiri diri dengan cinta. Suasana pun mulai berharap akan hari-hari yang damai untuk ke depannya. Namun, hal itu masih menjadi rahasia sang pencipta


...----------------...


__ADS_2