
Daniah berlari menuju halaman kampus yang masih ramai di kala senja itu. Mobil berwarna hitam yang Daniah kenal sebagai mobil Alderick telah terparkir di salah satu sisi jalan. Ia pun segera memasuki mobil itu dengan rasa penuh penasaran.
Daniah melihat wajah Alderick yang tampak tegang di dalam mobil. Daniah pun segera masuk untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Hai, Al! Apa kabar?" Sapa Daniah sesampainya di dalam mobil.
Bukannya menjawab Alderick malah meminta ponsel Daniah. "Mana ponsel kamu?" Tanya Alderick sambil mengulurkan tangan.
Daniah yang merasa bingung tidak ingin segera mengeluarkan ponselnya. Dia butuh penjelasan atas permintaan Alderick sekarang.
"Ada apa sebenarnya, Al? Kenapa kamu terlihat begitu emosi?" Tanya Daniah menuntut penjelasan.
"Kamu punya akun clone, kan?" Tuduh Alderick langsung.
Daniah merasa terkejut sekaligus bingung. Mengapa Alderick tiba-tiba menanyakan tentang perihal akun ganda.
"Kamu ini kenapa sih?"
"Jujur."
"Aku ga punya, Al. Akun aku cuma satu. Lagian kamu curiga kalau aku selingkuh?" Terkah Daniah.
Alderick mengalihkan pandangannya dan hanya terdiam.
"Kamu harus percaya sama aku, Al. Kamu boleh tanya apa saja ke aku sekarang juga."
"Saya yang ke berapa? Kenapa masih bertahan padahal saya nyakitin kamu? Selain saya kamu punya siapa?" Tanya Al dengan pertanyaan yang beruntun.
Daniah tenganga mendengar pertanyaan kekanakan dari Alderick. Ia pun menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan.
"Oke, aku akan jawab dengan sejujur-jujurnya," ujar Daniah sambil mengangkat tangannya. "Kamu memang bukan yang pertama tapi sekarang aku hanya punya kamu. Dan kenapa aku masih bertahan karna aku cinta banget sama kamu. Aku yakin cuma kamu yang bakal bisa bikin aku bahagia karna aku tahu kamu sangat menyayangi aku. Terus untuk pertanyaan ketiga aku ga punya siapa-siapa selain kamu." Jelas Daniah panjang lebar.
"Yang pertama siapa?" Tanya Alderick yang masih tidak puas dengan jawaban Daniah.
"Yang pertama itu Razka."
"Razka doang?"
"Ga. Aku pernah pacaran sama Devano dan Jaxxon baru kamu." Ujar Daniah yang mulai kesal.
Alderick pun tersenyum tipis tetapi hal itu tak dapat di lihat oleh Daniah. Pria itu merasa legah karna kecurigaannya tak sepenuhnya benar. Dia bersyukur kalau orang yang menghubunginya semalam bukanlah Daniah.
"Kamu mau nanya tentang apa ke saya?" Ujar Alderick yang membuat Daniah tertarik.
Daniah pun menoleh dan bersiap melontarkan pertanyaannya. "Kenapa bisa putus sama Alana?"
__ADS_1
Alderick pun menghidupkan mesin mobil dan mulai mengendarai mobilnya. Daniah masih menunggu jawaban dari kekasihnya itu. Setelah mobilnya stabil berjalan barulah ia mulai membuka suara.
"Alana terlalu baik untuk saya yang bajingan."
"Memangnya Al bajingan?"
"Ya. Dan semoga kamu tidak menyesal mengenal saya."
Daniah pun tersenyum, "Aku ga pernah nyesal. Bahkan kalau pun kamu jahat setidaknya kamu tahu cara menyayangi orang." Ungkap Daniah menghibur.
Alderick pun ikut tersenyum, "Makasih atas pujiannya, Sayang."
"Itu sebuah fakta yang aku ucapkan tentang pacar aku."
"Tapi saya anggap itu pujian."
"Jadi, jangan merendahkan diri sendiri dengan nganggap kamu bajingan ya, Sayang. Aku punya kamu dan kamu cuma punya aku." Kata Daniah menyemangati Al.
"Iya sayang, kamu cuma punya aku," ungkap Al dengan senyum yang terukir di bibirnya.
Perjalanan ke rumah kalah itu terasa lebih singkat seperti hal nya ketika Al mengantar Daniah ke kantor pagi itu. Sepanjang jalan Daniah dan Alderick sibuk mengobrol entah tentang kesehariannya selama mereka berpisah atau apa hal yang menarik yang mereka temukan. Sesampainya di rumah pun mereka masih mengobrol hingga larut malam.
Keesokan paginya Alderick membantu Daniah untuk membuat sarapan. Mereka bersama-sama membuat seporsi spageti yang merupakan kesukaan Daniah. Sambil memotong bahan, Daniah sibuk berceloteh tentang sahabatnya Rachel yang suka berhubungan dengan pacar orang atau pun suami orang.
"Tapi katanya berhubungan sama milik orang lain tuh lebih enak loh. Menurut Al gimana?" Tanya Daniah meminta pendapat Al.
"Bisa jadi," kata Daniah setuju dengan jawaban Alderick. "Eh, tapi Rachel itu takut loh, sama Al." Ungkap Daniah sambil tertawa. "Katanya Al menyeramkan." lanjutnya.
"Saya lebih takut sama dia. Dia cerewet dan lebih bisa bikin kamu tersenyum. Nanti kamu di ambil Rachel."
Daniah pun tertawa terbahak-bahak. "Ada-ada saja, Al. Lagian kamu tsundere, sih."
"Hm," gumam Alderick.
"Eh, aku mau nanya. Kenapa kamu tsundere?" Tanya Daniah prnasaran.
"Takdir mungkin."
"Takdirnya ga seru ah. Al tsundere nya ke aku aja." Ungkap Daniah kesal.
Alderick pun terkekeh. "Haha.. Gapapa. Ga ke kamu doang."
"Jadi apa yang bedain aku sama yang lain?"
"Saya ga tau kenapa begini sama kamu. Dulu saya ga serius sama kamu. Kaya Alana mungkin kamu ga ingat saya lagi. Atau mungkin kamu ga nungguin saya." Jelas Al yang tidak di mengerti oleh Daniah.
__ADS_1
"Jadi di mata Al aku ini gimana?"
"Kamu itu spesial. Ga ada alasan buat ga ngakuin kamu di hidup saya."
Daniah tersenyum terharu.
"Kamu masih ingat kapan pertama kali kita ketemu?" Tanya Al.
"Aku ga ingat tanggal pastinya. Tapi itu di tahun 2021 bulan maret." Jawab Daniah.
Alderick terdiam sejenak. "Saya hanya ingat tanggal 24."
"Berarti tanggal 24 Maret. Kok kamu bisa ingat?" Ungkap Daniah takjub dengan ingatan Alderick.
Alderick pun tertawa. "Kamu lucu. Itu tanggal lahir saya pastinya saya selalu ingat."
"Wahh.. Beneran? Bulan apa?"
"November."
Percakapan pun terus berlanjut hingga sarapan pagi siap di sajikan. Daniah dan Alderick pun segera sarapan setelah makanan itu tersusun di meja.
Setelah acara sarapan selesai, Daniah pun segera bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Daniah pun menghampiri Al yang sedang terlihat sibuk dengan ponselnya.
"Al aku berangkat pergi kerja, ya."
Alderick menoleh ke arah Daniah. "Pulang jam berapa?"
"Mungkin agak kemalaman, soalnya ada manejer aku ngajak anggotanya makan malam." Jelas Daniah.
"Hm, kalau gitu saya izin mau nemenin ratu ya." Ujar Alderick.
Daniah terdiam sejenak. "Ratu siapa?"
"Adek."
"Ihh.. Ga boleh. Al temenin Daniah aja." Ungkap Daniah dengan nada memelas.
"Kamu kan sibuk sama orang-orang kantor."
"Ga mau. Pokoknya tungguin aku sampai pulang. Daniah berangkat dulu, bye~"
Daniah pun berlari menuju pintu dan segera berangkat ke kantor karna ia merasa akan telat kali ini.
Sepanjang hari di kantor perasaan Daniah di hantui oleh perkataan Alderick tentang Ratu. Sejenak Daniah hanya berpikir itu candaan dari Alderick karena kesal Daniah akan pulang telat. Tetapi dari raut wajahnya pria itu terlihat serius.
__ADS_1
Daniah menjadi tidak fokus bekerja hingga beberapa kali melakukan kesalahan saat bekerja. Ia mencoba menghubungi Alderick ketika makan siang tetapi ponsel pria itu tidak aktif. Daniah juga mencoba menelpon telpon apartemen tetapi juga tidak di angkat. Daniah merasa khawatir dan ingin segera pulang. Tetapi ia juga tidak bisa menolak permintaan atasannya untuk tidak mengikuti acara makan malam.
...----------------...