Wujud Asli Sang Purnama

Wujud Asli Sang Purnama
Eps.5 : Dia Milik Ku


__ADS_3

Sebuah mobil berwarna hitam sedang melaju melewati jalanan kota. Pengemudi mobil itu tidak lain adalah Alderick. Dia baru saja meninggalkan rumah keluarganya beberapa jam yang lalu. Ia menyetir dengan sangat santai sambil memikirkan banyak hal di kepalanya. Ada berbagai macam rasa yang berkecamuk di hatinya. Rasa bersalah adalah yang paling besar saat ini. Ia pun mengembuskan nafas panjang dan menaikan kecepatan mobil nya itu.


Alderick segera memasuki apartemennya setelah ia memarkirkan mobilnya di parkiran. Suasana suram langsung menghampirinya ketika ia memijak kan kaki di ruangan itu. Dia berjalan ke arah dapur dan melihat piring dan gelas yang ia letakan pada hari itu. Memo kecil yang ia tinggalkan juga masih ada di sana.


Alderick mengambil kertas berwarna hijau itu lalu melihatnya dengan seksama. 'Sudah 2 minggu ya..' pikirnya. Beberapa detik kemudian ia kembali meletakan kertas itu di meja.


Alderick pun beralih menuju kamarnya. Kamar itu cukup rapi hanya saja sepreinya sedikit kusut. Ia pun duduk di sisi kasur dan menoleh ke arah tempat terakhir kali ia melihat kekasihnya.


Dia sudah tahu kalau Daniah telah pergi beberapa hari yang lalu. Salah satu pengurus apartemen memberi tahu nya kalau gadis itu pergi dengan kondisi yang tidak baik. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Harus ada salah satu yang dikorbankan.


Alderick hendak menghubungi Daniah, namun tiba-tiba seseorang membunyikan bel apartemennya. Ia pun segera pergi ke pintu untuk mengetahui siapa yang ada di balik pintu itu.


Pintu pun di buka oleh Alderick. Seorang pria berkulit putih dengan mata yang sedikit sipit sedang berdiri di depannya. Dia pun bertanya-tanya tentang siapa pria ini.


"Hai, maaf mengganggu waktu mu Alderick. Perkenalkan saya Alfy teman nya Daniah. Saya hanya ingin berbicara sedikit tentangnya." Kata Alfy dengan ramah.


Alderick terdiam beberapa detik. Dia sebelumnya tidak tahu kalau Daniah punya teman dekat laki-laki selain anggota band mereka dulu.


"Baik, mari silahkan masuk dulu." Ujar Alderick santai.


Mereka pun bersama-sama menghampiri sofa yang ada di dalam ruangan lalu terdiam beberapa saat setelah duduk.


Alfy sangat bingung harus dari mana dia harus memulai. Dia sangat ingin marah kepada Alderick saat ini apalagi ketika melihat ekspresi Alderick yang tidak merasa bersalah sedikit pun.


"Jadi ada apa?" Ucap Alderick membuka pembicaraan.


"Beberapa hari yang lalu Daniah mendatangi tempat kerja saya dengan kondisi yang sangat buruk. Dia bercerita tentang hubungan kalian. Jadi di sini saya hanya ingin memperingatkan anda untuk menjauhi Daniah!" Alfy memasang ekspresi yang tegas.


Alderick hanya menyeringai kesal mendengar perkataan Alfy barusan. Ia pun mengambil bungkus rokok dari saku jas nya lalu membakar gulungan nikotin itu.


"Atas dasar apa lu meminta gue harus menjauhi Daniah. Emang punya hubungan apa lu sama dia?" Alderick lalu menghembuskan kumpalan asap rokok nya ke udarah.


"Ck, orang ga bertanggung jawab seperti lu ga cocok untuk Daniah" ujar Alfy dengan seringai nya.


"Sekali lagi gue tanya, lu siapanya Daniah dan apa hak lu untuk mengatur hubungan kami?" Alderick menatap datar ke arah Alfy.

__ADS_1


"Gue calon suami Danih dan dia adalah milik gue!" Tegas Alfy.


Alderick sedikit tercekat. Kata-kata itu sangat tidak bisa ia terima. Rasa cemburu dan kesal secara bersamaan menguasai dirinya.


"Tidak ada yang bisa menentukan Daniah milik siapa. Dia akan menentukan pilihannya sendiri. Jadi mulai dari sekarang lu ga usah ikut campur dalam hubungan kami!"


"Lihat saja nanti!"


Alfy pun segera berdiri dan meninggalkan apartement milik Alderick.


Setelah kepergian Alfy, Alderick termenung di sofa yang sedari tadi ia duduki. Perasaan ragu terhadap Daniah kembali merasuki hati nya. Ini kesekian kali nya kepercayaannya goyah oleh gadis yang di cintainya itu. Amarah pun tak ketinggalan untuk menguasai hati nya.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan kebetulan itu dari gadis yang ada di pikirannya itu. Dengan kesal ia mengangkat telpon dari Daniah.


"Halo! Ini beneran kamu kan, Al? Kemana saja kamu? Aku sangat khawatir Al." Kata Daniah di seberang sana.


Alderick sama sekali tidak menggubris pertanyaan dari Daniah tersebut melainkan ia langsung berterus terang menanyakan tentang Alfy.


"Siapa itu Alfy?" Tanya Alderick dengan nada yang terdengar seperti sangat marah.


"Bohong! Dia mengatakan kalau kamu itu miliknya, apakah itu di sebut sekedar teman?"


"Aku serius, Al. Kami hanya teman masa kecil dan tidak memiliki hubungan seperti yang kamu kira." Daniah terdengar panik di seberang sana.


"Saya tidak percaya! Saya pikir kita batalkan saja acara pernikahan kita."


"Aku mohon Al percayalah.. Aku selalu mencintai mu. Itu terbukti karna selama ini aku selalu menunggu mu. Aku tidak mau berpisah lagi dengan mu, Al. Hiks.."


Daniah terdengar menangis. Hal itu membuat Alderick tersadar kalau wanita itu memang sangat mencintainya.


"Hapus air matamu, sayang. Maafkan saya yang selalu membuat mu sedih. Aku berjanji tidak akan meninggalkan mu lagi." Ujar Alderick melunak.


"Aku akan menjemput mu. Segera kirim lokasi mu saat ini."


...----------------...

__ADS_1


Gadis itu menyeka air matanya dengan punggung tangan lalu tersenyum ke arah batu nisan bertuliskan nama Regan Algantara itu.


"Maaf ya bang, Ona nangis di depan abang. Ona ga bermaksud bikin Abang sedih tapi ini kelepasan." Ia berjongkok mengelus nisan tersebut.


Daniah pun duduk di samping makam saudaranya itu sambil memeluk kakinya.


"Maaf ya bang, Ona kemaren jarang ngunjungin abang. Ona hanya sibuk memikirkan urusan Ona sendiri tanpa ingat ada orang baik yang Ona lupakan."


"Jangan kutuk Ona jadi adek durhaka ya, bang."


Daniah pun tersenyum masam. Bisa di lihat kalau dia sangat rindu pada Abang kesayangannya itu. Namun, sudah lima tahun sejak kepergian Abangnya. Walau pun berat hati dia harus melepaskan kepergian saudaranya itu.


"Bang, Ona kesepian.."


Air mata jatuh dari pelupuk mata Daniah. Ia menangis tersedu-sedu membayangkan hari yang ia lewati beberapa tahun ini. Ia merasa langit tidak berpihak padanya. Sehingga cobaan demi cobaan menimpanya.


Jika di kilas balik penderitaan Daniah di mulai dari saudaranya yang meninggal. Kesedihan mendalam ia rasakan selama beberapa saat sampai Alderick hadir dalam hidupnya. Tidak berlangsung lama ia pun di tinggalkan oleh Alderick karna alasan yang tidak ia ketahui. Waktu berjalan hingga ia selesai kuliah. Tiba-tiba orang tuanya mengalami konflik dan memutuskan untuk berpisah. Daniah terpukul ketiga kalinya dan mencoba kabur dari orang tuanya dengan alasan ingin hidup mandiri. Orang tuanya pun mengizinkannya karna mereka menyadari Daniah sudah dewasa dan mereka bertiga tidak bisa bersatu lagi. Di saat itu hanya Razka yang selalu menghibur dan menemaninya. Namun, satu fakta yang ia ketahui bahwa Razka sebenarnya bukan lelaki yang baik. Dia selalu mempermainkan wanita dan hal itu tidak di sukai Daniah. Dan pada akhirnya dia meninggalkan kota untuk mencari kedamaian.


Seorang pria berdiri tegak di belakang Daniah. Ia pun menoleh dan mendapati sosok lelaki yang juga ia rindukan. Daniah pun tersenyum lalu bangkit dari duduknya.


"Maaf telah menyuruh mu untuk kesini. Aku sedang merindukannya." Tutur Daniah.


"Tidak apa-apa. Saya juga sudah lama tidak mengunjungi Regan." Balas Al.


Alderick pun maju melangkah dan berjongkok di samping makam Regan. Lalu ia berdoa di dalam hati beberapa menit lalu mengusap nisan itu.


"Masih ingat kan kata-kata saya waktu itu? Saya akan menepatinya."


Daniah yang mendengar ungkapan itu langsung mengernyitkan kening. 'Apa maksudnya?'


Setelah selesai Alderick pun berdiri dan merangkul bahu Daniah.


"Sayang, ayo kita pulang."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2