Wujud Asli Sang Purnama

Wujud Asli Sang Purnama
Eps.8 : Pilihan Alderick


__ADS_3

Daniah dan Alderick baru saja sampai di parkiran sebuah universitas. Seperti yang di katakan Alderick semalam Daniah akan melanjutkan pendidikan strata 2 nya di kampus kota ini.


Ketika berjalan memasuki lobi kampus, Daniah langsung di sambut oleh seorang wanita berambut hitam sebahu yang sedang menenteng sebuah buku di tangannya.


"Daniah! Sebelah sini!" Panggil gadis itu.


Daniah pun segera menghampiri gadis yang merupakan sahabat saat kuliahnya itu.


"Astagaa.. Rachel, kok lu makin padet aja?" Ujar Daniah sambil memeluk Rachel.


Gadis bernama Rachel itu pun membalas pelukan Daniah. "Masa iya? Jangan ngadi-ngadi lu! Gue dah capek diet nih, hum.."


Daniah pun terkekeh, "Becanda kok, Chel."


Daniah pun menoleh ke belakangnya, namun sosok Alderick sudah tidak ada di sekitarnya. Ia pun melihat ke sekelilingnya namun tidak dapat di temukan di mana pun.


"Nyari apa?" Tanya Rachel terheran.


"Tadi gue kesini sama, Al. Tapi kok udah ngilang aja, ya?"


"Udahlah.. Dari pada nyari dia mending kita ngeliat dedek-dedek cogan di sini." Ujar Rachel diiringi tawanya yang garing.


"Syalan Lu!" Ucap Daniah.


Setelah berbincang singkat, Daniah dan Rachel pun memutuskan untuk mengurus formulir pendaftaran mereka. Setelah semuanya beres mereka pun memutuskan untuk berpisah karna Rachel harus pergi bekerja dan Daniah harus mencari Alderick.


"Sampai jumpa di kampus minggu depan ya!" Ucap Rachel dengan riang.


"Oke siap! Sampai jumpa."


Setelah memastikan Rachel telah pergi Daniah pun mulai fokus untuk mencari Alderick. Ia pun mengeluarkan ponsel nya hendak menelpon Alderick, namun pria itu tiba-tiba muncul dari belakang Daniah.


"Mencari saya?"


Daniah terkaget dan langsung menoleh ke belakang. Pria bernama Alderick itu pun tersenyum manis ke arahnya.


"Astaga, Al! Kamu dari mana saja? Aku kira kamu sudah pergi meninggalkan ku." Tutur Daniah dengan nada kesal.


Alderick pun terkekeh. "Kalau saya benar meninggalkan kamu bagaimana?"


"Nia bakalan cari pria lain yang ga ninggalin Nia, huh!"

__ADS_1


Alderick terdiam sejenak. Raut wajahnya seketika berubah menjadi datar dan dingin seketika.


"Ya sudah, ayo kita pulang. Saya ada perjalanan bisnis."


Daniah yang mendengar hal itu langsung menoleh ke arah Al.


"Lagi?" Tanya Daniah sedikit tidak terima.


"Ya. Sebaiknya kamu cari saja kegiatan agar tidak bosan selama menunggu saya."


Alderick pun segera berjalan menuju mobil tanpa mempedulikan Daniah yang masih terdiam tidak menyangka di belakangnya.


.


.


Mobil itu menyusuri jalan tanpa ada suara yang terdengar dari dalamnya. Dua orang tengah duduk bersebelahan namun sudah terdiam sejak mesin mobil itu hidup.


Daniah menoleh ke arah prianya yang terlihat sedang fokus mengemudikan mobil. Dia ingin sekali bertanya kemana pria itu akan pergi kali ini. Apakah tempat itu jauh dan berapa lama dirinya akan di tinggalkan.


Sebenarnya Daniah selalu merasa Alderick sedang menyembunyikan sesuatu di belakangnya. Entah apa itu Daniah tidak bisa menebak. Tetapi perasaan itu selalu muncul ketika Al mengatakan ia akan berpergian. Dan Alderick juga sering kali terlihat menghindari Daniah.


Mobil pun berhenti di depan gedung apartemen milik Alderick. Daniah tahu kalau Alderick akan segera pergi tanpa ingin mampir ke rumah mereka dulu. Daniah pun berniat turun, namun suara Alderick membuatnya mengurungkan niatnya itu sejenak.


"Mungkin saya akan pergi cukup lama jadi terserah kamu akan menunggu saya atau tidak."


Daniah pun menoleh ke arah Alderick. "Aku pasti akan menunggu mu, Al." tutur Daniah dengan lembut.


"Kalau kamu tidak sanggup kamu bisa menyerah. Jangan hubungi saya karna mungkin saya akan jarang menggunakan ponsel saya." Lanjut Alderick.


"Baiklah."


Daniah pun segera keluar dari mobil dan berlari menuju apartemen tanpa menoleh kebelakang. Air matanya yang sedari tadi ia tahan pecah ketika dia sudah sampai di dalam apartemen. Dia tidak tahu sudah berapa kali ia menangis dalam tahun ini. Ia rasa sudah ratusan kali karna hampir tiap hari ia menangis.


Kata-kata Alderick barusan terngiang-ngiang dipikirannya. Dia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Rasanya Alderick sedang membunuh jiwanya secara perlahan. Dia tidak sanggup lagi dengan semua ini.


Tetapi tiba-tiba kenangan manis yang pernah ia alami dulu bersama Alderick bersamaan terlintas di benaknya. Hal itu membuatnya berhenti menangis dan termenung.


'Jangan menyerah Daniah, kamu pasti bisa merebut hatinya lagi dan mengembalikan masa-masa itu.'


Daniah pun meraih ponselnya lalu menelpon seseorang entah siapa itu.

__ADS_1


"Ini gue, bisa kita bertemu? Ada yang mau gue bahas."


"Oke gue bakal kesana."


.


.


Alderick memacu jalanan dengan sangat kencang. Pikirannya sangat kacau balau saat ini. Ia teringat akan Daniah yang berlari tanpa menolehnya. Seakan Daniah sudah siap untuk meninggalkannya.


'Apa pilihan ini benar?' Ujar Alderick dalam hati.


Dia pun tiba-tiba menghentikan mobilnya secara mendadak lalu memukul setir mobil yang tidak bersalah itu.


"Brengs3k!" Gerutuh nya.


Alderick pun mengacak rambutnya dan menyandarkan kepalanya di bangku mobil. Dia sangat pusing memikirkan perbuatan yang telah ia lakukan. Ia sangat butuh hiburan saat ini.


Tiba-tiba ia teringat sesuatu yang di berikan temannya beberapa hari yang lalu. Ia pun mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu. Ia pun melihatnya sebentar lalu kembali menyalakan mobilnya. Sebuah clubing merupakan tujuan perjalanannya saat ini.


Tidak butuh waktu lama Alderick pun sampai di depan sebuah tempat hiburan yang di sarankan oleh temannya itu. Lalu tanpa berpikir panjang ia pun segera memasuki tempat itu.


Aroma alkohol yang kental serta asap rokok yang mengepul di udara membuatnya merasa sesak. Tarian liar serta musik yang berdentum kencang itu membuat suasana hatinya sedikit berubah. Ia pun segera menuju bar untuk memesan segelas alkohol.


Minuman yang memiliki sensasi panas di tenggorokan itu langsung meluncur di kerongkongannya. Dia sedikit mengeluh karna minuman tersebut mengandung alkohol yang cukup pekat. Hal itu membuatnya mulai merasa kehilangan kesadaran.


Seorang gadis tiba-tiba menghampirinya ketika pria itu hampir tersungkur di lantai. Alderick menoleh ke arah gadis yang tengah menolongnya itu.


"Daniah, apakah itu kamu?" Ucapnya tidak jelas.


Gadis itu pun membawa Al untuk duduk lalu mencoba untuk menyadarkan Al yang sudah mabuk berat.


"Hey, sadarlah!" Ucap gadis itu.


Namun, malah memegang wajah gadis itu. Di penglihatannya gadis itu adalah Daniah kekasihnya.


"Maafkan saya Daniah. Saya tahu kamu pasti sangat sedih. Tapi kamu selalu membuat saya negatif thinking hingga membuat saya merasa takut. Saya sangat mencintai kamu, sayang. Jadi tolong jangan tinggalkan saya.."


Tiba-tiba Alderick pingsan seketika. Gadis itu pun menjadi panik dan segera meminta beberapa orang untuk menolong Al.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2