Yatim Piatu

Yatim Piatu
Part 10


__ADS_3

Listi, Rani dan Eti sedang asyik membersihkan ruangan para staf dikantornya, tempat mereka bekerja. Tatapan sinis dari salah satu staf bernama Eva yang so kecantikan dan centil.


" Kamu tolong bersihkan meja saya!" kata Eva.


" Loe bersihkan aja sendiri, loe kira kita babu loe?"sahut Listi kesal.


" Kalian tuh cuma office girl, cepat bersihkan!" kata Eva dengan angkuhnya.


" Kalau gak mau emang kenapa?" tantang Listi sembari menatap tajam Eva.


" Itu tugas kalian, siapa suruh jadi office girl." kata Eva ketus.


" Nenek lampir, loe kan bisa bersihkan sendiri, loe kira kerjaan kita gak banyak?" sahut Listi ketus.


" Ngejawab aja ya si cerewet!" ucap Eva yang mulai kesal pada Listi.


" Sudah-sudah kalian gak usah bertengkar, saya akan bersihkan mejanya Bu Eva," sahut Rani.


" Nah gitu dong!" ucap Eva dengan tersenyum sinis sembari berkacak pinggang. Dengan kesalnya Listi menyiram Eva dengan air bekas ngepel.


Byur....


Sontak saja Eva berteriak dan menjerit.


" Ahhh..., dasar anak sialan!"


" Hahahaha, emang enak disiram air? rasain tuh nenek lampir," sahut Listi tertawa.


Teriakan Eva memancing semua pekerja terutama para staf, mereka terkejut melihat kondisi Eva yang bajunya basah.


" Eva, kamu kenapa?" tanya salah satu staf.


" Saya disiram air bekas ngepel," ucap Eva kesal.


" Apa? Siapa yang melakukannya?" tanya staf yang lain.


" Ini nih biang keroknya!" kata Eva sambil menunjuk Listi.


" Listi, apa benar kamu pelakunya?" tanya Dudi.


Dengan tersenyum Listi hanya mengangguk, sementara Rani dan Eti diam menunduk karena takut. Semua staf yang lain menoleh kearah Listi dan tersenyum seolah mereka sudah tau tabiat Listi yang memang sangat bar-bar, dan gak suka diganggu apalagi diperintah.


" Mending kamu hari ini izin kerja aja, daripada baju kamu basah kuyup," kata Dudi yang bicara kepada Eva.


"Baiklah!" ucap Eva.


" Yang lain kembali kerja. Listi dan kalian berdua anak baru cepat selesaikan pekerjaan kalian sebelum Pak Rico datang." kata Dudi.


" Siapp...!" sahut mereka bertiga.


Eva berjalan melewati Listi dan melotot kearahnya sementara Listi menjulurkan lidahnya tanda ia sedang mengejek Eva. Dengan kesal Eva segera pergi.


" Awas kau ya gadis cerewet!" gumam Eva sambil mengepalkan tangannya.


Rani,Eti dan Listi segera menyelesaikan pekerjaannya.


Sementara itu Kairo dan Rico sedang memarkirkan mobilnya, Eva berjalan melewati keduanya dan bersikap so ramah pada Rico dan Kairo.

__ADS_1


" Selamat pagi pak! sapa Eva ramah.


" Selamat pagi juga, eh baju kamu kok basah kuyup gitu?" tanya Rico.


" Em, anu itu eh----


Eva menggantungkan bicaranya.


" Apa? kok gak diteruskan?" sahut Rico dengan terheran-heran.


"Listi menyiram saya dengan air bekas ngepel," kata Eva.


" Hah? kenapa bisa begitu?" tanya Kairo yang heran saat nama Listi yang meluncur dari bibir Eva.


"What? jadi gadis barbar itu yang ngelakuin ini sama kamu?" tanya Rico yang melongo.


" Iya Pak!" kata Eva.


" Kai, perbuatan cewek loe nih!" ucap Rico.


" Hahaha, loe tau sendiri sikapnya kek gimana?" sahut Kai tersenyum.


" Apa? jadi Pak Kairo dan gadis cerewet itu sudah jadian?" gumam Eva.


" Kenapa bengong?" cepat sana pulang!. Besok-besok kalau disiram Listi lagi kamu bawa baju ganti." ucap Kairo.


" Ba-baik Pak!" kata Eva dan segera pergi.


Rico geleng-geleng kepala, tak habis pikir bagaimana bisa sahabat sekaligus orang kepercayaannya jatuh cinta pada gadis seperti Listi.


" Yang aneh tuh loe, udah punya Agnez masih aja mau cari mangsa baru," ucap Kairo yang melengos pergi meninggalkan Rico.


" Shitt..!" ucap Rico yang menyusul Kairo.


Listi cengar-cengir membayangkan kejadian tadi saat dirinya menyiram Eva dengan air bekas ngepel. Rani menatap Eti dengan tersenyum melihat tingkah laku temannya, Listi.


" Ehem..." suara seseorang yang begitu familiar membuatnya bahagia, Listi menoleh sementara Kairo menatapnya sembari tersenyum.


" Eh, Mas Kairo!" ucap Listi yang menghambur kearah Kairo.


" Gadis kecil apa yang terjadi?" tanya Kairo.


" Maksudnya apa?" tanya Listi seolah bingung dengan pertanyaan Kairo.


" Si Eva bajunya basah, kamu yang menyiramnya?" tanya Kairo.


" Hem" jawab Listi singkat.


" Oh, gitu ya!" ucap Kairo sambil menaikkan alisnya.


" Kenapa gitu? Dia yang salah main perintah aja, dia pikir dia itu siapa?" ucap Listi.


"Emang apa yang dia lakukan?" tanya Kairo dengan suara lembut.


" Dia memerintah kami seenaknya sembari berkacak pinggang, dia tuh udah kayak nenek lampir?" kata Listi.


" Hahahaha, kamu tuh ada-ada aja!" kata Kairo tertawa keras.

__ADS_1


" Kesel lihatnya so berkuasa, ya sudah aku siram aja, lumayan tuh kali aja dia belum mandi, hehe." kata Listi nyengir kuda.


" Dasar gadis barbar!" sahut Rico yang telah berdiri menatap ketiga gadis tersebut terutama pada Listi yang selalu membuat keributan meski tak setiap hari.


Rani dan Eti terdiam sembari menunduk dan kembali menekuni pekerjaannya sementara Listi tetap tenang dan acuh, Kairo ada bersamanya pasti aman.


"Kayaknya bakalan perang dunia nih!" celetuk Kairo, sontak saja Listi mencubit perutnya.


" Aww, sakit tau." ucap Kairo yang meringis kesakitan.


" Ogah banget perang dunia sama duda songong bin nyebelin, dih amit-amit jabang bebek." sahut Listi.


" Haha, loe dengar kan Ric!" ucap Kairo.


" Cewek loe gitu amat, loe kok bisa jatuh cinta sama cewek aneh kayak gini," kata Rico sambil menunjuk ke arah Listi.


" Aneh juga tapi kan mempesona," sahut Listi dengan percaya diri.


" Terserah loe deh!" sahut Rico.


" Sssttt...! udah ya perangnya, Listi kamu selesaikan pekerjaannya." ucap Kairo.


" Baiklah!" sahut Listi.


Rico terus menatap Rani sembari tersenyum sementara Rani tersipu malu.


" Cie, ada yang lagi curi-curi pandang kayaknya!" sahut Listi.


" Listi, apaan sih!" ucap Rani melotot.


" Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta deh!" Kairo ikut menimpali.


" Bukan kayaknya lagi, tapi beneran ada yang lagi naksir sama Rani. Siapa ya!" celetuk Listi.


" Rani.." kata Rico mengalihkan pembicaraan supaya Listi tak mengejeknya.


" Iya, ada apa?" tanya Rani.


" Tolong buatkan dua cangkir kopi, dan segera antarkan keruangan saya," sahut Rico.


" Baiklah Pak!" kata Rani.


" Ehem, jadi ternyata benar kalau bos si duda songong beneran naksir?" celetuk Listi.


" Kai, cewek loe bawelnya minta ampun kayak emak-emak komplek," ejek Rico.


" Bawel-bawel gini tapi kan ngangenin, iya kan Mas!" ucap Listi sambil menoleh ke arah Kairo.


" Iya, kamu ngangenin aku," ucap Kairo.


" Dih, lebay loe berdua." sahut Rico.


" Bilang aja sirik, dasar duda songong!" kata Listi.


" Terserah!" sahut Rico yang melengos pergi menuju ruang kerjanya diikuti oleh Kairo yang tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


Listi tersenyum puas sudah mengatai Rico dengan sebutan " Duda Songong". Sementara itu Eti hanya nyengir aja, dan Rani sedang sibuk membuatkan kopi untuk Rico dan Kairo.

__ADS_1


__ADS_2