
" Morning cantik!" sapa Kairo.
" Morning juga, apa kabar?" tanya Listi.
" Baik, apalagi semenjak kamu hadir dihidup ku," ucap Kairo sambil tersenyum.
" Dih, pagi-pagi udah gombal," sahut Listi nyengir kuda.
" Gombal dikit boleh dong!" ucap Kairo yang menghampiri Listi.
"Asal jangan keseringan," jawab Listi ketus.
" Loh sama pacar sendiri emang gak boleh?" tanya Kairo sambil menyipitkan matanya.
" Boleh sih, asal jangan ke cewek lain," ucap Listi sambil mengacak rambut Kairo.
" Gak lah, lagian cuma kamu yang kucintai." ucap Kairo dengan tenangnya.
" Benarkah? Kamu gak bohong kan?" tanya Listi sambil menatap lekat pria jangkung bermata hazzel tersebut.
" Ya gaklah, aku berani bersumpah." ucap Kairo tersenyum.
" Demi apa?" tanya Listi.
" Demi kamulah, masa demikian, hehe." ucap Kairo sambil nyengir kayak sapi ompong eh kayak kuda kepanasan, hehe...
Listi tersenyum kepada Kairo, sementara sang kekasih terus mendekatinya dan menempelkan bibirnya dan mengecupnya singkat " cup".
Blus,wajah Listi memerah seperti udang rebus karena malu. Sementara Kairo begitu gemas dengan kelakuan sang kekasih yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
" Ayo sayang! kita pergi!" sahut Kairo.
" Em, tapi pergi kemana?" tanya Listi yang auto penasaran.
" Ke villa milikku yang dipuncak. Mau ikut gak?" tanya Kairo.
" Ikut dong!" sahut Listi tersenyum bahagia.
" Cepat naik!" perintah Kairo pada kekasihnya.
" Ok bos..!" sahut Listi yang segera masuk kedalam mobil Kairo. Kairo pun segera masuk dan siap mengemudikan mobilnya.
" Are you ready?" tanya Kairo.
" Yes, i'm ready..!" jawab Listi.
Mobil pun mulai melaju dan membelah jalanan. Selama perjalanan tak ada yang berbicara, Listi sibuk mendengarkan musik dengan menggunakan earphone sementara sang kekasih sibuk dan fokus menyetir. Hening sesaat, lama diperjalanan Listi tak kuasa menahan kantuk, dan mulai terlelap.
Kairo tak menyadari jika sang kekasih tengah asyik tertidur pulas. Saat Kairo menoleh ke samping dia geleng-geleng kepala dan tersenyum melihat Listi yang ketiduran.
" Gadis perawan memang merepotkan," ucap Kairo sambil tertawa terkekeh-kekeh.
__ADS_1
Singkat cerita akhirnya sampai juga keduanya ditempat tujuan.
Sebuah villa yang cukup mewah, dikelilingi kebun teh yang hijau yang menyegarkan mata serta pemandangan indah ditambah udara yang sejuk. Kairo keluar dari mobilnya dan menggendong Listi ala bridal style.
Disambut para pekerja yang mengurus villanya.
" Siang Tuan Muda..!" sahut Mang Odi tukang kebun di villa miliknya.
"Siang juga Mang..!" ucap Kairo dengan tersenyum ramah sembari menggendong Listi dan berlalu masuk kedalam, menuju kamar pribadinya dan menidurkan sang kekasih.
" Berat juga gadis kecil ini, lucu banget kalau tidur," ucapnya sambil terus memandangi Listi yang masih tidur.
Kairo segera melepaskan jas yang sedari tadi menempel dibadan nya. Kairo merasa lelah dan ikut berbaring disamping Listi sambil membelai rambut coklat punya sang kekasih. Kairo pun akhirnya ikut terlelap.
Satu jam kemudian Listi terbangun saat mendengar suara adzan berkumandang, dirinya menggeliat dan melihat sekeliling kamar dan tampak asing.
" Dimana aku?" gumamnya. Saat kebingungan Listi teringat bahwa dirinya pergi bersama Kairo.
Begitu teringat Kairo, dirinya terkejut saat Kairo tengah berbaring disisinya.
" Ya amplop! Barusan aku tidur bersamanya?" gumamnya. Listi segera memeriksa keadaan.
" Syukurlah ternyata bajuku masih utuh!" gumamnya.
" Hem, kamu kira saya lelaki seperti itu?" ucap Kairo yang tiba-tiba sudah terbangun.
" Gak kok, cuma takut aja!" ucap Listi.
"Hehe, maaf..!" sahut Listi tersenyum.
" Santai saja" ucap Kairo sambil menarik Listi kedalam pelukannya. Listi bisa merasakan aroma maskulin dari tubuh Kairo. Sesekali memandangnya, seulas senyuman mengembang dari bibir mungilnya.
" Mas, bos Rico yang songong itu emang udah nikah?" tanya Listi yang tiba-tiba menanyakan Rico.
" Heh, tumben amat nanyain Rico, bukannya kalian musuhan?" tanya Kairo.
" Cuma nanya doang! Kayaknya tuh bos songong suka deh sama si Rani meskipun udah punya tunangan, Bu Agnez," sahut Listi.
" Dulu dia pernah menikah sama Aurel, gadis pilihan orang tuanya meski gak saling menyukai, mereka terpaksa menikah." ucap Kairo.
" Terus mereka bahagia gak?" tanya Listi yang auto kepo bin penasaran.
" Boro-boro bahagia, cinta juga nggak---
Kairo tak lantas meneruskan ucapannya dan sejenak menghela nafas.
" Lanjutkan atuh ceritanya!" pinta Listi sambil duduk dipangkuan Kairo.
" Mereka tak saling cinta, ketika orang tua Rico meninggal, Rico dan Aurel memutuskan untuk berpisah." ucap Kairo.
" Ohh, terus lama gak menduda nya?" celetuk Listi.
__ADS_1
" Lumayan, kalau gak salah tiga tahunan. Dan setelah itu Rico mulai jatuh cinta sama Agnez dan bertunangan." ucap Kairo.
" Hubungan mereka sekarang kayak gimana?" tanya Listi yang sekarang udah kayak reporter.
" Kamu tuh nanya terus, hehe." celetuk Kairo.
" Teruskan atuh! Auto penasaran!" sahut Listi sekenanya.
" Awalnya hubungan mereka berjalan baik namun makin kesini makin rumit, si Agnez gadis pemalas,morotin uang si Rico. Rico sekarang naksir sama si Rani." kata Kairo.
" What?! Seriusan?" tanya Listi seolah tak percaya sembari melongo.
" Yeah, tadi katanya nanya, begitu dikasih tau malah melongo gitu. Jangan melongo mulu takutnya ada lalat masuk ke mulutmu, hehe." celetuk Kairo sembari tertawa kecil.
" Kan cuma gak percaya aja, bos songong jatuh cinta dengan gadis biasa kayak Rani, rasanya sungguh mustahil." celetuk Listi.
" Ya namanya hati gak bisa dibohongi, cinta gak mandang usia, status, atau apapun itu." kata Kairo.
" Iya juga sih!" ucap Listi.
" Kamu tau, pria tampan bin ganteng alias handsome bisa jatuh cinta dengan gadis bawel seperti kamu, meskipun banyak fans cewek mengejarku." ucap Kairo jumawa sembari memuji dirinya sendiri dengan begitu percaya dirinya.
" Huft, sombong banget sih Mas!" ucap Listi sambil manyun dan mencebikkan bibirnya.
" Eh itu fakta yang tak terbantahkan, kamu juga tau itu kan!" ucap Kairo sembari mengedipkan sebelah matanya.
" Ya deh, Mas ganteng sementara aku gadis jelek gitu?" ucap Listi ketus.
" Loh ngambek gitu? Kamu cantik kok, suer." ucap Kairo.
" Cantik dari sedotan gitu," ucap Listi.
" Beneran kamu tuh cantik banget dan juga baik hati, kamu tuh beda dengan gadis yang lain." kata Kairo sembari menggenggam tangan Listi.
" Iya gitu, aku cantik?" tanya Listi tersipu malu.
" Kamu cantik, luar dalam. Kamu juga unik itu sebabnya saya jatuh hati sama kamu dan menerima kamu apa adanya." kata Kairo meyakinkan sang kekasih.
" I Love You, Mas..!"
" I Love You To, Baby Girl..!"
Keduanya berpelukan seperti teletubbies, hehe dan tak terasa perut mereka keroncongan.
kruyu...kruyuk... bunyi perut mereka seolah penghuni dalam perut sedang berdemo dan berjoget ria, minta diisi.
" Lapar Mas!" ucap Listi.
" Yaudah kita makan siang bersama," ucap Kairo.
" Gendong atuh!" pinta Listi dengan manjanya.
__ADS_1
" Baiklah Tuan Putri" kata Kairo sambil bersiap menggendong sang pujaan hati.